Surat keterangan bebas COVID-19 menjadi salah satu dokumen penting yang wajib disertakan bila ingin berpergian dengan alat transportasi umum. Calon penumpang wajib menunjukkan surat ini kepada petugas sebagai bukti bahwa dia telah melakukan pengecekan virus Corona dan terbebas dari virus tersebut. Dokumen ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan virus Corona di dalam alat transportasi umum sehingga dapat mencegah terbentuknya klaster baru di daerah lain. Berpergian saat situasi pandemi seperti ini sebetulnya sangat tidak dianjurkan karena dapat menyebarkan virus Corona dan meningkatkan jumlah kasus pasien positif COVID-19 dengan sangat cepat. Namun, dengan adanya persyaratan dokumen surat keterangan bebas COVID-19 diharapkan dapat mencegah terjadinya hal-hal buruk di atas.

Tidak semua alat transportasi umum membutuhkan dokumen ini. Hanya alat transportasi yang mengangkut penumpang untuk jarak jauh yang memerlukan dokumen ini. Alat transportasi tersebut antara lain pesawat, kereta api jarak jauh, kapal laut, dan sebagainya. Sedangkan, alat transportasi commuter jarak dekat, seperti kereta api commuter line, bus TransJakarta, angkutan kota, becak, bajaj, taxi, ojek, dan alat transportasi pribadi, tidak perlu meyertakan surat keterangan bebas COVID-19 saat berpergian.

Walaupun di tengah situasi pandemi seperti ini, ada kalanya kita terpaksa berpergian jarak jauh untuk mengurus kepentingan yang mendesak atau ingin mengunjungi kerabat kita untuk sekedar melepas rindu yang sudah tidak terbendung. Sebelum itu semua dapat dilaksanakan, kita perlu mengurus sebuah surat penentu, yang menentukan dapat atau tidaknya kita pergi, yaitu surat keterangan bebas COVID-19.

Cara Memperoleh Surat Keterangan Bebas COVID-19

Surat Keterangan Bebas COVID-19
Surat Keterangan Bebas COVID-19

Calon penumpang yang ingin memperoleh surat keterangan bebas COVID-19 dapat mengunjungi klinik atau rumah sakit yang menyediakan pelayanan rapid test atau tes PCR. Untuk memastikan klinik atau rumah sakit tersebut menyediakan layanan rapid test atau tes PCR, calon penumpang dapat menelepon klinik atau rumah sakit yang akan dijadikan tujuan tempat tes. Calon penumpang juga dapat membuat jadwal tes terlebih dahulu dengan pihak klinik atau rumah sakit.

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemilihan jenis tes COVID-19 ini adalah harga, keakuratan, dan waktu memperoleh hasil tes. Harga tes PCR lebih mahal daripada rapid test, tetapi keakuratan tes PCR lebih besar daripada rapid test. Selain itu, waktu memperoleh hasil tes PCR juga lebih lama dibandingkan rapid test. Oleh sebab itu, pengecekan COVID-19 lebih baik dilakukan beberapa hari sebelum hari keberangkatan untuk memastikan surat keterangan bebas COVID-19 telah diperoleh.

Sekarang beberapa perusahaan penyedia jasa transportasi telah menyediakan berbagai fasilitas pengecekan COVID-19 yang dapat memudahkan calon penumpang dalam memperoleh surat keterangan ini. Beberapa perusahaan tersebut telah bekerja sama dengan klinik atau rumah sakit tertentu untuk memberikan layanan rapid test gratis kepada calon penumpangnya. Bahkan saat ini telah tersedia layanan rapid test secara langsung di bandara dan stasiun besar agar penumpang tidak perlu lagi repot-repot mencari klinik atau rumah sakit yang menyediakan layanan rapid test.

Setelah memperoleh dokumen tersebut, bukan berarti calon penumpang tidak perlu menaati protokol kesehatan lagi. Malahan calon penumpang harus lebih ketat dalam mengikuti setiap protokol kesehatan saat berpergian agar tidak menularkan virus Corona di tempat baru atau kepada anggota keluarga yang akan dikunjungi. Akan sangat disesalkan bila kunjungan kita ke tempat orang yang kita kasihi justru membuatnya atau bahkan seluruh keluarganya menjadi terinfeksi virus Corona akibat kelalaian kita dalam mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga: Dokumen Untuk Pergi Ke Bali dan Seoul