Saat mendengar kata Haiti yang mungkin tercetus pertama kali di benak kita adalah salah satu negara termiskin di dunia. Dilansir dari Liputan6.com, dikatakan bahwa rata-rata pendapatan perkapitanya hanya mencapai 480 US dollar per tahun dibandingkan dengan Amerika yang mencapai 33.550 US dollar per tahun. Namun, jika kita mau mengenal negara yang terletak di Kepulauan Karibia ini lebih jauh, ada hal menarik terkait dengan kendaraan umum yang sering digunakan masyarakatnya untuk mobilisasi, yakni tap tap. Inilah fakta tentangnya!

1. Tap Tap si Bus Haiti

Potret Bus Haiti, Tap Tap (Sumber: andymorganwrites.com)

Sama seperti kehidupan ibukota pada umumnya, kehidupan di Port-au-Prince juga sibuk setiap harinya. Untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain masyarakat sebenarnya punya hak untuk memiliki kendaraan pribadi, namun kebanyakan dari mereka memilih untuk menaiki bus yang dari penampilan luarnya dapat terlihat keunikannya. Dinamakan tap tap karena sama seperti saat kita menaiki angkot di Indonesia, mereka harus mengetuk-ngetuk tangannya menggunakan koin di langit-langit untuk memberi tanda turun kepada supir.

Bus ini memiliki ciri khas unik yang membuatnya berbeda dari bus lainnya. Tap tap memiliki desain unik di bagian samping badannya yang mana banyak gambar-gambar penyanyi pop atau orang yang spesial bagi pemiliknya, bentuk-bentuk geometri, bunga-bunga dan berbagai macam tulisan berwarna-warni lainnya. Tap tap umumnya mampu menampung orang sebanyak 20-30 orang sekali perjalanan dan biasanya selalu padat. Hal ini membuktikan kalau Haitians sangat bergantung dengan kendaraan ini untuk membantu mobilisasi mereka.

Tap tap biasanya adalah bentuk modifikasi dari truk yang dibentuk sedemikian rupa untuk dapat menampung banyak orang dengan mengatur kursi dan kanopi untuk melindungi masyarakat dari panas. Alasan penggunaan truk adalah bahan bakarnya yang lebih murah dibanding dengan kendaraan lain.

2. Seni dalam Tap Tap

Salah Satu Contoh Detail Hiasan Tap Tap (Sumber: id.pinterest.com/Hope Valley Homstead)

Kendaraan ini dimiliki oleh pribadi, tidak ada instansi yang menghimpun, dan para pemilik ini berlomba-lomba untuk membuat art sebagus mungkin pada badan tap tap. Mereka percaya semakin menarik hiasan bus tersebut maka semakin banyak pula mereka mendapatkan penumpang. Tidak hanya berbagai bentuk bentuk unik, mereka banyak menuliskan tulisan-tulisan religius sebagai hiasannya. Masyarakat negara ini kebanyakan adalah penganut agama Katolik Roma dan Protestan. Maka dari itu, kita akan sering sekali melihat tulisan puji-pujian di badan bus haiti ini. Yang lebih menarik, tidak hanya wajah artis-artis pop yang terpampang di badan bus, ternyata wajah Yesus pun juga banyak digambarkan.

Perlu diketahui bahwa para pemilik tap tap ini membayar sangat banyak untuk proses modifikasi dan perawatan bus tersebut. Karena tingginya kompetisi pemilik terhadap fenomena “siapa yang memiliki tap tap dengan desain paling cantik, maka dia yang mendapat banyak penumpang”, para pemilik rela mengocek kantong dari harga minimal $600 hanya untuk outline dari hiasan si tap tap. Padahal rata-rata pendapatan masyarakat Haiti perbulan hanya berkisar $60. Tidak heran masyarakat berlomba-lomba menjadi artist untuk menghias tap tap.

Baca juga: 3 Destinasi Wisata Pegunungan Menarik di Haiti

3. Masa Depan Tap Tap

Potret Anak-Anak Sekolah di Haiti

Seakan tak bisa berhenti, kemalangan sejak sebelum merdeka hingga merdeka dan memiliki pemimpin diktator yang mementingkan masa kekuasaan yang panjang, negara ini selalu menjadi salah satu negara termiskin di dunia. Puncaknya pada tahun 2010, Haiti sempat mengalami gempa bumi yang sangat besar hingga banyak merusak infrastruktur negara. Di tengah kesulitan itu, ada tap tap yang bisa menjadi salah satu daya tarik pariwisata.

Saat ini, tap tap tidak memiliki rute dan tarif yang jelas. Mereka berhenti disembarang tempat dengan tarif sekali jalan 6 gourdes (mata uang Haiti). Sementara mereka tidak memiliki uang yang lebih kecil dari 5 gourdes, sehingga selama ini masyarakat harus membayar 10 gourdes sekali perjalanan tanpa protes. Pada tahun 2015, masyarakat Port-au-Prince berjumlah sekitar 987.311 jiwa. Pada tahun yang sama juga, jumlah tap tap yang beroperasi dan bersaing ada lebih dari 10.000 bus. Dengan tata kota dan infrastruktur yang kurang teratur, negara yang luas ibukotanya hanya satu per enam dari Jakarta, birokrasi tap tap bisa dibilang tidak stabil.

Namun, jika suatu saat Haiti bisa memperbaiki infrastruktur kota dan birokrasinya, berkeliling kota Port-au-Prince dengan menaiki tap tap bisa menjadi salah satu wishlist para traveler dan menjadi populer berkat keunikan yang mereka buat. Jadi siapa nih yang mau naik tap tap di Haiti?