Cari destinasi wisata anti-mainstream? Desa di Belanda bernama Giethoorn ini memiliki pesona yang berbeda dari yang lainnya loh. Pasalnya masyarakat di desa ini berjalan di atas air! Penasaran bagaimana caranya mereka berjalan di atas air? Simak terus artikel tentang fakta unik desa ini!

Kalau kalian penasaran dengan wujud desa asri dan penuh dengan aura positif seperti di negeri dongeng, desa ini sangat mewakili pemandangan tersebut. Dengan kanal-kanal air sebagai jalan utama mereka dari satu tempat ke tempat lain dan pohon-pohon rindang nan sejuk yang menemani perjalananmu, terasa seperti main ke Venice namun bukan di Italia, melainkan Belanda. Karena hal tersebut juga lah masyarakatnya sering dibilang berjalan diatas air.

desa di belanda
Desa Giethoorn

Baca juga: 4 Panduan Low Budget Traveling pas Liburan ke Belanda

Fakta Unik Desa di Belanda, Giethoorn

Semakin penasaran dengan desa cantik dari Negeri Oranye ini? Simak terus fakta-fakta unik yang buat kamu semakin tahu semakin jatuh cinta dengan keindahan dan kenyamanannya!

Dijuluki Venice-nya Belanda

Potret rumah-rumah dan (jalanan) di desa Giethoorn

Desa Giethoorn adalah sebuah desa di Belanda yang sering disebut-sebut sebagai Venice of North atau Venice of Netherland karena dikelilingi oleh kanal-kanal air yang sejuk dan menenangkan. Desa ini dapat dikatakan terbebas dari polusi karena tidak memiliki jalan beraspal dan kendaraan bermotor melainkan kanal-kanal air kapal-kapal kecil untuk menyusurinya. Desa cantik ini terletak di provinsi Overijssel dan dihuni oleh 2600 penduduk loh. Desa ini sangat asri dan ditumbuhi pohon-pohon yang rindang di pinggir kanal-kanal air yang jernih. Makanya desa ini bisa dikatakan sangat cocok buat kamu yang ingin berwisata ke tempat yang jauh dari hiruk pikuk ibukota.

Namanya Berasal dari Kata Goat Horn

Pemandangan Desa Giethoorn

Konon ceritanya asal nama dari desa negeri dongeng ini adalah Goat Horn atau tanduk kambing. Alasannya ketika desa ini ditemukan, banyak sekali tanduk kambing dan kambing-kambing yang hanyut karena banjir bandang yang terjadi pada saat itu. Bukan cerita menyenangkan memang, namun berkat para petani dan buronan laut mediteranian kala itu yang membangun desa ini pada tahun 1230, Giethoorn menjadi desa yang asri dan menenangkan karena dibuat jauh dari keramaian. Fakta tambahan, rumah-rumah yang dibangun di desa ini juga sudah berusia lebih dari 100 tahun loh!

Pernah Muncul dalam Film

Desa Giethoorn sebagai latar tempat film ‘Fanfare’ (Sumber: RTV Oost)

Karena desa ini dibuat jauh dari keramaian, awalnya tak banyak yang tahu tentang desa kecil ini. Namun pada tahun 1958, desa asri ini muncul dalam sebuah film karya Bert Haanstra, seorang sutradara film dan dokumenter asal Belanda, berjudul Fanfare. Kemunculannya sebagai latar belakang film, membuat Desa Giethoorn semakin dikenal para wisatawan dan banyak kedatangan turis yang akhirnya ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata oleh Pemerintah Belada.

Alat Transportasi Utamanya Kapal

Pemandangan lalu lintas Desa Giethoorn

Meskipus sudah berkali-kali disebutkan, kalau masyarakat modern memiliki mobil atau motor sebagai kendaraan umum, masyarakat Desa Giethoorn menggunakan kapal sebagai transportasi sehari-harinya untuk menyusuri kanal-kanal air sepanjang 4 kilometer. Jangan kaget kalau kamu mengunjungi desa indah ini dan tidak bisa menemui kendaraan bermotor, karena ‘jalan raya’nya perairan.

Lahan Ice Skating di Musim Dingin

Kanal beku yang jadi tempat ice skating (Sumber: Giethoorn.com)

Musim dingin yang beku membuat para wisatawan yang ingin berkunjung tak dapat menyusuri kanal dengan kapal. Namun, tenang saja, ada aktivitas menarik yang dapat dilakukan kalau kamu punya rencanya berlibur ke Desa Giethoorn di musim dingin, yaitu bermain ice skating di kanal-kanal yang membeku. Membayangkannya saja sudah menyenangkan bukan?

Bagaimana? Apakah fakta unik yang diberikan membuat kamu semakin ingin berlibur ke desa kecil yang cantik seperti negeri dongeng ini? Kalau kamu pergi ke desa ini, jangan khawatir kesulitan menemukan penginapan dan restoran. Meskipun desa ini kecil, mereka menyediakan penginapan dan restoran cantik yang tersebar dimana-mana. Bahkan, kalau kamu mau, mereka juga memiliki penginapan dan restoran yang mengapung di kanal loh.

Lalu kalau lamu tidak ingin keliling desa dengan kapal, kamu juga bisa keliling desa dengan berjalan kaki karena desa ini menyediakan jembatan yang menyatukan satu daratan dengan daratan lain. Dengan keindahannya yang tersebar di setiap sudut desa kamu juga bisa mendapat banyak foto-foto cantik untuk mempercantik feeds instagrammu loh!

Baca juga: Interesting ! Naik Perahu di Belanda? Simak 3 Alasan Mengapa Kamu Harus Coba