Menjadi salah satu negara di Afrika Selatan, Lesotho memiliki segudang pesona yang tak terlewatkan. Padang savana yang indah bertabur dengan beraneka binatang yang dapat 

kamu nikmati keasriannya, kesempatan untuk holiday ke Lesotho akan sangat menyenangkan ketika dijelajahi.

Lesotho sendiri merupakan negara yang terkurung oleh negara lain di Afrika Selatan atau disebut juga dengan istilah negara enklave yang terkurung di Afrika bagian selatan, negara ini sepenuhnya dikelilingi oleh negara lain di Afrika Selatan, hal ini berarti Lesotho tidak memiliki wilayah perairan yang berupa laut. 

Namun, jangan khawatir untuk kehabisan destinasi ketika berada di Lesotho, karena negara yang memiliki nama resmi Kerajaan Lesotho memiliki seribu destinasi wisata yang dapat kamu kunjungi ketika berada di negara ini. Mulai dari objek wisata alam seperti halnya gunung, air terjun, danau, hingga taman nasional. 

Berikut adalah pilihan beberapa destinasi wisata yang  bisa kamu jelajahi saat melakukan holiday di negara yang sebelumnya dikenal dengan nama Basutoland ini. 

Baca Juga: Super Fantastic ! 3 Tempat Camping Alam Liar di Kirgistan Membuat Liburan Kamu Semakin Memorable

5 destinasi wisata yang wajib dikunjungi ketika holiday ke Lesotho 

Mohale

Destinasi pertama yang wajib adalah Mohale atau Mohale Dam, selalu dengan namanya objek wisata yang satu ini berbentuk sebagai bendungan, tetapi sepertinya objek wisata yang satu ini tidak dapat dikatakan sebagai wisata, tetapi mohale dam dinobatkan sebagai titik poin negara Kerajaan Lesotho yang paling banyak mengundang para wisatawan luar negeri untuk berkunjung ke negara ini. 

Mohole merupakan tempat yang terbentang indah di pegunungan Lesotho dengan pemandangan dataran tinggi yang dapat kamu nikmati ketika melakukan tracking hingga ke atas Mohale, kamu bisa memulai tracking dari Bokong dan Tsehlanyane, bokong sendiri merupakan sebuah bukit kecil yang keberadaanya dapat kamu tempat menggunakan kendaraan berupa mobil atau motor dari Maseru, ibukota Lesotho.

Di bokong kamu bisa memulai tracking dari Mohale, di sela-sela perjalanan Mohale kamu bisa mendapatkan berbagai pemandangan seperti halnya  Air Terjun Lepaqoa.  Dengan pemandangan ini, kamu akan melalui jalur tracking yang berkelok-kelok hingga tempat berkemah yang dapat memacu jiwa adrenalinmu.

Nah  untuk kamu yang hobi berpetualang, kegiatan trekking ini pastinya akan cocok untuk kamu lakukan selagi menjelajahi alam Lesotho dengan berbagai pemandangan indah yang tersaji di hadapan kamu ketika membuka tenda. Sebagai tips, persiapkan segala kebutuhan dan perlengkapan yang kamu perlukan ketika melakukan treking di jalur ini seperti sepatu bot, persiapan makanan dan minuman, serta peralatan berkemah, apabila kamu berniat untuk berkemah di sekitar jalur ini, jangan lupa untuk selalu membawa semprotan pengusir serangga ya.

Bagi kamu yang enggan melakukan tracking, terdapat alternatif lain yang dapat kamu tempuh untuk dapat sampai ke bendungan ini, yaitu dengan mengendarai mobil yang dapat kamu sewa untuk berkeliling. 

Thaba Bosiu

Thaba Bosui

Sumber: South African History

Destinasi wisata berikutnya adalah sebuah dataran tinggi bernama Thaba Bosiu. Thaba Bosiu merupakan dataran tinggi berbentuk batu pasir seluas 2 km dengan tinggi  1.804 meter di atas permukaan laut. 

Di tempat ini kamu akan merasakan suasana khas Meksiko dengan berbagai macam pemandangan hamparan batu dengan rerumputan  yang dapat kamu nikmati selagi berada di tempat ini. Dataran yang berbentuk seperti gurun ini terletak diantara dua sungai yang menjadi sumber mata air bagi masyarakat Lesotho yaitu Sungai Orange dan Sungai Caledon tepatnya di Distrik Maseru di Lesotho atau 24 km di sebelah timur ibukota negara Lesotho, Maseru. 

Dataran ini diberi nama Thaba Bosiu yang berarti gunung di malam hari selama masa pemerintahan, Moshoeshoe 1, pendiri bangsa Basotho pada tahun 1824. Nama ini diberikan karena dataran yang berbentuk seperti sebuah bukit ini memiliki pemandangan yang semakin menakjubkan ketika dilihat secara lebih dekat. Selain itu, nama Thaba Bosiu juga seringkali dimaknai sebagai suatu hal yang semakin dekat semakin mengesankan dan tangguh terutama untuk musuh di malam hari.

Dataran ini mencakup area 3 km untuk bagian selatan dan utara dengan 2km untuk bagian timur dan barat, wilayah ini juga mencakup clif atau jurang vertikal yang curam di sepanjang punggung bukit dan hanya dapat diakses dengan  jalan kaki, sehingga untuk mencapai ke atas puncaknya kamu harus berjalan kaki dan melakukan tracking ringan. 

Seperti yang telah dijelaskan di atas, beberapa mata air yang terdapat di sekitar dataran tinggi ini menjadi penopang hidup bagi warga-warga yang tinggal disekitarnya, mata air ini diberi nama dengan nama tokoh-tokoh sejarah, seperti Mamoto, istri pertama dari Moshoeshoe 1, serta Makhabane, saudara laki-laki dari  Moshoeshoe 1. 

Dikutip dari lama UNESCO, di sekitar Thaba Bosiu terdapat tempat dimana keluarga Moshoeshoe 1 dan anggota keluarga I’is dimakamkan, menurut kabar terbarunya, di tempat ini juga terdapat makam Moshoeshoe I l yang dimakamkan pada tanggal 15 Januari 1996.

Kamu tidak perlu takut untuk tersesat ketika berada di dataran ini, karena letaknya yang berada di dekat desa tradisional yang asri dengan penduduknya yang ramah. Selain itu, kamu juga akan dengan mudah menemukan restoran internasional dengan atap jerami dan tempat duduk teras yang dapat ditemukan di Desa Budaya Thaba Bosiu hampir di sepanjang Pusat Pengunjung. 

Thaba Bosiu sendiri  berjarak sekitar 30-45 menit dengan berkendara ke arah timur dari pusat Maseru di sepanjang permukaan A2 dan B2. Jarak ini setara dengan jarak pusat Maseru  ke di Timur Laut Moshoeshoe, Bandara Internasional. 

Sebagai rekomendasi, kamu sebaiknya tetap menggunakan sepatu bot atau sepatu yang kokoh dan nyaman ketika akan berkunjung ke dataran ini ya, karena sepatu bot akan membantu kamu ketika hendak melakukan tracking singkat dengan medan yang lumayan curam berkerikil ke dataran tinggi. Tongkat jalan mungkin juga akan  berguna!

Maloti Mountains

Maloti Mountains

Sumber: Wikipedia 

Selanjutnya terdapat Maloti Mountains atau Pegunungan Maloti. Sesuai dengan namanya, destinasi wisata di urutan ketiga ini berupa sebuah gunung atau pegunungan yang menjulang tinggi di negara Lesotho.  Maloti Mountains merupakan sebuah pegunungan di dataran tinggi kerajaan Lesotho yang membentang sekitar 100 km ke arah Free State.

Pegunungan yang juga biasa disebut sebagai Maluti Mountains ini menjadi  salah satu pegunungan di Lesotho utara. Sementara itu, istilah yang umumnya digunakan untuk wilayah  di luar Lesotho, Maloti mengacu pada daerah tertentu yang mengarah ke barat daya dari Tebing Besar Pegunungan Drakensberg, yang membentuk busur timur laut batas melingkar Lesotho dengan Afrika Selatan. 

Namun, di Lesotho sendiri, Maloti sendiri berarti “pegunungan” atau “di pegunungan” dengan ketinggian lebih dari 3.300 kaki (1.000 m)—ini menandakan dua pertiga pegunungan di timur Lesotho. Pegunungan ini termasuk ke dalam jajaran tiga pegunungan tertinggi di Afrika Selatan. 

Pegunungan ini terletak di antara Distrik Butha-Buthe di Lesotho dan Provinsi Free State Afrika Selatan dengan titik tertingginya yang berada di antara kisaran 3.482 m (11.424 kaki), yaitu Thabana Ntlenyana, terletak di timur laut pegunungan.

Di sini kamu dapat melakukan olahraga tracking ringan untuk dapat menikmati pemandangan menakjubkan dari atas pegunungan ini, jalurnya yang berbatu  pasir dan serpih yang dilapisi oleh basal membuat medan di sepanjang pegunungan ini menjadi  kasar.  Selain itu, kamu juga dapat melihat pemandangan indah pegunungan ini  dari dataran tinggi barat, di sana kamu akan mendapatkan nuansa pegunungan swiss yang menakjubkan di daratan Lesotho, terlebih lagi ketika musim dingin datang. 

Musim dingin pada bulan Mei–September biasanya  kering dengan curah hujan musim dingin di Maloti yang  hampir selalu bersalju, salju turun di pegunungan setiap bulan dalam setahun. Musim-musim ini menjadi waktu yang pas bagi wisata  untuk berkunjung dan menjelajahi pemandangan alam di Pegunungan Maloti.

Taman Nasional Tsehlanyane

Taman Nasional Tsehlanyane

Sumber: top world traveling 

Berbicara soal negara Lesotho agaknya kurang pas jika kita tidak menjelajahi Taman Nasional yang menjadi rumah bagi ribuan hewan di dalamnya. Berada di Benua Afrika, Lesotho tentunya juga memiliki Taman Nasional sebagai habitat dari ribuan hewan, salah satunya adalah Taman Nasional Tsehlanyane, taman nasional ini terletak di di Pegunungan Malot atau tepatnya di Distrik Leribe. Tsehlanyane menjadi bagian dari Kawasan Konservasi Lintas Batas Maloti-Drakensberg serta lebih besar dari Area Konservasi Lintas Batas Maloti-Drakensberg.

Di tempat ini kamu akan menemukan keindahan tersembunyi baik berupa cagar alam maupun cagar budaya yang selalu dijaga oleh para penduduknya. Taman nasional yang terletak di  utara Lesotho ini melindungi dataran tinggi i seluas 2.600 meter (8.500 kaki) dari hutan belantara yang terjal, termasuk juga salah satu dari satu-satunya  hutan asli  Kerajaan   Lesotho dengan sejumlah tumbuhan dengan jenis tumbuhan semak unik yang langka  di habitat hutan ini.

Istilah  “Ts’ehlanyane”  yang digunakan sebagai nama sendiri adalah sebuah  nama umum lokal untuk tumbuhan bambu berg (Thamnocalamus tessellatus), dari nama sungai dan taman tersebut diambil.  Taman ini memiliki arti bambu berg karena tumbuhan endemik Drakensberg ini tumbuh subur di taman nasional ini. Selain itu, taman ini juga menjadi tempat dimana tanaman tersebut dilindungi, taman nasional ini menjadi  penting bagi tumbuhan-tumbuhan di seluruh pegunungan Maloti-Drakensberg sebagai tempat tinggal dan habitat asli mereka.

Berbicara soal taman nasional pastinya terdapat banyak binatang eksotis yang tinggal dan hidup di dalamnya bukan?, nah di Taman Nasional Tsehlanyane ini terdapat puluhan binatang, seperti bangau kepala hitam, bebek paruh kuning, bebek hitam afrika, alpine swift,  serigala punggung hitam, rhebok, dan masih banyak lagi. Kamu dapat menikmati pemandangan fauna-fauna ini sembari berjelajah, tetapi selalu pastikan untuk menjaga jarak dengan hewan-hewan yang sekiranya berbahaya ya. 

Taman nasional ini terletak di kisaran sebelah  utara Pegunungan Maloti tepatnya di kaki gunung Holomo Pass, kamu dapat menempuh waktu  sekitar 45 menit di jalan beraspal dari pos perbatasan Afrika Selatan, Caledon Sport, 15 menit  dengan berkendara dari kota Free State yang populer Clarens serta sekitar 4 jam dari Bandara Internasional O. R. Tambo).

Untuk bisa sampai ke Taman Nasional Tsehlanyane ini kamu dapat melewati jalan aspal sepanjang 32-kilometer (20 mil), lalu  meninggalkan rute utama A1 8 km (5.0 mil) di  selatan Butha-Buthe. Kemudian  melewati desa Khabo dan sejajar dengan Hlotse sungai di sepanjang lembah Holomo dan kamu pun akan sampai di  gerbang masuk taman.

Di tempat ini kamu dapat melakukan berbagai macam kegiatan termasuk juga tracking di jalur kekang dan jalur pendakian yang dibuat dari taman seperti halnya jalur sepanjang 39 km yang menghubungkan Taman Nasional Ts’ehlanyane dengan Cagar Alam Bokong. menjelajahi Maliba Lodge  yang terletak di dalam taman nasional,  berfoto dengan pemandangan yang menakjubkan, berenang di sungai yang masih jernih dengan kolam batu di sekitarnya, hingga melakukan pijat spa dengan pemandangan taman nasional yang menakjubkan di Maliba Lodge Spa. 

Semonkong

lesotho
Semonkong

Sumber: Wikitravel 

Di urutan selanjutnya terdapat Semonkong. Semongkong merupakan sebuah kota kecil di Kerajaan Lesotho yang terkenal dengan keindahan alamnya yang mempesona. Semongkong sendiri berarti sebagai tempat asap dan terletak sekitar 200 dari air terjun Maletsunyane yang menjadi ikon dari kota Semonkong ini.

Semongkong sendiri berjarak sekitar  120 km dari Kota Maseru, ibukota Lesotho. Dengan mengendarai mobil kamu dapat mengikuti rambu ke Roma di mana kamu nantinya akan menemukan satu-satunya pom bensin yang akan kamu  temui selama perjalanan. Jadi, jangan lupa untuk memastikan bahan bakar kamu penuh ketika perjalanan.

Terdapat pula toko kelontong Cina kecil sebagai tempat untuk memenuhi  persediaan, karena Kota Semonkong sendiri tidak memiliki banyak hal, seperti halnya  untuk ditawarkan.Selanjutnya di jalan aspal berukuran kecil dari Roma menuju Semonkong, kamu akan sampai setelah pertigaan aspal akan hilang. jalanan ini berupa jalan kerikil yang sempit dengan banyak lubang, batu, dan rintangan lainnya, dengan beberapa bagian yang sangat curam. Kamu harus ekstra berhati-hati ya ketika berkendara di sini.

Berkendara menggunakan mobil berjenis 4×4 menjadi  satu-satunya cara kamu untuk bisa sampai ke Semonkong. Bagi kamu pengemudi pemula tidak disarankan untuk pergi saat hujan deras karena jembatan kecil mungkin banjir dan jalan kerikil mungkin sangat licin. Sehingga akan sangat berbahaya jika dilewati. 

Perjalanan  menggunakan mobil akan  memakan waktu sekitar 3-4 jam. Jika kamu menempuh perjalanan menggunakan sebuah sedan maka waktu yang akan ditempuh adalah sekitar 5 jam, itu pun jika kondisi cuaca memungkinkan. Jika kamu tidak ingin terlalu bersusah payah mengendarai mobil ketika berada di sini, kamu dapat menyewa sebuah tour guide yang menyediakan layanan antar dan jemput. 

Kamu juga dapat mengikuti tour yang diadakan oleh Pondok Semonkong dengan layanan antar-jemput gratis setiap hari Selasa dan Jumat dari Maseru ke Semonkong, mereka akan memberikan  informasi wisata di Maseru. Selain itu, terdapat pula Maluti Treks operator tur yang memiliki bus dari Durban ke Maseru pada hari Selasa dan Jumat serta wisata yang dibuat khusus ke Lesotho.

Jika kamu memilih transportasi berupa bus, maka kamu harus bertandang ke  terminal bus di Maseru, disana  kamu  bisa mendapatkan bus negara yang lebih besar dan lebih nyaman, bus ini akan  berangkat dua kali dalam sehari. Kamu juga  bisa mendapatkan taksi bersama sepanjang hari.Untuk berjaga-jaga kamu  harus berebut taksi sebelum berangkat atau menunggu bus jika kamu kehabisan taksi untuk memulai perjalanan. Jika kamu menggunakan taksi umumnya akan memakan waktu sekitar 3 jam dan bus biasanya memakan waktu sekitar 4 jam.

Di sini kamu dapat melakukan berbagai kegiatan termasuk juga berkuda di Semonkong Lodge yang  menawarkan trek kuda poni pendek selama 1 jam dan panjang semalam dengan mengendarai sebuah mobil berjenis  4×4 melalui area tersebut. Selain itu, mereka juga menawarkan abseiling di sebelah air terjun, yang disebut-sebut  sebagai titik abseiling komersial tertinggi di dunia (200m) menurut buku rekor Guinness. 

Semonkong Lodge  juga menawarkan pendakian ke air terjun, mulai dari 2 jam  untuk sampai ke puncak air terjun hingga 4 jam  untuk bisa sampai ke dasar ngarai, keduanya dengan pemandu. Tarif biasa sekitar 30 LSL + 10 LSL untuk setiap jam Anda berjalan, total untuk kelompok kecil.