Gurun atau padang pasir merupakan suatu daerah yang paling sedikit mendapatkan curah hujan dalam kurun waktu satu tahun. Tidak banyak makhluk hidup yang tinggal di daerah padang pasir. Apabila diperbandingkan dengan tempat-tempat lain yang lebih basah, maka ekosistem yang ada di padang pasir memang terbilang sangat sedikit. Meskipun demikian, terdapat sekitar 4.000 spesies yang mampu hidup di daerah ini.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gurun adalah suatu padang luas yang tandus, yang dipenuhi oleh bukit dan bebatuan yang terdiri dari hamparan pasir, serta biasanya tidak terdapat banyak tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di sana. Kamu akan merasakan perubahan suhu yang ekstrim di padang pasir, di mana pada siang hari kamu akan merasakan panas dengan suhu yang sangat tinggi. Sedangkan, pada malam hari, suhu di daerah ini sangat rendah atau dingin sekali. Hal ini dapat terjadi karena tingkat kelembapan udara di sini sangat rendah atau sedikit.

Perubahan suhu ekstrim yang sangat cepat tersebut diakibatkan oleh uap air yang ada di atmosfer sekitar padang pasir, yang digunakan untuk menghalangi sinar matahari, sangatlah sedikit. Sinar matahari tersebut langsung diserap di permukaan, yang kemudian dapat memberi hawa panas terhadap udara di sekitarnya. Sedangkan, pada malam hari, udara panas yang berada di permukaan tanah akan diserap kembali ke atmosfer. Oleh sebab itu, suhu di daerah ini pada malam hari akan menurun dengan cepat. Salah satu gurun yang paling terkenal di dunia adalah, Gurun Sahara.

Baca juga : 5 Fakta Gurun Lemnos di Greece yang Merupakan Tempat Syuting Drakor Terkenal

Sebelum memasuki penjabaran lebih lanjut mengenai fakta-fakta menarik Gurun Sahara, berikut ini adalah pembahasan mengenai salah satu negara yang termasuk dalam lingkup geografis dari padang pasir ini, yaitu Libya. Negara yang terletak di Benua Afrika ini, berbatasan dengan Laut Tengah, Mesir, Sudan, Chad dan Niger, serta Aljazair dan Tunisia.

Dilansir melalui situs wikipedia, negara ini memiliki luas sekitar 1,8 juta kilometer persegi, dengan jumlah populasi mencapai 6,4 juta jiwa. Dari jumlah populasi tersebut, hampir setengahnya menempati kota terbesar sekaligus ibukota dari negara ini, yaitu Tripoli.

Negara Libya. Sumber : travel.tribunnews.com

Nama Libya sendiri diambil dari bahasa Mesir, “Lebu” yang merupakan sebutan bagi orang-orang yang tinggal di sepanjang Sungai Nil. Namun, pada zaman Yunani Kuno, sebutan ini kemudian digunakan untuk arti yang lebih luas. Tidak hanya untuk orang Mesir, tetapi juga Afrika Utara, bahkan sampai hampir mencakup seluruh benua Afrika.

Negara yang tadinya merupakan suatu kerajaan ini, telah didirikan sejak 24 Desember 1951. Kemudian, sempat dijajah oleh Turki dan Italia. Hingga akhirnya, Libya memperoleh kemerdekaanya setelah Italia menyerah kepada Sekutu pada masa Perang Dunia II. Selain Tripoli, masih ada beberapa kota besar yang ada di negara ini. Seperti, Al Khums, Benghazi, Ghadamis, yang memiliki objek wisatanya masing-masing.

Beberapa destinasi wisata populer yang ada di Libya, pertama The Arch of Marcus Aurelius, yang merupakan monumen untuk memperingati kemenangan Lucius Verus dalam Perang Romawi-Partia. Kedua, Red Castle of Tripoli, yang merupakan sebuah museum kastil berwarna merah dan telah berdiri sejak 1919. Ketiga, Leptis Magna atau Lectis Magna, yang merupakan sisa reruntuhan dari masa Romawi yang ada di Kota Tripoli. Kemudian, Jebel Akhdar, merupakan sebuah wilayah dataran tinggi yang berada di daerah timur negara Libya. Objek wisata populer berikutnya adalah, Ptolemais, yang merupakan salah satu kota indah dalam wilayah Pentapolis Cyrenaica.

Beberapa objek wisata yang ada di Libya tersebut, dapat mempengaruhi keputusan kamu untuk berkunjung ke negara ini. Tidak hanya itu, Gurun Sahara yang merupakan padang pasir terbesar dan sangat populer di dunia juga membentang melintasi Libya. Berikut ini adalah 5 fakta menarik tentang Gurun Sahara, yang wajib kamu ketahui.

Membentang Berbagai Negara

Peta geografis Sahara. Sumber : TEMPO

Gurun Sahara merupakan sebuah padang pasir yang berbatasan dengan Samudera Atlantik dan Laut Mediterania. Dengan luas mencapai 9,4 juta kilometer persegi, yang hampir sama dengan luas negara Amerika Serikat. Saking luasnya, padang pasir ini membentang hingga mencakup 11 negara besar, yaitu Libya, Aljazair, Chad, Mesir, Mali, Mauritania, Maroko, Niger, Sahara Barat, Sudan, Tunisia.

Makhluk Hidup Beragam

Flora dan Fauna Di Sahara. Sumber : IDN TIMES

Meskipun ditutupi oleh hamparan padang pasir, faktanya banyak makhluk hidup yang dapat bertahan di daerah ini. Seperti, Babon Afrika yang dapat ditemukan di pegunungan Sahara. Unta, yang merupakan ciri khas dan hewan ikonik dari Sahara. Landak gurun, yang dapat kamu temukan pada malam hari, karena mereka akan lebih banyak beristirahat pada siang hari. Burung unta, meskipun termasuk salah satu spesies burung yang tidak dapat terbang, tetapi kecepatan burung unta dapat mencapai 40 mil per jam. Serta, anjing liar Afrika, yang sangat berbahaya, karena mampu memangsa dari jarak yang jauh.

Selain itu, dilansir melalui situs kids.grid.id, tumbuhan yang dapat hidup di daerah Sahara tidak hanya kaktus. Memang floran dan fauna yang dapat bertahan di daerah ini tidak banyak, karena diperlukan adaptasi lebih. Selain kaktus, tumbuhan lain yang dapat hidup di daerah padang pasir seperti, pohon zaitun, cemara Sahara, pohon akasia, pohon kurma, dan doum palm atau pohon palem.

Menjadi Habitat Dinosaurus

Fosil dinosaurus. Sumber : harapanrakyat.com

Sebelum menjadi gurun, berjuta-juta tahun yang lalu, padang pasir yang membentang luas ke 11 negara termasuk Libya ini, dipenuhi dengan hamparan hutan dan aliran sungai. Oleh sebab itu, tak heran apabila tempat ini tadinya menjadi salah satu tempat tinggal bagi dinosaurus. Banyak peneliti yang menemukan fosil-fosil dinosaurus dari berbagai spesies di sekitar hamparan pasir. Baik yang telah ada pada awal era dinosaurus, maupun yang hidup pada akhir era dinosaurus, yang apabila diperkirakan mencapai 80 juta tahun yang lalu.

Tidak Hanya Hamparan Pasir

Sahara. Sumber : suara.com

Ternyata, Sahara tidaklah hanya hamparan padang pasir yang luas. Bahkan nyatanya, pasir hanya menutupi 25% dari keseluruhan luas daerah ini. Sisanya dipenuhi dengan dataran yang berkerikil, dataran garam, dataram tinggi, serta terdapat banyak pegunungan yang memungkinkan terjadinya turun salju. Namun memang, sangat sulit untuk menentukan kapan salju akan turun di pegunungan Sahara ini.

Tidak hanya itu, terdapat juga fenomena alam yang unik, yang terjadi 40.000 tahun sekali. Di mana, kamu dapat menemukan padang rumput di antara padang pasir. Hal ini dapat terjadi karena adanya guncangan poros bumi pada saat mengelilingi matahari. Serta, apabila berkunjung ke Sahara, kamu juga harus melihat pemandangan indah, yaitu danau. Terdapat 20 danau yang dapat kamu temukan tersebar di sekitar Sahara. Jadi, anggapan bahwa Sahara hanyalah hamparan padang pasir, ternyata hanya mitos.

Iklim Di Sahara

Pada Sahara bagian utara, beriklim subtropis kering. Sedangkan, pada bagian selatannya, beriklim tropis kering. Perbedaan iklim ini mengakibatkan Sahara bagian utara mengalami musim panas dengan suhu yang lebih tinggi, dan musim dingin dengan suhu yang lebih rendah, daripada Sahara selatan. Suhu di Sahara dapat mencapai 38 hingga 48 derajat celcius. Meskipun terdapat curah hujan dan sedikit salju, tetapi kamu akan sering merasakan badai pasir atau badai debu, selama berlibur di sini.

Baca juga : Hidden Gems di Libya! 7 Tips Backpacker-an Super Hemat Di Libya

Nah, itu dia beberapa fakta unik dan menarik yang wajib kamu ketahui apabila kamu ingin berlibur ke Gurun Sahara. Selain persiapan barang-barang bawaan dan keperluan, kamu juga harus memerhatikan kesehatan fisik ya. Karena, tubuh kamu pastinya harus beradaptasi dahulu dengan suhu panas yang ada di sana. Tetap utamakan kenyamanan dan keselamatan ya, happy traveling!