Kamu ingin pergi liburan ke Islandia? Tentunya, kamu harus tau tentang Visa Turis Islandia, yaitu Visa Schengen. Tahu kah kamu bahwa Indonesia tidak memiliki kantor khusus Kedutaan Besar di Islandia. Hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Islandia tergabung dalam perwakilan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Oslo sejak 1983. Oleh Karena itu, warga negara Indonesia yang ingin mengunjungi Islandia harus memiliki Visa Schengen apapun tujuan kunjungannya. Baik untuk liburan, pekerjaan, maupun pendidikan.

Perancis dan Jerman adalah pionir visa Schengen ini bersama dengan Belgia, Belanda, dan Luksemburg menjadi negara pertama yang menandatangi Schengen Agreement pada 1985. Tujuannya visa Schengen ini yaitu untuk membebaskan warga negara Eropa yang tergabung dalam pengawasan mobilitas keluar-masuk negara Area Schengen. Kesuksesan visa Schengen ini membuat program ini melebarkan sayapnya dan membuka untuk negara-negara Eropa lainnya yang memenuhi kualifikasi. Islandia sendiri bergabung pada 1996 bersama dengan empat negara lainnya, yaitu Denmark, Finlandia, Norwegia, dan Swedia. Namun, Visa Schengen berlaku mulai 2001 di Islandia. Islandia bergabung dengan Schengen Area atas dasar anggota dari perdagangan bebas Eropa atau disebut juga dengan EFTA.

Meskipun pada awalnya kamu hanya akan mengunjungi Islandia, tetapi jika kamu memiliki Visa Schengen kamu bisa bebas masuk ke negara-negara yang tergabung dalam Schengen Area maksimal 90 hari. Menarik bukan, travelers? hanya dengan 1 dokumen, kamu sudah bisa keliling Eropa, lho! Namun, kamu juga harus perhatikan ketentuan-ketentuan lain terkait Covid-19 di Islandia. Yuk simak lebih lanjut untuk mendapatkan info seputar visa turis Islandia

Dokumen Umum Visa Turis Islandia

pengisian form aplikasi visa turis Islandia
Applying form application
  1. Formulir aplikasi Visa Schengen. Isi secara online kemudian cetak. Formulir in harus ditandatangani dan diserahkan kepada kedutaan/konsulat/perwakilan negara asal bersamaan dengan dokumen umum lainnya.
  2. Pas foto 35x45mm. foto terbaru, tidak lebih dari 6 bulan. Latar foto polos dan cerah, direkomendasikan warna abu (hitam dan putih tidak diperbolehkan). Hindari warna pakaian yang sama dengan latar foto.
  3. Salinan paspor dan visa sebelumnya.
  4. Asuransi Kesehatan Perjalanan. Kamu direkomendasikan memiliki asuransi AXA Assistance atau Europ Assistance yang belaku di area Schengen dan EFTA.
  5. Cover Letter tujuan dan rencana perjalanan di Islandia.
  6. Rencana penerbangan. Tanggal masuk dan keluar Islandia serta nomor penerbangan.
  7. Reservasi hotel berserta durasi menginap.
  8. Dokumen yang membuktikan status kewarganegaraan. Contohnya akta kelahiran.
  9. Bukti kemampuan finansial selama berada di Islandia. Warga negara asing yang berada di Islandia harus membuktikan setidaknya memiliki 4.000 ISK atau sekitar 483.450 IDR per hari. Biasanya kamu harus melampirkan bank statement selama 6 bulan terakhir.

Dokumen Khusus

Beberapa dokumen khusus yang perlu kamu persiapkan berdasarkan tujuan dan rencana perjalananmu ke Islandia. Untuk bisa mendapatkan visa turis Islandia, maka kamu harus memenuhi dokumen khusus turis. Cukup dengan tambahan 3 dokumen khusus kamu bisa mendapatkan visa turis Islandia:

  1. Surat undangan dari teman atau keluarga yang tinggal di Islandia beserta dengan alamat dan nomor telepon (jika berlaku).
  2. Bank Statement 6 bulan terakhir.
  3. Salinan paspor.

Jika kamu adalah seorang pelajar yang belum cukup umur dan belum memiliki pendapatan namun ingin liburan ke Islandia, jangan khawatir kamu juga hanya perlu melampirkan 3 dokumen khusus:

  1. Bukti pendapatan tetap orang tua. Dapat berupa surat kerja kontrak disertai dengan nominal pendapatan, bank statement, atau bisa juga lisensi bisnis.
  2. Izin perjalanan dari orang tua.
  3. Jika salah satu orang tua tinggal di negara lain, izin perjalanan dapat disahkan.

Perpanjangan Visa

visa illustration

Kamu belum puas berlibur di Islandia namun masa visa mu sudah berakhir? Tenang travelers, kamu bisa mengajukan perpanjang untuk bisa tinggal lebih lama di Islandia. Visa tersebut disebut dengan short-stay visa. Tentunya terdapat hal yang harus kamu penuhi. Meskipun kemungkinan kecil diterima oleh kedutaan, namun apa salahnya mencoba. Hal yang perlu penhi adalah pernyataan berupa alasan kuat mengapa kamu harus mendapatkan perpanjangan visa.

Perlu diperhatikan bahwa kamu harus mengurusnya sebelum tenggat waktu visa. Kamu bisa datang ke kantor imigrasi Islandia. Jika kamu lakukan setelah masa tenggat waktu, meskipun sehari, kamu akan dideportasi karena overstaying. Alasan kamu tidak akan berpengaruh jika kamu mengurus setelah tenggat waktu. Jadi pastikan kamu tepat waktu yaa.

Bagaimana travelers, sudah siap liburan ke Islandia? Yuk, segera persiapkan visa turis Islandia kamu!