Maladewa atau Maldives adalah tujuan wisata yang sangat populer yang terletak di Samudera Hindia (Sri Lanka Barat). Negara kepulauan yang berpenduduk sekitar 500.000 ini biasanya digambarkan sebagai kepingan surga dunia, dengan khas pulau karang yang eksotis, perairan biru dan keanekaragaman biota bawah laut yang masih terpelihara.

Negara yang 100% muslim ini memang bergantung pada ekonomi pariwisatanya. Konsep one island, one resort/hotel, selain memberikan keindahan alam, juga memberikan jaminan privasi, eksklusivitas dan ketenangan, serta ditujukan untuk lebih banyak wisatawan kelas atas. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingginya biaya perjalanan ke Maladewa, khususnya hotel dan resort.

Namun sejak 2009, pemerintah Maladewa mengizinkan pendirian hotel/hotel/wisma di pulau-pulau berpenghuni. Tidak hanya dalam rangka untuk memajukan perekonomian rakyatnya, dari kebijakan ini juga untuk menaikkan kunjungan wisata dari kelas menengah. Nah, untuk kamu yang ingin berlibur ke Maladewa, perlu kamu perhatikan hal-hal berikut ini. 

Penerbangan Menuju Maladewa

Sejauh ini, belum ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Maladewa dan sebaliknya. Maladewa dapat dicapai dengan pesawat melalui hub di negara-negara tetangga seperti Kuala Lumpur, Singapura dan Bangkok. Tentu saja, harga tiket akan bervariasi tergantung pada jenis maskapai, lokasi transfer, dan waktu perjalanan. Untuk menekan biaya tiket pesawat, kamu bisa memanfaatkan promo tiket pesawat yang disediakan maskapai. Tentu saja, mencari dan mengamati berbagai penawaran tiket dan iklan membutuhkan usaha ekstra.

Waktu Berkunjung Yang Tepat

Musim puncak turis atau peak season di Maladewa jatuh pada bulan Desember hingga April. Karena banyaknya wisatawan dan tingginya harga hotel/resort/penginapan, sebaiknya hindari berkunjung selama periode ini. Penting juga untuk mempertimbangkan faktor cuaca, yang akan mempengaruhi mobilitas transportasi laut dan udara di Maladewa, dan hindari berkunjung saat puncak musim hujan, yang biasanya sekitar bulan Juni.

Visa Kunjungan Wisata

Maladewa menerapkan kebijakan bebas visa turis untuk semua negara dan semua jenis paspor (paspor biasa, paspor resmi dan paspor diplomatik) termasuk Indonesia. Visa berlaku maksimal 30 hari di tempat tujuan wisata.

Baca Juga : Wonderful Wisata Maldives: 6 Hidden Gems Terbaik Dengan Sensasi Pemandangan Luar Biasa

Pemilihan hotel/resort/penginapan

Maladewa
Villa di Maladewa

Saat memilih tempat menginap, yang terpenting adalah mempertimbangkan paket akomodasi yang disediakan. Apakah sudah termasuk makanan dan minuman, transportasi dari dan ke bandara, serta fasilitas yang bisa dinikmati di penginapan. 

Biasanya harga yang tertera atau disediakan di website hotel hanya mencakup harga akomodasi per malam. Khusus yang memilih hotel/resort di pulau terpencil sebaiknya memilih paket yang sudah termasuk makan. Jika tidak, kamu harus makan dan minum lebih dalam di sejumlah restoran resor yang terbatas. Kamu juga tidak dapat meninggalkan hotel/pulau resor untuk mencari restoran lain karena tidak ada transportasi umum.

Mengenai transportasi, mohon diperhatikan cara transportasi ke dan dari hotel/resort, apakah sudah termasuk dalam paket akomodasi atau terpisah. Jarak antara pulau tempat hotel/resort berada dan Bandara Internasional Velana akan menentukan moda transportasi dan biaya yang dikeluarkan. Biaya transportasi dari bandara ke hotel/resort sebenarnya lebih mahal daripada biaya akomodasi, yang tidak jarang terjadi.

Untuk kamu yang ingin berhemat, disarankan memilih hotel/penginapan/wisma yang terletak di pulau-pulau berpenghuni di sekitar ibu kota Pulau Male atau di Pulau Hulhumale tempat Bandara Internasional Velana berada. Pulau-pulau yang direkomendasikan termasuk Male, Hulhumale, Sororushi, Gulhi dan Guraidhoo. Rata-rata harga akomodasi di pulau-pulau ini cukup terjangkau. Kamu masih bisa menginap di hotel/penginapan/wisma tamu dengan harga di bawah $100 per malam.

Male dan Hulhumale sangat dekat dengan bandara dan sekarang dihubungkan oleh jembatan baru, sehingga dapat dicapai melalui jalan darat.

Ada banyak restoran yang bisa dipilih di kedua pulau ini, sehingga tidak sulit untuk mencari tempat makan. Namun pantai di kedua pulau ini tidak terlalu menarik, terutama di Male yang suasana kotanya terlalu ramai. Maafushi menjadi salah satu tempat favorit para backpacker. Dibandingkan dengan Male’ dan Hulhumale, pulau ini memiliki pantai yang lebih indah. Meskipun tidak ada banyak restoran di Male’, ada lebih sedikit orang di pulau itu, jadi lebih tenang daripada Male’.

Metode transportasi antar pulau yang digunakan di Maladewa termasuk feri, speedboat, pesawat dan pesawat laut. Feri merupakan sarana transportasi umum yang menghubungkan pulau-pulau, namun tidak semua pulau terhubung dengan transportasi umum semacam ini. Hotel/resort yang terletak di pulau yang berbeda biasanya memiliki transportasi pribadi untuk tamu dan karyawan. Jika kamu menginap di pulau berpenghuni seperti Malé, Hulhumale, Maafushi, Gulhi, dan Guraidhoo maka sangat perlu diperhatikan jadwal perjalanan ferry melalui situs resmi otoritas transportasi Maladewa (https://transport.mtcc.com.mv).

Sangat perlu kamu perhatikan dengan baik antara jadwal ferry dan penerbangan yang akan kamu gunakan jika kamu menginap di luar pulau Malé dan Hulhumale agar tidak terjadi keterlambatan. Jika kamu di dalam pulau dapat menggunakan taksi lokal karena pulau-pulau disana cukup kecil, dan bisa dengan berjalan kaki saja. 

Aktivitas yang dapat dilakukan

Maladewa
Dream Island, Maladewa

Selain menikmati keindahan pantai dan laut, kamu juga dapat melakukan berbagai aktivitas seperti snorkeling, diving, kayaking, jet ski, paralayang, island hopping, dolphin cruises, sunset cruises, dan night fishing. Jika kamu tinggal di pulau berpenghuni, kamu bisa mengambil paket wisata yang disediakan oleh berbagai agen perjalanan untuk melengkapi aktivitas ini. Pada saat yang sama, di resor/hotel yang terletak di pulau terpisah, snorkeling, menyelam, kayak, jet ski, dan paralayang dapat dilakukan di resor. Namun, bahkan di hotel/resort mewah pun kegiatan ini tidak gratis. Akan dikenakan biaya tambahan.

Tidaklah rasanya pergi ke Maladewa tanpa pergi ke resort, karena tentunya pemandangan yang lebih indah hanya bisa dinikmati di resort. Untuk ini, kamu tidak perlu tinggal di resort, Anda tetap bisa mengunjungi resort mewah dengan mengikuti paket wisata day trip/visit tour.

Dengan menggunakan paket ini, kamu dapat mengunjungi resor mulai pukul 10.00-17.00 waktu setempat. Setiap resor mengenakan biaya yang berbeda berdasarkan jarak ke resor dan fasilitas dalam paket. Biaya mulai dari US$100 per orang, dan paket tersebut biasanya sudah termasuk makan siang dan transportasi ke dan dari resor.

Liburan ke Maladewa di masa Pandemi COVID-19

Maladewa adalah negara yang terbuka untuk turis selama pandemi. Maladewa sebelumnya ditutup pada Maret 2020 dan dibuka kembali untuk pariwisata pada Juli 2020. Keterbukaan dilaksanakan melalui perumusan kebijakan perjanjian kesehatan yang ketat, antara lain:

– Membawa bukti PCR test negatif (max 96 jam).

– Mengisi Traveler Health Declaration (THD) yang dapat diakses on line (https://imuga.immigration.gov.mv) dalam kurun waktu 24 jam sebelum kedatangan dan keberangkatan.

– Tidak ada kewajiban karantina selama 14 hari bagi wisatawan, namun jika terdapat gejala COVID-19, petugas kesehatan dapat menerapkan pemeriksaan dan tindakan lebih lanjut.

– Mengunduh aplikasi pelacakan TraceEkee.

– Disarankan membeli asuransi perjalanan yang mencakup perlindungan COVID-19 dengan harga mulai dari USD 25.

– PCR test wajib dilakukan 72 jam sebelum kepulangan dengan biaya sebesar USD 110.
Untuk lengkapnya anda dapat mengunjungi situs resmi Kementerian Pariwisata Maladewa (https://www.tourism.gov.mv).