Jika berbicara tentang industri kereta api di negara Afrika, kami memiliki banyak fakta menarik tentang kereta api di eSwatini yang wajib kamu ketahui. Banyak orang menduga, apakah benar jika negara-negara di Afrika seperti ‘Swaziland’ kurang memiliki moda transportasi kereta yang layak? Pernah dengar negara eSwatini? mungkin negara yang satu ini agak terdengar asing. Swaziland atau yang sekarang lebih dikenal dengan kerajaan eSwatini merupakan sebuah negara yang terletak di bagian selatan benua Afrika. Negara ini menganut sistem monarki dengan kepala pemerintahan seorang raja. eSwatini hanya memiliki luas sekitar 17.364 km² dan memiliki populasi penduduk sekitar 1,148 juta jiwa.

Nama ‘Swatini’ sendiri diambil dari bahasa Swazi yang berarti tanah rakyat Swazi yang mengacu kepada negara yang kecil yang hanya dikelilingi oleh daratan, faktanya memang negeri ini menjadi negara yang tidak memiliki garis pantai dan secara geografis ‘terkurung’ oleh dua negara Afrika lainnya seperti Mozambik di timur dan Afrika Selatan di sebelah barat. 

Mungkin memang benar adanya jika moda transportasi di negara-negara kecil di benua Afrika tidak se ‘advance’ di negara-negara maju seperti di Eropa. Namun jika berbicara sektor perkeretaapian, negara-negara kecil di Afrika pada umumnya seperti di eSwatini menempatkan kereta api sebagai sektor penting yang amat fundamental untuk kelangsungan sistem perekonomian di negara tersebut, salah satunya sebagai kargo dan sarana transportasi komoditas ekspor dan impor.

Sebagai catatan, kereta api di eSwatini memang belum ada yang beroperasi sebagai transportasi penumpang dan lebih dikhususkan untuk keperluan industri dan kargo meskipun ada juga perusahaan kereta api ‘luxury’ yang mengakomodir sektor pariwisata dan mengkhususkan sebagai moda transportasi wisata bagi para turis, yang terkenal adalah ‘Shongololo Express’ yang menyediakan tour kereta api mewah dan ekslusif mengelilingi negara-negara di kawasan Afrika, termasuk melintasi eSwatini , namun itu bukanlah difungsikan sebagai alat transportasi pengangkut umum melainkan tour pariwisata. Moda transportasi umum masyarakat yang ada disana lebih cenderung didominasi untuk mobilitas perkotaan seperti taxi, mobil sewaan dan bus. 

Tentu saja perkembangan industri kereta api di eSwatini sangat berperan penting untuk kemajuan ekonomi dari negara ini dan masih banyak lagi informasi yang bisa dikulik tentang sistem perkeretaapian di negara yang dahulu bernama Swaziland ini. Untuk itu, mari simak ulasan informatif tentang 3 fakta menarik tentang kereta api di eSwatini! 

1. Sejarah Industri Kereta Api di Swaziland

fakta menarik tentang kereta api di eSwatini
Ilustrasi Stasiun Kereta Api

Fakta menarik tentang kereta api di eSwatini yang pertama tentu saja adalah sejarahnya. Perjalanan perkeretaapian di eSwatini juga dibawa oleh bangsa Eropa pada awal abad ke 18 ketika pemerintahan Inggris yang kala itu menguasai Swaziland. Pemerintahan Inggris untuk Swaziland menerima proposal bangsa Portugis yang kala itu menguasai Mozambik untuk membangun sebuah jalur kereta api dari Maputo (Ibukota Mozambik) hingga ke eSwatini.

Meskipun wacana tentang pembangunan jalur kereta api telah dicanangkan sejak abad ke 18, namun faktanya jalur kereta pertama yang beroperasi baru dibuka di tahun 1964. Rute sepanjang 120 kilometer yang menghubungkan antara perbatasan Mozambik di Goba dan kawasan industrial di Matsapha serta pertambangan bijih besi di Ngwenya, di eSwatini.

Selain difungsikan untuk jalur logistik dan perdagangan, pembangunan jalur kereta api di eSwatini juga kian massive kala pertambangan yang lebih dikenal Ngwenya Mine berkembang pesat pada dekade 60 an dan membutuhkan jalur logistik yang mumpuni untuk mengangkut hasil tambang keluar. Hal inipun juga mengindikasikan pentingnya kereta api untuk perkembangan ekonomi negara kecil seperti di eSwatini.

Meskipun baru mengakomodir kebutuhan industri pertambangan dan perekonomian, namun pemerintah eSwatini melalui Eswatini Railways tengah mengupayakan proyek pembangunan jalur kereta api yang mencakup jarak sepanjang 150 kilometer untuk menghubungkan Sidvokodvo di jalur Matsapha ke Lohiya di Afrika Selatan yang dapat mengakomodir masyarakat lokal sekaligus membuka jalur internasional baru dengan Afrika Selatan.

2. Perusahaan Kereta Api Nasional di eSwatini 

Kereta Api memegang peranan krusial bagi perekonomian terutama ekspor-impor negara.
Kereta Api memegang peranan krusial bagi perekonomian negara.

Fakta menarik tentang kereta api di eSwatini yang selanjutnya adalah hanya ada satu perusahaan kereta api nasional yang menaungi perkeretaapian di seluruh wilayah eSwatini. Perusahaan tersebut bernama eSwatini Railways atau yang dulu disebut Swaziland Railway. Tidak seperti di Indonesia yang memiliki PT. KAI dengan tujuh anak perusahaan dibawahnya, perusahaan kereta api nasional di eSwatini hanya terdiri dari satu perusahaan yaitu eSwatini Railways. 

Kereta-kereta ini beroperasi di jalur antar kota yang meliputi jarak sepanjang 301 kilometer, kereta-kereta disini bahkan juga memiliki koneksi transport lintas negara seperti negara tetangga Mozambik dan Afrika Selatan. Meskipun demikian, perusahaan ini hanya mengakomodir transport kereta muatan kargo dan bahan-bahan keperluan industri maupun pertambangan lainnya. 

eSwatini Railway beroperasi di tiga jalur utama kereta lintas negara  yang meliputi Komatipoort railway yang menghubungkan kota Komatipoort di Afrika selatan dan Mpaka di eSwatini, Richards Bay railway yang menghubungkan Richards Bay di Afrika Selatan dan Siphofafeni di eSwatini dan Goba railway yang menghubungkan kota Maputo di Mozambik yang memiliki panjang 466.8 kilometer. Fokus dari perusahaan membangun jalur kereta api cukup krusial memngingat visi misi mereka yang ingin mempermudah distribusi hasil tambang ke negara-negara lain untuk meningkatkan perekonomian negara.

3. The eSwatini Rail Link Project (ESLR)

Proyek pembangunan 'Swazilink'
Proses Pembangunan Proyek ‘Swazilink’. Source: Eswatini Rail Link

Fakta menarik tentang kereta api di eSwatini yang terakhir adalah adanya sebuah proyek besar yang memiliki peranan penting. eSwatini Rail Link (ESLR) biasa juga disebut Swazilink atau Swaziland Rail Link merupakan sebuah proyek strategis berskala besar di perindustrian kereta api Swaziland. Proyek ini akan menghubungkan interkoneksi jalur kereta api antara eSwatini dan Afrika Selatan.

Proyek besar ini merupakan sebuah kolaborasi dari dua perusahaan kereta api di kedua negara yaitu eSwatini Railways dan Transnet Freight Rail di Afrika Selatan yang bertujuan untuk menghubungkan jalur kereta api antar kedua negara untuk mengakomodir pertumbuhan ekonomi kedua negara melalui transportasi kereta api dan juga pertambangan. Proyek kereta api ini akan melibatkan 28 jembatan di atas jalan dan jembatan layang.

Proyek antar kedua negara ini pertama diumumkan pada tahun 2012 dan diperkirakan akan selesai tahun 2023 mendatang. Nantinya proyek ini akan menghubungkan antar kedua negara melalui jalur ke Sidvokodvo di eSwatini ke Lothair di Mpumalanga, Afrika Selatan. Proyek ambisius ini memang diproyeksikan untuk membantu memecah traffic muatan yang ada dari jalur Goba dan jalur Richards Bay yang selama ini difungsikan sebagai jalur ekspor-impor hasil tambang antar kedua negara. Jalur inipun diperkirakan akan mempermudah akselerasi bisnis yang terjalin antar kedua negara. Proyek ini sendiri diperkirakan menelan biaya fantastis sekitar 1.34 triliun dollar.

Itulah 3 fakta menarik tentang kereta api di eSwatini!

Baca Juga: 3 Rute Kereta Luxury di Afrika Tujuan eSwatini Dengan Pemandangan Menakjubkan