Ice Cave Glacier di Islandia

Liburan ke negeri orang memang sangat menyenangkan, salah satunya ke Islandia. Meskipun menjelajah Islandia untuk menikmati liburan, tentunya perlu persiapan yang sangat matang. Untuk menentukan tujuan berwisata, gaya liburan, budget, dan lain sebagainya faktor ini mempunyai pengaruh yang kuat dalam merancang liburan kamu. Mungkin memang sulit bagaimana mengatur jadwal liburan yang mantap, apalagi menentukan budgetnya. 

Jika kamu tidak ada bayangan budget, memang agak sulit untuk memutuskan tujuan budget. Apalagi Islandia sangat terkenal sebagai negara yang “mahal” karena standar hidupnya yang tinggi, dan juga dengan gaji rata-rata penduduknya yang tinggi. Lama perjalanan kamu di Islandia akan dipengaruhi dengan budget yang kamu sediakan. Pengeluaran kamu selama perjalanan dapat dikategorikan dalam 5 atau 6 kelompok yaitu. 

  1.  Tiket pesawat internasional
  1. Visa
  1. Akomodasi
  1. Makanan/minuman
  1. Aktivitas
  1. Oleh-oleh(opsional)

Kira-kira untuk berwisata ke Islandia perlu berapa biaya totalnya? Berikut mari kita teliti satu per satu.

1. Tiket Pesawat Internasional

Sebagian besar perjalanan ke Islandia akan dimulai dari kedatangan di Islandia, dan pilihan wisata pun dapat diakses melalui situs web Iceland Guide. Untuk biaya tiket pesawat ke Islandia tidak termasuk dalam biaya perjalanan sehingga harus dipesan secara terpisah. Untuk harga tiket perjalanan ke Islandia akan bervariasi sesuai dengan kapan kamu berencana untuk berangkat. 

Kebanyakan wisatawan yang baru pertama kali datang ke Islandia memilih musim panas karena suhunya tidak terlalu ekstrim, dan lebih banyak aktivitas seperti hiking di musim panas. Jangan lupakan fenomena “midnight sun“, yaitu matahari bersinar hingga tengah malam, yang memungkinkan para fotografer merekam pemandangan unik negara Nordik ini. Dipengaruhi juga oleh libur sekolah Juli-Agustus, musim panas merupakan peak season pariwisata Islandia, dan harga tiket pulang pergi dari Jakarta musim ini diperkirakan sekitar 26 juta Rupiah.

Aurora/Northern Lights di Islandia

Selain itu, adapun musim dingin di Islandia yang memungkinkan kamu untuk melihat Aurora/Northern Lights dan juga kamu dapat mengunjungi ice cave yang merupakan gua terbentuk alami dari es di dalam glacier. Perjalanan ke ice cave ini sangat populer yang dilaksanakan antara November-Maret, dan juga ditambah pengaruh pada libur Natal, Tahun Baru, Tahun Baru Imlek, dan juga musim dingin yang termasuk high season. Harga tiket pesawat ke Islandia pada musim dingin akan berkisar antara 21 juta Rupiah sampai 26 juta ke atas, untuk pulan pergi dari Jakarta. 

Tiket pesawat bisa dilakukan langsung online dari situs-situs sebagai berikut:

– Dohop

Situs Dohop ini merupakan situs untuk pemesanan tiket pesawat yang sangat mudah digunakan, karena tersedianya pilihan “flexible dates” yang dapat kamu gunakan untuk mencari tiket termurah pada musim tertentu. 

– Skyscanner

Tidak hanya Dohop, situs Skyscanner juga menyediakan pilihan pencarian tiket fleksibel yang dimana kamu dapat memilih 1 bulan dan mencari tiket termurah di dalam bulan tersebut, atau juga “cheapest month” dimana search engine akan membantu kamu untuk menemukan tiket termurah di dalam satu tahun.

Selain dari dua situs tersebut, kamu dapat mencari tiket perjalanan pesawat melalui situs web lain ataupun aplikasi perjalanan. 

2. Visa

Untuk Visa, hal itu tergantung dengan negara domisili kamu yang dimana memungkinkan kamu untuk memerlukan Visa saat berkunjung ke Islandia. Islandia ini termasuk dalam Schengen Area, yang apabila kamu tidak memiliki Visa Schengen maka kamu harus menyediakan dokumen mengenai asuransi travel, informasi akomodasi, informasi buku tabungan bank, dan lain sebagainya. Biaya pengurusan Visa di Kedutaan Besar berbeda-beda tergantung dengan negara domisili. Untuk mengenai biaya pengurusan Visa dan dokumen apa saja yang diperlukan di Kedutaan Besar, kamu dapat menghubungi langsung Kedutaan Besar negara domisili kamu. 

Baca Juga : 2 Dokumen Penting Soal Visa Turis Islandia untuk Kamu yang Ingin Berlibur ke Pulau Terbesar Kedua di Eropa

3. Akomodasi

Ada banyak jenis akomodasi di Islandia. Hotel, guesthouse, apartemen (airBnB) dan hostel dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan anggaran kamu.

Saat menginap di hotel, wisatawan tidak perlu khawatir tentang manajemen kamar dan layanan, karena ada staf di meja resepsionis yang siap membantu wisatawan menghubungi perjalanan, atau untuk tujuan merekomendasikan atau reservasi meja restoran, dan lain-lain. Hotel-hotel di Islandia berpusat di Reykjavík, sementara hotel yang tersebar di seluruh negeri relatif terbatas dalam jumlah dan kualitas kamar. Untuk daerah yang lebih terpencil, mungkin tidak ada hotel, hanya hotel dengan kamar mandi umum (kamar hotel tidak memiliki kamar mandi pribadi). Tergantung musim, harga kamar untuk 2 orang di hotel standar berkisar antara Rp 3,3 juta hingga Rp 6 juta.

Berbeda dengan hotel, menginap di apartemen atau airBnB tentunya tidak akan dilengkapi dengan layanan concierge/resepsionis, melainkan dilengkapi dengan fasilitas dapur guna meminimalisir pengeluaran untuk makan di luar. Karena peraturan baru di Reykjavik yang berlaku mulai Juli 2017, tidak dapat menjemput tamu langsung di depan apartemen dan kamu diharuskan untuk menunggu di titik penjemputan terdekat. Tergantung pada alamat apartemen/airBnB, terkadang perlu naik taksi ke titik penjemputan terdekat. Oleh karena itu, pengaturan taksi harus dilakukan secara mandiri. Biaya sewa apartemen atau airBnB akan tergantung pada lokasi, ukuran dan fasilitas yang tersedia.

Akomodasi di hostel bisa dikatakan sebagai pilihan yang paling ekonomis.Hampir kebanyakan di hostel menyediakan 2 tipe kamar, yaitu kamar pribadi (double atau single) ataupun kamar dormitory (asrama) yang berisi 1 ruang besar dilengkapi dengan tempat tidur tingkat atau bunk bed sehingga kamar tersebut dapat digunakan bersama dengan 6 sampai 8 orang. Menyesuaikan dengan musim, 1 kamar untuk 2 orang di hostel standarnya berkisar antara 1,8 juta Rupiah atau sampai 4 juta. 

Semua harga tempat penginapan akan berubah menyesuaikan dengan musim dan juga sehubungan dengan kedatangan. Apabila kamu memesan kamar dengan short notice, dengan check-in 1-2 hari setelah pemesanan maka biasanya harga kamar juga semakin mahal. 

4. Makanan dan Minuman

Fish and Chips, Makanan di salah satu restoran di Islandia

Biaya rata-rata untuk makan di restoran biasa(tanpa minuman, air keran di Islandia gratis di semua restoran) sekitar Rp 260.000 per porsi. Kalau bisa cukup dengan sandwich yang ada di supermarket, harga per bungkusnya sekitar Rp 80.000. Apabila berencana untuk belanja di supermarket dan masak sendiri di dapur akan lebih murah apabila berlibur dengan 3-4 orang. Telur biasanya dijual per 12 butir, sekitar Rp 65.000 per pak, dan roti tawar yang dijual satu loyang harganya sekitar Rp 50.000 per bungkus.

5. Aktivitas

Tergantung bagaimana kamu menghabiskan liburanmu, pengeluaran kegiatan di Islandia akan bervariasi. Ada 2 rombongan turis di Islandia yang menyewa mobil sendiri dan naik bus wisata dari Reykjavik. Rata-rata biaya sewa mobil akan lebih rendah daripada perjalanan bus. Pertanyaannya adalah apakah kamu terbiasa mengemudi di sebelah kanan, dan apakah kamu siap untuk mempelajari kondisi jalan, rute yang akan diambil, dan daerah yang ingin kamu tuju. Untuk sewa mobil di Islandia di musim dingin, direkomendasikan untuk wisatawan yang terbiasa mengemudi di jalan es yang basah dan licin. Di musim panas, tidak ada masalah lain kecuali mengemudi di sisi kanan jalan (seperti di Amerika Serikat) .

Lain halnya dengan naik bus wisata, kamu bisa duduk dan membiarkan pemandu menentukan rute terbaik untuk dikunjungi, sembari mendengarkan deskripsi lengkap kawasan tersebut. Seperti yang kamu ketahui, meskipun bahasa resmi di Islandia merupakan Bahasa Islandia, semua tur yang ada disana akan menjelaskan menggunakan Bahasa Inggris. Bagi kamu yang kurang fasih juga tidak perlu khawatir, kebanyakan tour guide juga sudah terbiasa berkomunikasi dengan berbagai turis mancanegara yang tidak bicara Bahasa Inggris.