Hai, sobat traveladdict! Siapa sih yang belum tahu serial Emily in Paris? Bagi kamu pengagum ibu kota negara Prancis, pasti kamu sudah nonton serial Netflix yang satu ini, kan? Yup! Setelah nonton serial ini pasti kamu sudah mendapatkan minimal sedikit gambaran mengenai budaya Prancis khususnya di Paris. Namun, banyak netizen yang tidak setuju dengan bagaimana sang sutradara menggambarkan budaya Prancis dalam Emily in Paris sehingga memicu perdebatan seru di media sosial.

Emily in Paris sendiri merupakan serial produksi Netflix yang dirilis pada 2 Oktober 2020. Dibintangi oleh Lily Collins, serial ini cukup berhasil menarik penonton dengan nilai 7.1% di situs IMDb. Plotnya menceritakan tentang Emily Cooper, wanita asal Amerika yang ditugaskan untuk bekerja di salah satu perusahaan di Paris. Serial Netflix dengan 10 episode ini banyak menampilkan adegan yang menggambarkan bagaimana orang-orang di ibu kota Prancis ini melakukan kesehariannya.

Berikut ini kami akan membahas lebih lanjut mengenai budaya Prancis seperti apa yang digambarkan dalam Emily in Paris, sobat traveladdict. Apakah benar memicu perdebatan? Eits, sebelum membaca lebih jauh, sebaiknya kamu wajib tonton dahulu serial Netflix yang satu ini, ya. Kalau sudah, yuk langsung saja simak sampai habis!

Baca juga: 7 Tempat Tersembunyi di Paris, Wajib Dikunjungi Turis!

Orang Prancis Menjunjung Tingggi Kesopanan

Menjunjung tinggi kesopanan menjadi hal yang paling disoroti dalam Emily in Paris. Sang tokoh utama, Emily, wanita dari Amerika yang datang ke Paris untuk urusan pekerjaan, mengalami culture shock di lingkungan tempat kerja barunya. Hal tersebut dikarenakan adanya perbedan budaya antara Emily dan rekan kerjanya.

Emily in Paris

Hal ini sudah terlihat pada adegan di episode pertama Emily in Paris. Dalam Episode tersebut, Emily dengan karakternya yang ambisius dianggap tidak sopan oleh bos dan rekan kerja lainnya. Dengan karakternya tersebut, Emily berbicara dengan lantang dan bersemangat mengenai idenya untuk pemasaran produk di perusahaannya.

Selain itu, Emily juga merupakan karakter yang mempunyai kebiasaan berbicara dengan tempo yang cepat. Kebiasaan ini ditunjukan juga di episode pertama di mana Emily datang di pesta pertemuan para mitra kerja perusahaan. Ditambah pula Emily malah membicarakan pekerjaan di tengah-tengah pesta yang kemudian ditegur oleh bosnya karena sangat tidak sopan.

Emily in Paris
Membahas pekerjaan di pesta dianggap tidak sopan

Memang benar bahwa orang Prancis merupakan orang yang menjunjung tinggi kesopanan. Berbicara terlalu lantang dan terlalu cepat dianggap kurang sopan karena orang Prancis menyukai ketenagan. Selain itu, sangat tidak sopan bagi orang Prancis berbicara tentang pekerjaan di luar lingkungan kantor karena mereka tidak suka waktu santainya terganggu.

Bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja

Ungkapan Luc untuk Emily
Ungkapan Luc mengenai perbedaan budaya bekerja orang Amerika dan

Berkaitan dengan poin sebelumnya, dalam Emily in Paris ditunjukkan bahwa orang Prancis Bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja. Ungkapan tersebut dikatakan oleh rekan kerja Emily,  Luc, karena Emily sangat giat bekerja sehingga bos dan rekan kerja lainnya kurang menyukainya. Budaya bekerja di Prancis dan di Amerika memanglah sangat berbeda.

Ada adegan saat Emily datang jam 8.30 ke kantor padahal jam kerja di sana dimulai dari jam 10.30. Alhasil, Emily mendapati kantornya masih tutup dan dia tidak bisa masuk sebelum jam kerja dimulai. Ini menunjukkan bahwa orang Prancis lebih menghargai waktu luangnya dari pada waktu bekerjanya.

Kembali lagi ke ungkapan yang telah disebutkan, bahwa bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja. Jadi jika kamu dapat kesempatan untuk bekerja di Paris, kamu akan banyak mendapatkan waktu untuk membahagiakan diri sendiri agar tidak merasa kelelahan karena gila kerja. Wow, bisa sering-sering hangout bersama teman-teman, nih!

Dalam Emily in Paris, Pendatang Harus bisa Bahasa Prancis

Emily in Paris
Adegan pertemuan pertama Emily dengan rekan kerjanya dalam Emily in Paris

Keterbatasan Emily dalam berbahasa Prancis, menjadi hambatan baginya untuk berkomunikasi dengan orang lokal bahkan rekan kerjanya. Menurut cerita di dalam Emily in Paris, memang benar bahwa sebenarnya bukan Emily awalnya yang akan ditugaskan ke Paris, melainkan bosnya yang memang menguasai Bahasa Prancis. Dikarenakan bosnya hamil dan tidak bisa berangkat ke Paris, Emily sangat bersemangat untuk menggantikannya walaupun sama sekali tidak bisa berbahasa Prancis.

Lagi-lagi, hal ini dianggap tidak sopan oleh bos barunya di Paris. Emily yang datang ke Paris untuk bekerja seharusnya menguasai Bahasa Prancis. Menggunakan Bahasa Inggris dianggap arogan karena tidak semua bisa berbahasa Inggris, contohnya salah satu rekan kerja di kantor baru Emily. Namun, apa benar pendatang yang datang ke Paris harus bisa Bahasa Prancis?

Emily in Paris
Tak bisa berbahasa Prancis dianggap arogan dalam serial Netflix Emily in Paris

Hmm, mungkin memang benar bahwa tidak semua orang Prancis bisa berbahasa Inggris. Namun, untuk perusahaan agensi marketing yang sangat memungkinkan untuk bekerjasama dengan perusahaan dari luar negeri, seharusnya Bahasa Inggris wajib dikuasai. Jadi, sebenarnya Emily tidak sepenuhnya bersalah bahkan sebenanya dia sangat dibutuhkan dan bisa diandalkan.

Selain itu, Prancis merupakan salah satu negara maju di dunia. Ditambah, Paris merupakan kota yang sangat terbuka untuk turis, mengingat banyaknya wisatawan yang datang karena ingin mengunjungi menara Eiffel. Mungkin orang-orang yang sudah lanjut usia memang kesulitan untuk berkomunikasi dengan Bahasa Inggris. Namun, anak-anak muda di sana pasti sudah sangat familiar dengan Bahasa Inggris.

Jadi, jika kamu berkunjung ke Paris kamu tidak perlu khawatir ada keterbatasan bahasa yang menghambat untuk menikmati liburanmu, ya sobat traveladdict!

Orang-orang yang Tidak Ramah

Emily in Paris
Wanita penjaga gedung apartemen Emily yang tidak ramah

Dalam Emily in Paris, beberapa adegan menunjukkan bahwa orang Prancis terkesan tidak ramah. Bukan hanya rekan kerja dan bos Emily saja, bahkan secara tidak langsung orang lokal di sana juga sangat sinis terhadap Emily. Fakta ini juga dibenarkan oleh teman Emily di Paris, Mindy Chen, yang juga bukan berasal dari Prancis.

Misalnya saja, ada adegan di mana keran pancuran kamar mandi Emily rusak. Ibu-ibu penjaga gedung apartemen yang ditinggali oleh Emily sepertinya tidak menyukai Emily dan selalu marah terhadapnya. Belum lagi penjual bunga yang sangat tidak ramah melayani Emily dan memberinya bunga yang kurang bagus untuk dibeli.

Mungkin hal tersebut dikarenakan orang Prancis cenderung individualis. Mereka tidak terlalu membuka diri terhadap orang lain. Namun, individualisme yang melekat pada orang Prancis bukan berarti mereka egois dan arogan seperti yang ditampilkan di serial netflix Emily in Paris ini. Mungkin karena kebutuhan produksi sehingga adegan tersebut ditampilkan sebagai dramatisasi serial ini.

Laki-laki Prancis yang Suka Merayu

Pria Prancis adalah penggoda
Adegan dalam Emily in Paris yang menampilkan Emily dan Mindy sedang berbincamg di cafe

Stereotip bahwa laki-laki Prancis adalah penggoda wanita juga ditampilkan dalam Emily in Paris. Plot dalam serial netflix ini juga menceritakan kisah cinta Emily di Paris. Laki-laki dari berbagai latar belakang telah Emily jumpai dan kisah cintanya tidak ada yang bertahan lama, bahkan ada yang hanya bertahan satu malam. Belum lagi adanya kisah perselingkuhan bos Emily dengan atasannya.

Kalau untuk poin ini Tampaknya tidak hanya laki-laki Prancis yang selalu menggoda wanita. Sebenarnya di mana pun selalu saja ada laki-laki yang suka merayu wanita, bahkan hingga kisah perselingkuhan tercipta. Mungkin banyak orang yang setuju bahwa laki-laki di belahan dunia manapun juga memiliki sifat yang sama seperti apa yang digambarkan dalam Emily in Paris.

Mungkin kebebasan yang ditampilkan lebih tepat untuk dibenarkan karena budaya di sana memang sangat menjunjung tinggi freedom. Menghargai dan mengapresiasi diri sendiri sangat penting bagi orang Prancis. Jadi, jangan salah kira dulu ya, sobat traveladdict!  

Bebas Merokok

Bebas merokok di mana saja
Bebas merokok di mana saja

Sejak awal episode, Emily in Paris menampilkan rekan kerja bahkan bos di tempat kerja baru Emily  merokok di dalam ruangan. Emily sempat heran dengan orang-orang yang merokok di mana pun dan kapan pun. Bahkan, ada satu adegan yang menampilkan Emily mendapati gadis-gadis dengan baju olahraganya sedang merokok. Jelas ini sangat bertolak belakang dengan realita di Prancis.

Padahal, pada tahun 2007 pemerintah Prancis telah membuat peraturan bahwa masyarakat dilarang merokok di tempat umum. Hal ini dikarenakan demi kesehatan publik, mengingat perokok pasif akan berdampak lebih buruk dari pada perokok aktif. Begitupun juga dengan rokok listrik yang pada awalnya diperbolehkan. Namun, menteri kesahatan kemudian melarangnya karena juga mengganggu kesehatan masyarakat.

Nah, itulah dia pembahasan mengenai budaya Prancis yang digambarkan dalam serial Netflix Emily in Paris, sobat traveladdict. Beberapa poin memang tidak sesuai realita karena dalam adegannya telah dibumbui oleh hiperbola yang dibutuhkan sebuah serial ataupun film agar semakin dramatis. Lagipula, serial  ini dibuat untuk memberikan pandangan mengenai Prancis khususnya Paris melalui sudut pandang orang Amerika.

Maka dari itu, janganlah khawatir jika kamu berencana ingin mengunjungi pusat mode dunia ini. Tenang saja, karena serial hanyalah sebuah serial. Jadi, jangan ragu untuk menaruh Prancis khususnya Paris ke dalam bucket list-mu, ya!