Semarang menjadi pusat atau ibu kota provinsi Jawa Tengah yang menyuguhkan beberapa destinasi wisata, kebudayaan dan kuliner yang berbagai macam. Terdapat beberapa bangunan lawas peninggalan pada zaman Belanda yang kini dijadikan sebagai tempat wisata sekaligus edukasi untuk mengenal sejarah dan kehidupan semasa zaman penjajahan dahulu kala. Kota Semarang menjadi kaya akan sejarah yang ditingg Yuk simak informasi mengenai bangunan lawas yang dijadikan ikon kota Semarang!

Lawang Sewu Semarang

Siapa yang tidak tahu bangunan dengan jumlah pintu yang banyak ini. Bangunan peninggalan Belanda ini telah berdiri kokoh sejak 1907 yang berada di Jalan Pemuda Sekayu, Semarang Tengah. Bangunan ini dinamakan Lawang Sewu karena memiliki jumlah pintu yang banyak. Lawang sewu dalam Bahasa Indonesia berarti 1000 pintu, namun pada kenyataannya jumlah pintu yang dimiliki bangunan ini tidak berjumlah 1000 dan belum diketahui berapa jumlah pintu yang ada secara tepat.

Lawang Sewu, Semarang
Salah Satu Jendela Lawang Sewu
source: Unsplash

Tak perlu merogoh dalam kantong dompet anda karena hanya dengan Rp 5.000 – 10.000 untuk menikmati keindahan dan fasilitas yang telah disuguhkan oleh bangunan lawas ini. Waktu operasional Lawang sewu ini pun mulai dari pukul 07.00 – 21.00 WIB dan selalu buka pada setiap hari. Fasilitas yang terdapat di bangunan ini pun cukup memuaskan karena kita akan disuguhi dengan pemandangan bangunan lawas yang kata anak milenial sekarang ini disebut dengan bangunan aesthetic yang dapat dijadikan sebagai latar belakang berfoto ria atau swafoto untuk mengabadikan momen. Selain itu terdapat museum mini yang berisi dan bercerita tentang sejarah bangunan lawang sewu dan kota Semarang ini sejak penjajahan.

Rute yang dapat anda tempuh untuk sampai ke Lawang sewu ini dari arah Simpang Lima yaitu anda hanya perlu lurus mengikuti Jalan Pandanaran hingga nantinya anda akan menemukan bundaran Tugu Muda, nah anda harus memutari bundaran Tugu Muda untuk sampai di Bangunan Lawang Sewu yang berada di Kiri jalan. Waktu yang anda tempuh dari Simpang Lima menuju Lawang Sewu pun tak banyak, hanya memerlukan kurang lebih 15 menit untuk sampai dengan catatan tidak macet ya. Anda dapat menggunakan fasilitas transportasi umum seperti trans semarang, angkutan, ojek online dan bus wisata yang telah disediakan oleh pemerintah Semarang secara gratis.

Tugu Muda Semarang

Letak Tugu Muda tidak jauh dari Lawang Sewu yaitu tepat berada di depannya yaitu Jalan Pemuda Sekayu, Semarang Tengah. Tugu muda menjadi bangunan yang dibangun sebagai bukti dari sejarah perjuangan pertempuran Lima Hari di Semarang. Tugu Muda ini menggambarkan tentang semangat dan sikap patiotrisme perjuangan warga Semarang dalam mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Mulai dari tua hingga muda, laki-laki dan perempuan, semuanya ikut membela dan mempertahankan berdirinya Negara Indonesia.

Lawang Sewu
Tugu Muda
source: Tripadvistor.com

Tugu Muda dibangun dari 10 November 1951 hingga 20 Mei 1953 dengan ketinggian 53 meter yang terbuat dari batu yang sekarang ini dihiasi dengan kolam air mancur dan lampu hias pada malam hari. Bentuknya yang seperti lilin menyala memiliki arti semangat yang membaa dari para pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Terdapat tiga bagian dari bangunan Tugu Muda ini yaitu dasar, badan dan kepala yang pada sisi dasar memiliki relief yang menggambarkan perjuangan warga Semarang. Sekeliling bangunan Tugu Muda ini dibangunlah taman hijau yang mengelilinginya.

Saat berada di Tugu Muda disarankan untuk anda datang pada sore dan malam hari agar latar belakang swafoto anda menjadi lebih menarik karena di hiasi lampu yang berada di bangunan Tugu Muda ini. Rute yang dapat anda tempuh dari Simpang Lima menuju Tugu Muda pun tidak jauh berbeda dengan rute yang anda tempuh untuk menuju ke Lawang Sewu.

Gereja Blenduk Semarang

Gereja Immanuel Semarang atau lebih dikenalnya dengan sebutan Gereja Blenduk adalah sebuah gereja umat agama Kristen tertua di Jawa Tengah yang terletak di Kota Semarang. Gereja ini terletak di kawasan kota lama atau di Jalan Letjend. Suprapto 32, Semarang yang dibangun oleh masyarakat Belanda saat masa penjajahan pada tahun 1753 dengan bentuk persegi delapan. Tempat ibadah umat agama Kristen ini memiliki ciri khas dengan atap yang menggelembung setengah lingkaran atau kubah dengan warna merah. Atap kubah ini dilapisi oleh perunggu yang di dalamnya terdapat orgel Barok.

Gereja Blenduk
Gereja Blenduk
source: id.pinterest.com

Gereja ini masih beroperasi sebagai tempat ibadah bagi umat Kristen pada hari minggu. Pada sekitar Gereja Blenduk ini terdapat taman dan beberapa bangunan tua peninggalan zaman Belanda. Biasanya pada malam hari terlebih lagi malam minggu banyak remaja hingga orang tua menghabiskan waktunya untuk berkunjung ke Kota Lama dan beristirahat menikmati keramaian di taman sebelah Gereja Blenduk ini.

Rute yang dapat anda tempuh untuk menuju ke Gereja Blenduk dari arah simpang lima adalah anda harus melalui Jalan Gajahmada terlebih dahulu lalu belok kanan di Jalan Pemuda yang kemudian belok kanan lagi menuju Jalan K.H. Agus Salim dan berbelok ke kiri menuju Jalan Suari. Waktu tempuh yang dibutuhkan hanya 10 – 15 menggunakan motor dan mobil apabila tidak terkendala macet. Anda juga dapat menggunakan fasilitas transportasi umum seperti angkutan umum, bus trans Semarang dan ojek online.

Klenteng Sam Poo Kong Semarang

Bangunan bernuansa Tionghhoa dengan ornament yang berwarna merah yang terletak di Jalan Simongan Raya 129 Bongsari, Semarang Barat, Jawa Tengah merupakan sebuah Klenteng yang bernama Sam Poo Kong dan merupakan tempat persinggahan dari Laksamana Cheng Ho. Terdapat beberapa benda hingga patung Laksamana Cheng Ho di dalam klenteng tersebut. Selain itu Klenteng Sam Poo Kong juga mengadakan event festival Cheng Ho yang dilakukan pada bulan Agustus setiap tahunnya yang diramaikan dengan adanya perlombaan barongsai di bangunan panggung utama.

Klenteng Sam Poo Kong, Semarang
Klenteng Sam Poo Kong
source: manusialembah.com

Tak lengkap rasanya jika berkunjung tanpa mengabadikan momen dengan berfoto ria berlatar belakang bagunan Klenteng Sam Poo Kong yang berwarna merah. Klenteng ini masih aktif digunakan umat Budha untuk beribadah, jadi dimohon kepada pengunjung untuk menghormati dan menjaga ketertiban saat berkunjung. Anda dapat mulai berkunjung pada pukul 09.00 – 23.00 WIB pada hari Senin hingga Minggu. Hanya membayar Rp 28.000 anda sudah mendapatkan tiket masuk dan dapat menikmati pemandangan serta suasana yang disuguhkan oleh Klenteng Sam Poo Kong ini.

Rute yang dapat anda tempuh apabila ingin berkunjung ke Klenteng Sam Poo Kong dari arah Simpang Lima cukup mudah yaitu anda hanya perlu melalui Jalan Pahlawan yang akan menuju ke perempatan depan Polda Jawa Tengah. Lalu ke arah Jalan Veteran dan melewati RSUD Dr. Kariadi. Ambil jalan lurus hingga anda melewati sebuah jembatan, dari situ anda sudah dapat melihat bangunan Sam Poo Kong yang berwarna merah segar di sebelah kiri jalan.

Jadi sekarang anda sudah tahu apabila berlibur ke Kota Semarang harus pergi kemana bukan. Oh ya, anda juga dapat menggunakan bus wisata yang telah disediakan oleh pemerintah Kota Semarang secara gratis, klik disini untuk mengetahui informasi lebih lanjutnya!.