Saat pergi liburan ke Fiji, salah satu hal menarik yang sayang untuk dilewati adalah mengunjungi desa di Fiji. Perlu diketahui, kehidupan penduduk desa di Fiji sangat bergantung dengan alam. Letak rumah mereka berada di pinggir sungai maupun di tengah hutan lebat. Rumah-rumah mereka pun masih beratap jerami.

Meskipun hidup dengan kesederhanaan di dunia yang sudah modern ini, penduduk desa Fiji terkenal akan keramahannya dan kesenangan mereka untuk berbagi. Kamu pasti akan mendapatkan pengalaman unik dan pelajaran hidup yang bisa dipetik sepulang dari sana.

Kehidupan tradisional di pedesaan Fiji masih terasa sangat kental. Oleh karena itu, sebelum berkunjung kamu harus mengetahui apa saja hal-hal yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan. Berikut ulasan beberapa etika yang harus kamu perhatikan sebelum pergi ke pedesaan Fiji.

Baca Juga: Top 5 Kota-Kota Kecil dan Pedesaan di Fiji yang Asyik Untuk Jadi Tujuan Liburan Kamu !

Jangan berkunjung pada hari Minggu

Keluarga penduduk desa di Fiji bersama pengunjung
Sumber: The Planet D

Layaknya banyak orang, akhir pekan memang biasanya dihabiskan untuk beristirahat ataupun berkumpul bersama orang-orang terdekat. Alasan yang sama pun dilakukan oleh penduduk-penduduk desa di Fiji.

Sebagai pengunjung, sebaiknya jangan datang ke desa-desa yang ada di Fiji pada hari Minggu. Meskipun akhir pekan memang saat yang tepat untuk berlibur ke objek wisata, perlu diingat bahwa pedesaan di Fiji bukan hanya sebagai objek wisata semata tetapi juga sebuah pemukiman yang mempunyai aturan setempat.

Oleh karena itu, ketika pertama sebelum kamu mengunjungi desa di Fiji ini penting untuk diketahui agar terhindar dari salah waktu berkunjung dan kamu sebagai pengunjung dan juga penduduk desa sama-sama nyaman.

Memberikan hadiah

Minuman Kava sebagai hadiah pemberian
Sumber: Wine Enthusiast Magazine

Ketika mengunjungi pedesaan Fiji, pengunjung wajib untuk memberikan hadiah untuk para penduduk setempat. Hadiahnya pun sudah ditentukan yaitu Kava atau Yaqona yang merupakan minuman terbuat dari tumbuhan dan biasa dijadikan jamuan untuk acara-acara penting di Fiji.

Kava mudah ditemukan di pasar-pasar kota dan penduduk desa meminta untuk dibawakan setengah kilo saja dengan kisaran harga $15 – $30. Hadiah Yaqona tersebut diberikan pada ‘Turaga Ni Koro‘ atau kepala desa di masing-masing pedesaan Fiji. Kava atau Yaqona pun sebenarnya akan disajikan sebagai welcome drink untuk para pendatang dan dibagikan juga kepada pemukim pedesaan.

Jika kamu berniat mengunjungi desa-desa di Fiji dan ingin membawakan lebih banyak buah tangan, ada beberapa barang yang mereka akan sangat senang untuk terima. Diantaranya adalah alat-alat tulis untuk anak-anak sekolah, mainan seperti balon atau bola, makanan kalau kamu berencana menginap, buku-buku dan juga majalah.

Berpenampilan sopan

Wisatawan mancanegara mengenakan sulu (sarong)
Sumber: Global Works Travel

Ada beberapa aturan berpenampilan yang harus kamu ikuti saat berkunjung ke desa-desa di Fiji. Kebanyakan desa di Fiji masih tradisional dan untuk menghargainya kamu perlu untuk berpenampilan secara konservatif.

Kamu bisa datang dengan pakaian santai yang terbuka, seperti tank top ataupun celana pendek, tetapi ada baiknya kamu membawa sulu atau sarung yang bisa kamu kenakan agar terlihat lebih sopan, serta untuk menutupi badanmu terutama bahu dan lutut.

Terakhir, sebelum memasuki wilayah pedesaan, lepas topimu karena hal tersebut dianggap sebagai penghinaan untuk kepala desa. Jangan menggunakan kacamata dan jika kamu membawa ransel, pakailah ranselmu di depan, bukan di belakang.

Lepas sepatu saat mengunjungi rumah penduduk

Rumah penduduk di desa Fiji
Sumber: Le Long Weekend

Saat berkunjung ke desa Fiji, kamu pasti akan diundang ke rumah warga. Ada beberapa kebiasaan penduduk pedesaan Fiji yang sama dengan kita sebagai orang Indonesia, salah satunya adalah melepas alas kaki sebelum masuk ke rumah.

Selanjutnya, saat memasuki rumah warga, jangan lupa untuk membungkuk saat melewati pintu. Untuk berjabat tangan dengan penduduk sambil memperkenalkan diri adalah hal yang sopan dan boleh kamu lakukan. Setelah itu pasti kamu akan diajak makan lesehan sambil duduk bersila dan makan memakai tangan.

Bagi orang Timur, aturan seperti melepas alas kaki, duduk bersila dan makan dengan tangan akan terasa mudah karena hal tersebut juga merupakan kebiasaan untuk kita. Namun, bagi orang Barat, kegiatan tersebut sangat asing rasanya sehingga aturan ini sangat dihimbau bagi para pengunjung yang diundang datang ke rumah warga desa Fiji karena tidak semua orang terbiasa melakukannya.

Pelajari mengenai upacara-upacara adat yang ada di desa

Pengunjung desa di Fiji sedang melakukan upacara adat
Sumber: Goway Travel

Sesampainya di pedesaan Fiji, tradisi mereka ketika ada pendatang baru adalah mengadakan sevusevu atau upacara penyambutan. Salah satu bagian dari acara adalah meminum kava yang telah kamu bawa, bersama dengan kepala desa setempat.

Tujuan diadakan sevusevu ini adalah cara para penduduk desa mengakrabkan diri dengan pengunjung. Sehingga suasana kekeluargaan pun tercipta, meskipun kamu hanya berkunjung ke desa Fiji sebentar saja.

Ada baiknya sebelum kamu berangkat ke desa, kamu cari tahu terlebih dahulu mengenai sevusevu agar kamu mendapatkan bayangan bagaimana upacara tersebut akan diadakan. Satu hal penting lainnya adalah kamu diperbolehkan mengambil foto saat sedang di pedesaan Fiji kecuali saat acara sevusevu sedang berlangsung.