Kamu ingin berlibur ke negara di Eropa, salah satunya Luxembourg? Tentu wajib banget kamu mempunyai ‘Visa Schengen’ untuk melakukan perjalanan kesana. Tanpa ‘dokumen sakti’ tersebut kamu tidak dapat melakukan perjalanan ke negara di Benua Biru yang memasuki wilayah Schengen itu. 

Lalu, apa itu Visa Schengen? Yuk ketahui lebih lanjut di bawah ini 

Pengertian Visa Schengen

Visa Schengen
Visa Schengen

Kalau kamu ingin berkeliling atau berkunjung di salah satu negara Uni Eropa (UE) tentu harus punya Visa Schengen. 

Visa Schengen merupakan visa bagi wisatawan yang ingin mengunjungi negara-negara bagian Schengen dalam kunjungan singkat baik untuk tujuan wisata atau bisnis. Visa ini terbentuk dari buah Perjanjian Schengen yang disetujui oleh sejumlah negara UE pada tahun 1985 di Schengen, Luxembourg. Isi dari perjanjiannya yaitu menghapus perbatasan antar negara. 

Negara manakah yang termasuk zona Schengen? Yaitu ada 26 negara (UE dan non-UE) yang termasuk ada di kawasan Schengen, antara lain Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Italia, Latvia, Liechtenstein.

Selain itu, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss.

Visa Schengen Berlaku Selama 90 Hari

Bagi yang memiliki Visa Schengen ini bebas berkeliling di salah satu negara kawasan Schengen dengan jangka waktu maksimal 90 hari dalam waktu 6 bulan (180 hari). Maka dari itu visa ini hanya dapat untuk wisata dan bisnis.  

Jika kamu yang melakukan studi, bekerja, atau pun tinggal secara permanen dalam durasi lebih dari 90 hari maka Visa Schengen kamu tidak berlaku. Kamu perlu mengajukan permohonan visa nasional negara Eropa. 

Jenis-Jenis Visa Schengen

Sebelum melakukan penerbangan ke Eropa dan membuat Visa Schengen perlunya kamu ketahui jenis dari Visa Schengen untuk jangka pendek, berikut jenisnya :

1. Visa Transit

2. Visa Pariwisata

3. Visa untuk Mengunjungi Keluarga atau Teman

4. Visa Bisnis

5. Visa untuk Kegiatan Budaya dan Olahraga

6. Visa untuk Kunjungan Resmi

7. Visa untuk Penelitian

8. Visa untuk Alasan Medis.

Kamu perlu ketahui jenis Visa Schengen apa yang ingin kamu ajukan. Karena, pada setiap masing-masing Visa Schengen ini memiliki perbedaan dalam setiap pengurusan dokumennya. 

Selain itu, Visa Schengen yang diterbitkan oleh Kedutaan Besar atau Konsulat negara Schengen, memiliki 2 macam yaitu : 

1. Visa Sekali Masuk (Single Entry)

Bagi pemilik visa jenis ini, kamu dapat memasuki negara Schengen hanya sekali. Dan jika kamu sudah keluar dari satu negara Schengen, maka tidak dapat kembali lagi dengan visa yang sama. 

2. Visa Masuk Ganda (Multiple Entry)

Dengan visa jenis ini kamu bisa bolak-balik ke wilayah di Schengen dan non-Schengen. Tetapi tetap mengikuti aturan izin tinggal yang hanya berlaku sampai 90 hari dalam jangka waktu 6 bulan. Visa jenis ini juga ada yang memiliki durasi 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun. 

Baca Juga : Cari Airbnb Nyaman? Hidden Gems Ala Hotel Ini Ada di Islandia! Catat 5 Rekomendasi Airbnb Buat Liburan Kamu

Syarat Membuat Visa Schengen

Visa Schengen

Sebelum membuat Visa Schengen tentu perlunya untuk menyiapkan sejumlah dokumen yang diperlukan sebagai syarat membuat visa, yaitu : 

  1. Paspor asli dan fotokopi paspor dengan minimum masa berlaku selama 6 bulan;
  2. Form permohonan visa yang sudah diisi dengan lengkap;
  3. 2 lembar foto berlatar belakang putih dengan ukuran 3,5 x 4,5 cm;
  4. Rekening Koran 3 bulan terakhir yang diterbitkan oleh bank. Lampirkan juga bukti referensi dari bank maupun salinan kartu kredit sebagai referensi tambahan.
  5. Surat keterangan kerja dari HRD tempat anda bekerja;
  6. Tiket pesawat pulang pergi;
  7. Bukti reservasi akomodasi (hotel);
  8. Itinerary Perjalanan;
  9. Asuransi Perjalanan. 

Cara Membuat Visa Schengen

1. Pilih Waktu Pengajuan Visa

Jika kamu ingin membuat Visa Schengen, sangat disarankan untuk mengajukan sekitar 3 minggu sebelum melakukan perjalanan. Atau paling lambatnya 15 hari kerja sebelum keberangkatan. 

2. Janji Temu

Jika sudah tahu waktu yang ingin kamu pilih, kamu dapat membuat janji temu secara online melalui situs VFS Global atau secara tertulis. Kamu tentukan tanggal sesuai dengan keinginan kamu dan kemudian akan dikirimkan melalui email yaitu nomor dan waktu antrean kamu. Dan kamu harus datang sesuai dengan tanggal yang sudah kamu tentukan. 

3. Datang ke Kedubes/Konsulat

Selanjutnya, kamu datang ke Kedutaan Besar atau Konsulat negara Schengen yang dituju. 

Jika kamu ingin mengunjungi lebih dari 2 negara Schengen, kamu dapat ajukan visa ke negara tujuan yang paling lama kamu singgahi atau di negara tujuan pertamamu. 

4. Dokumen Persyaratan

Hal penting perlu kamu siapkan dokumen persyaratan yang ada seperti formulir pengajuan visa, bukti keuangan, bukti tiket dan reservasi hotel, serta dokumen lainnya.

5. Wawancara Visa

Selama proses pembuatan visa, kamu perlu menjalankan wawancara konsuler visa selama 10-15 menit, serta menyerahkan dokumen yang kamu siapkan. Pastikan kamu menjawab pertanyaan dengan tegas. 

6. Membayar Pembuatan Visa

Untuk biaya pembuatan visa kamu perlu membayar sekitar  60 Euro atau sekitar Rp954 ribu untuk dewasa. Sedangkan anak-anak dari usia 6-12 tahun sebesar 35 Euro atau sekitar Rp556.500 per orang.  Untuk anak di bawah 6 tahun, gratis. Untuk antisipasi, kamu perlu membawa uang tunai agar tidak repot ketika tidak ada metode pembayaran non-tunai. 

7. Tunggu Jawaban

Setelah itu, kamu hanya perlu menunggu jawaban dari Kedubes atau Konsulat sampai 15 hari.