Berbicara mengenai Ghana, nggak akan jauh-jauh dari kebudayaannya yang masih sangat kental. Dalam setahun, ada banya acara tradisional di Ghana yang diselenggarakan di berbagai daerah. Mulai dari acara pemburuan, persembahan hingga pawai di jalanan dengan iringan musik dan tarian yang begitu semarak. Jika kamu berkesempatan untuk pergi ke Ghana, jangan lupa untuk menyaksikan salah satu kemeriahan acara kebudayaan di Ghana secara langsung. Berikut beberapa acara yang telah kami ulas untuk kamu jadikan referensi. Langsung aja yuk disimak!

Baca Juga: 6 Festival Tahunan di Aljazair yang Jarang Dijumpai di Negara Lain

Aboakyir

Salah satu acara tradisional di Ghana bernama Aboakyir
Sumber: Pilot Guides

Secara harfiah, Aboakyir artinya adalah permainan memburu atau menangkap. Acara tradisional di Ghana yang satu ini diselenggarakan setiap tahun oleh kepala daerah Effutu-Winneba, lebih tepatnya di setiap hari Sabtu pertama pada bulan Mei.

Acara Aboakyir ini merupakan kompetisi pemburuan kijang atau rusa di hutan. Peserta dari permainan ini adalah masyarakat Winneba sendiri yang terbagi menjadi dua kelompok prajurit bernama Tuafo dan Denkyefo. Tujuan diadakannya acara kebudayaan ini sebagai pembuktian atas keberanian, kekuatan, tekad dan intuisi dari kedua kelompok prajurit tradisional di Effutu-Winneba, dengan cara menangkap kijang atau rusa secara hidup-hidup.

Setelah pemburuan berhasil, kedua kelompok akan menyerahkan dan mempertontonkan hasil pemburuan mereka kepada para pimpinan dan warga yang menyaksikan. Kemudian, ritual pengorbanan kepada para dewa pun dilakukan dengan menggunakan hasil tangkapan mereka. Kijang atau rusa tersebut dikorbankan sebagai harapan dan doa agar panen dan musim memancing akan datang melimpah.

Puncak dari acara tradisional di Ghana ini terjadi di akhir acara yaitu pawai akbar yang dipimpin oleh ketua suku, para pejuang pemburuan dan pimpinan daerah lainnya. Mereka mengenakan busana kerajaan yang berwarna-warni lalu ikut turun ke jalan sambil diiringi oleh penyanyi, penari dan pemain alat musik yang semakin memeriahkan acara.

Asafotufiam

Salah satu acara tradisional di Ghana bernama Asafotufiam
Sumber: Behance

Setiap akhir bulan Juli hingga awal Agustus, para pimpinan dan masyarakat suku Ada yang bermukim di bagian timur wilayah ibu kota Accra rutin memperingati kemenangan yang dicapai oleh pahlawan-pahlawan mereka terdahulu dalam bentrokan dengan suku Asafotufiam untuk memperebutkan wilayah pemukiman mereka.

Peringatan kemenangan ini pun dirayakan secara meriah dengan mengadakan pertunjukan pertempuran tiruan untuk mengingat masa lalu. Ketua suku dan juga masyarakat Ada kompak mengenakan pakaian adat mereka yang mewah untuk sekaligus menampilkan tarian daerah yang disebut Kpatsa. Di waktu yang bersamaan, musim panen juga turut dirayakan selama acara tradisional di Ghana ini berlangsung.  

Oguaa Fetu Afahye

Salah satu acara tradisional di Ghana bernama Oguaa Fetu Afahye
Sumber: The Cultural Encyclopedia

Oguaa Fetu Afahye adalah acara tradisional di Ghana, lebih tepatnya di kota Cape Coast, yang diadakan setiap tahun pada awal September oleh suku Oguaa. Pada dasarnya, acara ini adalah ritual persembahan kepada dewa dengan cara penyembelihan hewan-hewan ternak. Ritual tersebut diadakan atas rasa syukur dan terima kasih dari masyarakat suku Oguaa kepada 77 dewa yang telah menyelamatkan mereka dari sebuah wabah mematikan.

Selain ritual persembahan, mereka juga merayakannya dengan menyelenggarakan prosesi di jalanan kota yang juga diikuti oleh kepala suku, Asafo (kelompok prajurit tradisional), dan masyarakat suku Oguaa. Sebelum acara Oguaa Fetu Afahye dilaksanakan, terdapat larangan untuk tidak membuat kebisingan seperti bermain alat musik, dsb.

Setiap orang yang berpartisipasi dalam prosesi tersebut akan mengenakan pakaian suku atau tradisional dan para pimpinan daerah membawa payung besar dan tongkat kerajaan saat berjalan dengan warga. Prosesi tersebut semakin semarak karena diiringi dengan genderang dan tarian.

Hogbetsotso

Salah satu acara tradisional di Ghana bernama Hogbetsotso
Sumber: GhanaWeb

Acara tradisional di Ghana bernama Hogbetsotso ini adalah sebuah tradisi yang dilakukan oleh penduduk desa Anloga di wilayah Volta, Ghana. Acara kebudayaan Hogbetsotso dilaksanakan setiap tahun pada bulan November.

Hogbetsotso dirayakan untuk mengingat kisah pemerintahan Agorkoli yang kejam. Dahulu, suku Anlo Ewes melarikan diri dari penguasa Agorkoli dengan berjalan mundur menuju kota Notsie di Togo. Untuk informasi lebih lengkapnya mengenai sejarah dibalik Hobetsotso, klik di sini ya!

Tema utama dari Hogbetsotso sendiri adalah pembersihan. Jadi, cara penduduk Anloga memperingati sejarahnya adalah dengan menyapu dan membakar sampah-sampah yang ada di desa. Selain itu, terdapat juga upacara pembersihan dimana penduduk Anloga dapat menyelesaikan keraguan dengan penuangan persembahan. Puncak acara terjadi saat para kepala suku mengenakan busana mewah dan duduk di depan rakyatnya sambil menikmati penampilan tarian dan musik.

Akwasidae

Salah satu acara tradisional di Ghana bernama Akwasidae
Sumber: Jumia Food

Akwasidae adalah acara kebudayaan di Ghana yang paling sering diadakan jika dibandingkan dengan acara-acara tradisional sebelumnya. Acara Akwasidae diselenggarakan setiap 6 minggu sekali.

Tujuan dirayakannya Akwasidae adalah untuk memperkuat ikatan antara ratu, kepala suku, dan warga kerajaan Ashanti. Selama acara berlangsung, Istana Manhyia yang merupakan rumah bagi para pimpinan suku, membuka pintunya bagi semua orang untuk merasakan langsung kemewahan yang biasanya tersembunyi jauh dari pandangan publik.

Pada acara Akwasidae, terdapat juga arak-arakan yang membawa kepala suku di atas tandu serta diiringi dengan terompet, genderang, tarian budaya, dan kostum warna-warni yang membuat Akwasidae menjadi tontonan yang begitu menarik.