Negara Comoros memang terdengar cukup asing terutama untuk orang Indonesia, namun Comoros adalah sebuah negara kepulauan “Hidden Gem” indah yang terletak di Samudra Hindia. Negara ini merupakan negara kecil dengan gugusan kepulauan yang meliputi dari beberapa pulau, negara ini juga memiliki banyak pulau-pulau kecil, namun ada empat pulau utama di kepulauan gunung berapi Komoro ini, yaitu: Mayotte, Komoro Besar, Anjouan dan Moheli. Ibu kotanya bernama Moroni yang berada di pulau Komoro Besar. Secara geografis, Comoros adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di Afrika Timur. Comoros berada di antara daratan benua Afrika dan Pulau Madagaskar, tepatnya berada di bagian utara Selat Mozambik, di antara Madagaskar dan Mozambik.

Pulau-pulau di Comoros adalah gugusan pulau yang terbentuk akibat aktivitas vulkanik, pulau ini juga dikelilingi oleh terumbu karang. Meskipun faktanya Negara ini adalah negara terpencil yang cukup jarang dikunjungi oleh wisatawan, namun jika pergi kesini, negara ini menyajikan wisata yang menantang dan tidak kalah bagus dari negara kepulauan lain. Selain daripada itu negara kepulauan terpencil ini memiliki sejumlah fakta menarik yang wajib kamu ketahui lho! jika kamu sedang merencanakan perjalanan liburan ke Comoros, simak 5 fakta unik tentang negara Comoros!

1. Merupakan Wilayah Bekas Jajahan Perancis

Ilustrasi Kolonialisme Perancis di Afrika. Source: Beritaturki.com

Seluruh wilayah di Comoros dahulu merupakan jajahan Perancis hingga tahun 1975, kemudian Comoros memilih untuk melepaskan diri melalui referendum dan hingga tahun 2002 sempat bernama resmi Republik Islam Federal Komoro. Kemudian setelah merdeka, Sistem pemerintahan yang dipakai oleh Negara Comoros adalah Republik Presidensil. Fededal Perancis memberi klaim bahwa mereka telah masuk ke Comoros sejak tahun 1530, namun Perancis baru mendeklarasikan Comoros sebagai negara jajahan serta mendirikan koloni sekitar tahun 1841 pada saat itu pula Perancis mulai menetapkan aturan-aturan di Comoros. 

Karena wilayah ini merupakah bekas jajahan Perancis, Comoros pun masih menggunakan bahasa Prancis sebagai komunikasi. Untuk bahasa sehari-hari, Penduduk biasa menggunakan bahasa Arab ataupun bahasa daerah setempat yaitu bahasa Shikomoro, yang merupakan perpaduan antara bahasa Swahili dan Arab. Pengaruh bangsa Arab tentu sangat terasa karena meskipun Comoros secara geografis berada di Afrika, namun mereka termasuk dalam liga Arab.

Sebelumnya, koloni Perancis terlebih dahulu menduduki wilayah pulau Mayotte yang lalu mendesak Raja Malagasi Mayotte untuk menyerahkan kekuasaan di pulau Mahori ke otoritas Prancis. Hal tersebut juga membuat raja Mayotte ketika itu Andrian Tsouli menandatangani Perjanjian pada bulan April 1841. Pulau Mayotte atau Maori menjadi satu-satunya pulau di gugusan kepulauan Comoros yang memilih untuk berada dibawah jajahan Perancis daripada bergabung dengan Comoros, hal ini justru membuat bingung pasalnya warga Mayotte memiliki budaya yang serumpun dengan warga kepulauan Comoros lainnya, juga mayoritas penduduknya yang menganut agama yang sama, yakni Islam.

Perbedaan ini disebut-sebut lebih disebabkan oleh faktor politis serta ekonomi disana. Wilayah Mayotte menjadi pulau di Comoros yang menentang referendum tahun 1974 dan 1976 yang diinisiasikan oleh Perancis sebagai kemerdekaan Comoros. Hingga saat inipun, meskipun di klaim sebagai wilayah Comoros, namun wilayah Mayotte masih menjadi wilayah dibawah pengaruh Perancis.

2. Sektor Pariwisata dan Ekonomi 

Salah satu mata pencaharian di Comoros adalah nelayan. Source: flickr/Raphael Bick

Negara Comoros dikenal sebuah negeri kepulauan terpencil di kawasan Afrika dengan suasana yang tenang. Dikarenakan Comoros merupakan anggota dari liga Arab, hal tersebut berpengaruh pada populasinya yang mayoritas 98% adalah muslim. Hal inipun juga membuat Comoros menjadi tempat yang bebas dari minuman keras, anda hampir tidak akan menemukan minuman keras di negara ini. Pulau-pulau yang ada di Komoro menawarkan spot-spot untuk berlibur yang indah dan mempesona bagi wisatawan. Sebagai negara kepulauan, pantai-pantai di Comoros sangatlah indah. 

Pantai disini punya pasir putih yang indah dan laut yang biru, salah satu pantai yang paling terkenal karena keindahanya adalah Mitsamioli. Selain itu, wisata unggulan yang bisa kamu datangi adalah Moheli Marine Park, yaitu adalah kawasan konservasi laut yang terletak di Pulau Moheli. Disini merupakan kawasan observasi yang juga menjadi tempat spesies langka seperti penyu, manta rays dan juga paus. Kamu juga bisa hiking di Gunung Kartala, sebuah gunung berapi aktif di Komoro Besar, Gunung Karthala adalah titik tertinggi di Negara Comoros dengan ketinggian 2.361 mdpl. Jika kamu ingin bermain air kamu juga dapat menikmati berbagai macam olahraga air disini lho! 

Selain itu negara ini juga menawarkan wisata religi, kamu bisa mengunjungi beberapa masjid besar yang ikonik yang tersebar di pulau-pulau Comoros, seperti Masjid Besar Ancienne Mosquée du Vendredi atau Masjid Jumat Kuno menjadi tempat wisata andalan di kota Moroni.

Selain di sektor pariwisata, pulau-pulau di Comoros juga kaya akan rempah yang beragam. Rempah-rempah seperti pala, cengkeh, lada dan vanili, adalah termasuk yang paling banyak ditemukan di kepulauan ini sekaligus juga menjadi komoditas andalan negara ini. Industri utama dari negara ini adalah agriculture dan perikanan, mengingat negara ini adalah negara yang banyak memproduksi rempah serta sebagai negara kepulauan yang kaya akan ekosistem bawah laut. Salah satu komoditas ekspor andalan disini adalah esensi parfum yang berasal dari bunga ylang-ylang atau sejenis kenanga.

Comoros menjadi negara yang memproduksi sekitar 65% dari esensi parfum dunia yang meliputi proses dari bunga ylang-ylang, melati, hingga jeruk. Hal ini mungkin sangat menguntungkan Perancis sebagai negara yang pernah menjajah Comoros dan juga masih memiliki pengaruh di negara ini. Seperti yang kita tahu, Perancis merupakan salah satu negara yang terkenal sebagai produsen parfum terbesar di dunia. Hal tersebut tentu semakin mempermudah Perancis untuk mendapatkan bahan-bahan alami untuk keperluan produsen parfum.

Baca Juga: 19 Fakta Menarik Tentang Comoros yang Kamu Harus Tahu!

3. Mata Uang di Negara Comoros

Franc Comoros. Source: Numismondo.net

Pada tahun 1886, mata uang resmi di Negara Comoros adalah Franc Comoros yang sekaligus menggantikan mata uang sebelumnya yaitu Franc Perancis. Mata uang Comoros ini menjadi salah satu yang terlemah di Bank Dunia, hal ini dipengaruhi juga oleh fakta bahwa Comoros merupakan salah satu negara termiskin di dunia dengan angka pengangguran yang tinggi serta tingkat edukasi yang rendah. Hal tersebut membuat Comoros sulit bersaing di kancah perekonomian dunia. Selain daripada itu, Franc Comoros juga dibagi menjadi pecahan berupa koin serta uang kertas.

3.1 Koin Komoro

Pada tahun 1890, Sultan Ali Bambao memprakarsai penerbitan uang koin dalam pecahan Ngazidja perunggu 10, lima sentim dan 5 franc perak. Proses produksinya berlangsung di Paris menggunakan metode dan teknologi yang serupa seperti koin Prancis. Hal ini membuat kualitasnya pun terjamin.

Pada tahun 1964, Comoros memperkenalkan koin yang akan digunakan sebagai pengganti dari koin Madagaskar. Denominasi berbeda yang digunakan adalah koin berbahan aluminium-perunggu dengan pecahan 20 dan 10 franc serta 5, 2, dan 1-franc. Pada tahun 1975 jenis koin lain seperti berbahan nikel dalam pecahan 50 diperkenalkan dan pecahan nikel 100 franc pun menyusul beredar pada tahun 1977, kemudian pada tahun 1981 dan 1990 ada pecahan nikel 25 franc dan baja berlapis nikel.

3.2 Uang kertas

Pada tahun 1920 adalah Pertama kali mata uang Komoro dalam bentuk kertas diproduksi. Satu franc dan 50 centimes mulai diedarkan. Uang kertas terus mengalir seperti yang disediakan oleh Banque de Madagascar et des Comores hingga tahun 1962 ketika kata “COMORES” mulai tertulis di uang kertas. 5.000, 1.000, dan 500 franc menggantikan uang kertas bertuliskan “COMORES” pada tahun 1976. Penerbitan uang kertas menjadi tanggung jawab Bank Sentral sejak 1984.

Karena maraknya uang palsu yang beredar, untuk menghindari hal tersebut, Banque de France telah meningkatkan kualitas keamanan dalam prosesnya untuk mencegah uang palsu. Mereka juga mencetak uang kertas Comoros di pabrik kertas di Vic-le-Comte. Uang kertas saat ini di Comoros tersedia dengan pecahan 10.000, 5.000, 2000.1000 dan 500 franc.

4. Moda Transportasi di Negara Comoros

Peta Comoros. Source: ontheworldmap.com

Negara Comoros adalah negara kepulauan yang kecil dan memiliki beberapa moda transportasi. Negara ini hanya memiliki luas wilayah 880 km (547 mil) dari jalan, serta kurang lebih sekitar 673 km (418 mil) yang beraspal. Negara ini memiliki tiga pelabuhan utama yaitu Fomboni, Moroni dan Moutsamoudou serta memiliki empat bandara yang semuanya memiliki landasan pacu beraspal, satu dengan landasan pacu lebih dari 2.438 m (7.999 kaki), sedangkan yang lain memiliki landasan pacu lebih pendek dari 1.523 m (4.997 kaki).

Negara ini tidak memiliki kereta api maupun bus sebagai alat transportasi umum. Hal ini lebih dilandasi oleh luas wilayah yang kecil dan mengingat negara ini adalah negara kepulauan jadi masyarakat lebih sering menggunakan kendaraan yang lebih kecil di darat maupun kapal atau pesawat untuk jarak antar pulau.

Selama pemerintahan Presiden Abdallah, Salah satu jasanya  adalah membuat Comoros lebih mudah diakses melalui udara.Terisolasinya Komoro juga menjadi salah satu faktor yang membuat lalu lintas udara menjadi sarana transportasi krusial, terutama untuk logistik dan perekonomian negara. Maskapai penerbangan nasional Comoros bernama Air Comores. 

Setiap pulau memiliki landasan terbang dan penerbangan harian menghubungkan tiga pulau utama. Pada tahun 1986 Comoros menerima hibah dari pemerintah Perancis untuk merenovasi dan memperluas bandara Hahaya, dekat Moroni. Karena hampir tidak ada transportasi laut yang terjadwal antar pulau, hampir semua lalu lintas penumpang antar pulau dilakukan melalui udara.

Kapal Pengangkut di Laut Comoros. Source: Dailyserving.com

Kenyataanya, 99% barang diangkut melalui laut. Di Moroni sendiri, kapal laut biasanya terletak di lepas pantai dan dimuat atau dibongkar dengan kapal yang lebih kecil, prosedur yang mahal dan terkadang berbahaya karena waktu dan sumber daya yang dibutuhkan serta adanya resiko ancaman topan yang biasa terjadi dari Desember hingga Maret. Penggunaan pelabuhan selain itu, ada juga Perusahaan Navigasi Komoran yang dioperasikan secara pribadi (Société Comorienne de Navigation ) berbasis di Moroni, dan menyediakan layanan ke Madagaskar.

Di beberapa daerah biasanya memiliki pelabuhan buatan masing-masing untuk mempermudah akses perekonomian, namun kebanyakan fasilitas yang ada belum menunjang, Meskipun banyak program yang dibiayai secara internasional untuk meningkatkan pelabuhan di Moroni dan Mutsamudu, sejak awal 1990-an hanya Mutsamudu yang beroperasi sebagai fasilitas laut dalam. Pelabuhannya dapat menampung kapal dengan kedalaman hingga sebelas meter. 

Itulah beberapa fakta unik tentang negara Comoros yang wajib kamu ketahui! Gimana nih, apakah kamu tertarik untuk berlibur kesana?

Baca Juga: 4 Keindahan Alam Pulau Komoro Yang Memanjakan Mata