Festival menjadi acara yang ditunggu sebagian orang. Banyak keseruannya seperti lomba, parade, pameran, dan lain-lain. Namun seketika sirna, mengingat kondisi saat ini yang sedang pandemi, memungkinkan mengalami penundaan bahkan ada yang terpaksa ditiadakan.

Biasanya berlangsung setiap tahun, namun di tahun 2020 ini rela mengalah demi kebaikan bersama. Meski ada yang tetap dilaksanakan secara virtual, pastinya memberikan suasana baru sedikit berbeda yang dirasa kurang puas bagi sebagian orang.

Berikut ini adalah festival yang harusnya diadakan di setiap tahunnya namun terhalang pandemi.

Pesona Budaya Minangkabau

Minangkabau
Sumber: pixabay.com

Pesona Budaya Minangkabau merupakan festival yang menyajikan wisata budaya etnik Minangkabau. Dari namanya saja sudah terbayang bagaimana nuansa festival ini.

Sajian mengenai budaya-budaya Minangkabau ini bertujuan untuk memperkenalkan, melestarikan, dan mempromosikan kepada masyarakat luas.

Ini biasa diadakan tiap tahun ini, juga menampilkan kegiatan yang berkaitan dengan atraksi dan seni  yang kental dengan adat Minangkabau.

Festival Danau Toba

Danau Toba
Sumber: pixabay.com

Festival Danau Toba pada tahun ini sudah dilaksanakan di Balige-Toba Samosir pada bulan Juli 2020. Tahun ini dimeriahkan dengan lomba hidangan makanan kuliner khas Batak.

Ini biasa diadakan tiap tahun ini juga ikut serta menampilkan budaya-budaya, parade kostum hingga pawai yang dilaksanakan dari Pemerintah Kota Sibolga.

Festival Danau Toba diharapkan dapat meningkatnya wisatawan yang berkunjung baik dari Mancanegara maupun Nusantara ke Danau Toba, bentuk usaha melestarikan alam kawasan Danau Toba.

Harapan bagi masyarakat sekitar agar bisa menjadi kreativitas budaya oleh masyarakat, ekonomi kreatif dalam kawasan Danau Toba dan pemberdayaan kesejahteraan untuk masyarakat.

Iraw Tengkayu

Iraw Tengkayu
Sumber: pixabay.com

Bagi masyarakat Tarakan, Kalimantan, Iraw Tengkayu menjadi festival yang sangat dinantikan. Sebab ini masuk dalam rangkaian HUT Tarakan.

Rangkaian acara Irew Tengkayu biasanya berupa upacara ritual yang menghanyutkan sesajenan ke laut. Selain itu, ada pula berbagai perlombaan.

Suatu kebanggan bagi masyarakat Suku Tidung memiliki sebuah festival segudang prestasi. Tak heran jika acara yang mulanya diadakan dua tahun sekali, kini berubah menjadi rutin setiap tahun dan telah berhasil masuk dalam kalender event Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI.

Berikut ini adalah prestasi-prestasi yang sukses dikantongi oleh Iraw Tengkayu yaitu penobatan di tahun 2016 sebagai Anugerah Pesona Indonesia dalam Kategori Festival Budaya dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Tahun 2017, Iraw Tengkayu masuk TOP 100 Event dunia. Kemendikbud RI juga menetapkannya sebagai warisan budaya.

Persis pada umunya, tujuan Iraw Tengkayu untuk memajukan sektor pariwisata diharapkan bisa nambah daya tarik bagi wisatawan baik dari mancanegara maupun nusantara untuk berkunjung ke Kota Tarakan.

L’Escalade, Swiss

L’Escalade
Sumber: pixabay.com

L’Escalade adalah festival tahunan yang diperingati di Jenewa, Swiss. Ini biasanya diadakan setiap Desember yang diselenggarakan untuk merayakan kekalahan upaya dalam menaklukkan Kota Protestan oleh Katolik.

Menurut legenda, L’Escalade mempunyai sejarah berupa kejadian silam yang terjadi adanya serangan mendadak tepat di tanggal 11-12 Desember 1602. Namun serangan tersebut berhasil dilawan oleh individu-individu pemberani, salah satunya oleh juru masak. Dia dengan berani menumpahkan sup sayur mendidih ke para penjajah sebelum membunyikan alarm.

Itulah cerita yang dipercaya menjadi latar belakang L’Escalade. Perayaan itu berupa menghancurkan marmite besar (kuali) yang diisi dengan sayuran marzipan dan permen yang sudah dibungkus dengan warna merah dan emas Jenewa.

Ada pula tradisi lain yaitu anggur yang direnungkan dengan porsi sebesar sup. Sedangkan bagi anak-anak, mereka biasa berkeliling mengenakan berbagai kostum mengetuk pintu dan menyanyikan lagu Escalade untuk mendapat permen.

Jika di sekolah, anak-anak menyiapkan sup sayur yang disajikan kepada orang tua dan keluarga malam itu. Para remaja merayakannya dengan saling lempar telur, krim cukur, dan tepung.

Festival Krampus

Krampus
Sumber: pixabay.com

Festival Krampus tekenal di kalangan masyarakat Eropa Tengah. Krampus merupakan wujud makhluk “setengah kambing setengah setan” yang dipercaya berkeliling selama musim natal menghukum anak-anak nakal.

Festival Krampus sempat dilarang di Austria. Namun akhir abad ini, bangkit kembali bahkan populer hingga saat ini. Festival Krampus juga berada di Bavaria diiringi tradisi dan seni lokal berupa topeng kayu ukiran tangan.

ini berupa parade tradisional, acara Krampus Run, dan partisipasi pemuda-pemuda yang mengenakan kostum seperti krampus. Krampus juga biasa ditampilkan pada kartu ucapan liburan (Krampuskarten).

Krampus muncul dengan berbagai variasi, namun tetap memiliki ciri fisik yang sama, yaitu berbulu, berwarna coklat atau hitam, memiliki tanduk terbelah seperti kambing, lidah panjang, runcing menjulur keluar, dan bertaring.

Itulah 5 festival yang harusnya diadakan di tahun 2020, namun mungkin tertunda karena pandemi. semoga pandemi ini segera berakhir supaya kita bisa merasakan kembali serunya festival tahunan.