Desa Fiji yang Indah Untuk Dijadikan Destinasi Wisata – Fiji merupakan sebuah negara kepulauan di selatan Samudra Pasifik, di sebelah timur Vanuatu, sebelah barat Tonga, dan sebelah selatan dari Tuvalu. Fiji  memiliki 1.193 desa dengan 15 provisi.

Fiji menjadi semakin terkenal setelah adanya lokasi syuting aktor Hollywood, Tom Hanks, dalam film Cast Away. Nama negara di Kepulauan Pasifik ini juga semakin terkenal karena menjadi salah satu yang paling cepat terbebas dari virus corona. Fiji juga secara konsisten menjaga kelestarian alam, terutama soal penanganan sampah dan limbah dari para turis.

Beragam Wisata ditawarkan di negara kepulauan ini tak salah satunya pantai. Namun, bagi kamu yang ingin mengenal lebih dalam dengan beragam budaya “desa” dapat dijadikan alternatifnya. Memilih desa untuk mengenal beragam budaya serta adat istiadat merupakan sebuah keputusan yang baik untuk kamu yang ingin healing sambil menambah pengetahuan.

Berikut Desa Di Fiji yang Indah Untuk Dijadikan Destinasi Wisata.

Desa Fiji-Korovou

Salah Satu Penduduk Sedang Di Perkebunan | Sumber : Zoom Fiji Photography

Korovou merupakan sebuah desa di Provinsi Tailevu Fiji , 31 km dari Nausori dan dianggap sebagai pusat industri susu Fiji yang didirikan pada akhir Perang Dunia Pertama oleh pemukim Inggris di atas tanah yang disumbangkan oleh kepala suku Fiji .

Keturunan asli yang tinggal disini masih mengoperasikan beberapa peternakan sapi perah Korovou dan sisanya beremigrasi pada akhir 1960-an dan menjual tanah mereka kepada investor Indo-Fiji yang membuat marah kepala daerah yang mengklaim bahwa tanah yang diberikan oleh orang Fiji harus dikembalikan kepada mereka. Sebuah kesepakatan akhirnya berhasil, di mana mantan pemilik tanah akan memiliki opsi pertama untuk membeli pertanian apa pun yang akan dijual. Di dekat Korovou terdapat Natovi Landing , sebuah pelabuhan yang digunakan oleh feri ke Ovalau dan Vanua Levu. 

Baca Juga 3 Jalur Kereta Utama Di Eswatini yang Keren Banget

Navala

Rumah Tradisional | Sumber : Cush Travel Blog

Navala adalah sebuah desa di Dataran Tinggi Ba di utara-tengah, Fiji . Dibingkai oleh pegunungan hijau, bures (pondok) jerami tradisional di desa berusia 200 tahun yang menawan ini menjadi salah satu tempat pemandangan pedalaman yang paling layak untuk difoto. Ini adalah salah satu dari sedikit pemukiman di Fiji yang tetap sepenuhnya arsitektur tradisional. Navala sebenarnya adalah tiga pemukiman yang disatukan dan  dilindungi oleh pegunungan-pegunungan. Navala berada di seberang sungai maka dari itu sering banjir dan merupakan alasan utama isolasi Navala dari kota-kota lain.

Desa ini juga merupakan situs wisata yang cukup populer. Navala juga sangat istimewa karena semua rumahnya berukuran sama. Semua bur memiliki tiang logam yang juga dikenal sebagai Bou (dalam bahasa Fiji). Bous kebanyakan ditempatkan di rumah kepala suku. Ini menunjukkan kesetaraan Navala, dan merupakan salah satu alasan mengapa Navala adalah desa yang istimewa.

Tur desa dimulai dengan upacara penyambutan savusavu dan kava dengan kepala suku. Disini kamu akan berkeliling desa, bertemu penduduk yang ramah, berenang di air dingin Sungai Ba, dan belajar tentang kehidupan lokal. Kamu mungkin melihat orang membangun atap atau menjemur kelapa atau pisang di bawah sinar matahari, atau Anda mungkin bertemu anak-anak di sekolah dasar dan jangan lupa untuk mencoba  makan talas, singkong, buah tropis, dan hidangan lokal Fiji.

Visesei

Tarian Tradisional| Sumber : HipPostcard

Viseisei berlokasi tidak jauh dari Kota Nadi dan akan memberi kamu kesempatan untuk mengalami kehidupan di salah satu desa Fiji. Kamu dapat mengunjungi tempat-tempat seperti sekolah, balai komunitas, dan penghijauan desa. Jika kamu berkunjung, kamu juga akan melewati batu nisan kepala desa yang penting. Pastikan untuk mengenakan pakaian yang menutupi lutut, lengan atas, serta bahu dan ingat untuk tidak pernah mengenakan topi di desa Fiji.

Selain itu, Anda dapat mengatur kunjungan ke situs bersejarah terdekat  seperti Vudu yang diyakini sebagai situs paling awal tempat tinggal manusia di pulau-pulau tersebut.

Bagi kamu yang ingin berkunjung ke desa-desa pilihan di atas tak usah hawatir karena negara ini bisa menggunakan visa on arrival yang berlaku selama 30 hari.