Afganistan atau Republik Islam Afganistan adalah negara Benua Asia Selatan yang memiliki kekayaan warisan budaya sejak lebih dari 5.000 tahun yang lalu dan menyerap unsur-unsur dari banyak budaya, terutama dari Iran (Persia) dan India. Perpaduan budaya ini berkembang di banyak sejarah Afganistan. Kebanyakan orang Afganistan tinggal di luar kota, cara hidup mereka dapat digambarkan sebagai suku petani.

Olahraga di Afganistan umumnya merupakan olahraga bela diri. Contohnya seperti gulat yang bersifat universal, bisa sebagai permainan maupun untuk olahraga. Kokoh dan lincah, anjing afgan yang populer di Barat karena keindahannya, awalnya dibiakkan untuk kecepatan, kelincahan, dan kemampuan berburu.

Dan yang akan kita bahas di artikel ini adalah olahraga nasional Afganistan yang paling populer, permainan buzkashi. Jika diterjemahkan, kata “buzkashi” artinya adalah “perebutan kambing“. Asal mula permainan ini didasarkan pada suku-suku Afganistan yang berlari menunggang kuda untuk mencuri kambing suku saingan dari kawanannya. Olahraga ini diwariskan dari generasi ke generasi oleh orang-orang Turki di Asia Tengah berabad-abad yang lalu. Buzkashi lebih dari sekedar permainan; ini adalah bagian dari struktur kehidupan orang Afganistan. Dan popularitasnya tidak pernah pudar.

Meskipun buzkashi adalah olahraga nasional, olahraga ini telah bermigrasi ke seluruh Asia Tengah dan telah diadopsi oleh sejumlah kelompok etnis yang berbeda termasuk orang-orang Kazakh, Tajik, dan Kyrgyz.

Sering disebut sebagai hobi nasional, kontes ini melibatkan para penunggang kuda — terkadang dalam tim tetapi seringkali individu — melawan satu sama lain untuk mengamankan bangkai kambing atau anak sapi tanpa kepala (beratnya sekitar 20–40 kg) dan membawanya ke ‘gawang’ sekaligus menangkis lawan. Berikut ini adalah hal-hal menarik tentang buzkashi.

Baca juga: Jalan-jalan ke Pakistan? Coba Aktivitas Favorit Turis di 3 Kota Penuh Euforia ini!

1. ‘Bola’ yang digunakan

Para chapandaz yang sedang bertanding. Source

Hal yang paling menonjol dan yang membedakan olahraga ini dengan olahraga lainnya adalah penggunaan tubuh kambing atau anak sapi mati yang kepala dan lututnya sudah dipotong, serta isi perutnya dikeluarkan sebagai bola. Sehari sebelum pertandingan dimulai, kambing atau anak sapi dipilih dan disembelih secara halal. Tenggorokannya diiris hingga berdarah, seperti yang dilakukan penyembelih hewan kurban. Hewan itu kemudian dipenggal, lututnya dipotong, dan dikeluarkan isi perutnya. Lalu kulitnya dijahit kembali dan tubuhnya direndam dalam air selama 24 jam agar dagingnya mengeras dan memperkuat kulitnya. Setelah pertandingan selesai, kambing atau anak sapi dipanggang.

Baca juga: 15 Tujuan Wisata Budaya di Dubai Ini Dipenuhi Cultural Beauty yang Tak Anda Ketahui!

2. Bukan hanya sekedar olahraga

Pertandingan buzkashi di Mazar. Source

Sepintas buzkashi tampak seperti latihan perang yang disamarkan sebagai olahraga karena para pemain saling bersaing dengan menunggang kuda. Tetapi sebenarnya buzkashi sendiri adalah pertempurannya. Di luar olahraga, buzkashi adalah ritual, upacara ujian kekuatan, kelicikan, dan keberanian. Karena buzkashi adalah metafora untuk kekuasaan, pangkat, dan hierarki.

3. Perlengkapan bertanding

Chapandaz yang sudah siap dengan perlengkapan bertandingnya. Source

Perlengkapan yang mereka kenakan saat melakukan pertandingan juga khas. Yaitu mantel tebal, helmet khusus, cambuk untuk kuda, pelindung lutut, dan sepatu bot kulit yang kokoh. Karena tekanan benturan kuda cukup kuat untuk menghancurkan kaki, maka pemain buzkashi, atau yang disebut chapandaz sering menggunakan batang kayu atau logam di bawah sepatu bot kulit mereka untuk perlindungan ekstra.

Baca juga: 4 Cultural events yang paling Meriah Terbaik dan Termahal di Indonesia.

4. Adanya sponsor yang meningkatkan kepopuleran

Cukup banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan olahraga nasional ini. Tokoh-tokoh berpengaruh sering kali mensponsori pertandingan buzkashi sebagai tanda kekayaan dan pengaruh mereka.

Chapandaz saat ini memiliki sponsor pribadi, didukung oleh influencer kaya yang mendambakan reputasi dan kesuksesan. Popularitas olahraga nasional ini melonjak di Afganistan, dengan beberapa pertandingan menarik ribuan penonton. Aktivis hak-hak hewan dimengerti akan merasa kurang nyaman dengan penggunaan bangkai hewan dalam olahraga, tetapi popularitas buzkashi tidak menunjukkan adanya tanda-tanda penurunan.

5. Aturan

Buzkashi sebenarnya tidak memiliki banyak aturan, aturan utamanya adalah tidak mencambuk chapandaz lain atau dengan sengaja menjatuhkan mereka dari kudanya. Namun untuk di Kabul sendiri, mereka memiliki aturan-aturan ketat yang harus dipatuhi, yaitu sebagai berikut:

  1. Tanah memiliki tata letak persegi dengan panjang setiap sisinya.
  2. Setiap tim terdiri dari 10 chapandaz.
  3. Hanya lima chapandaz dari masing-masing tim yang bisa bermain setengah.
  4. Durasi total setiap babak adalah 45 menit.
  5. Hanya ada satu jeda 15 menit di antara kedua babak.
  6. Pertandingan diawasi oleh seorang wasit.

Setelah mengenal buzkashi, menonton pertandingan buzkashi sudah bisa masuk to do list kalian jika berencana berlibur ke Afganistan, dong! Happy traveling!

Baca juga: Lembang Park And Zoo, Taman yang Baru Dibuka Tahun 2020 dan Buat Excited Wisatawan