Aljazair merupakan salah satu negara di wilayah Arab Maghrib atau Maghreb, Afrika Utara. Aljazair memiliki cukup banyak kebudayaan dan sebagiannya mereka rayakan dengan mengadakan festival. Namun, mereka tidak hanya merayakan kebudayaan lokal, mereka juga mengadakan perayaan yang bersifat universal, seperti film dan musik. Berikut ini dibagikan 6 festival tahunan yang diadakan oleh penduduk Aljazair. Menarik sekali untuk para travel addict!

Baca juga: 4 Festival Unik di Negara Afghanistan

1. Festival Karpet Ghardaia

Karpet-karpet karya para penenun Aljazair
Karpet-karpet karya para penenun Aljazair. Source

Kota Ghardaia di Provinsi Gharadaia, Aljazair terletak kira-kira 375 mil di luar Aljir, ibukota Aljazair. Kota ini setia pada budaya dan tradisi kuno, mempertahankan keunikannya melalui perencanaan kota, dengan demikian pada tahun 1982, Provinsi Ghardaia masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO. Dan ada satu kerajinan yang membuat kota ini terkenal, yaitu pembuatan karpet. Mereka menenun karpet unik dari bulu kambing dengan pola geometris dan sederhana. Itu menjadikannya sebuah karya otentik. Umumnya karpetnya berwarna hitam dan putih.

Festival karpet Gardaia biasanya berlangsung di bulan Maret. Acara tahunan ini dijadikan sebagai ajang kontes di antara para penenun dari seluruh Aljazair untuk menentukan siapa penenun terbaik dan untuk memamerkan berbagai macam karpet mereka kepada ribuan pengunjung yang menghadiri acara ini.

Permadani dan kain dari semua ukuran tersedia untuk dibeli dan dapat menjadi oleh-oleh yang indah bagi para pengunjung. Acara ini dipenuhi dengan warna dan kemeriahan manakala band Karkabou memeriahkan acara dengan musik dan tarian, serta aroma makanan tradisional yang menggugah selera pengunjung.

Baca juga: 7 Paviliun di Museum Nasional di Albania, Kaya Akan Ilmu Pengetahuan!

2. Dimajazz

Suasana Dimajazz
Suasana Dimajazz. Source

Constantine International Jazz Festival atau yang populer disebut Dimajazz adalah inisiatif dari Limma Musical Association dan drummer Aljazair, Djemane Aziz, diresmikan tahun 2003. Acara musik ini lahir dari Festival Musik Modern dan Festival Limma yang diadakan masing-masing pada tahun 2000 dan 2001. Sejak awal hingga tahun 2011, Dimajazz diadakan selama 5 hari yang dipentaskan di teater daerah di Constantine dan menampilkan penampilan dari berbagai artis. Namun, acara diperpanjang menjadi 7 hari dari tahun 2011 dengan tempat berpindah ke Istana Kebudayaan Malek Haddad, Konstantin dan waktu pelaksanaannya juga dipindahkan ke minggu ketiga bulan Juni.

Dimajazz ini telah menarik banyak seniman lokal dan internasional, terutama warga Afrika ke kota Constantine untuk berpartisipasi dalam acara tersebut. Cukup populer di antara mereka termasuk legenda Afrobeat dan drummer Tony Allen.

Artis terkenal lainnya yang menghiasi panggung Dimajazz antara lain: Orchestre National de Barbès (Aljazair), Aka Moon (Belgia), Boney Fields, Bernard Allison, Al Di Meola (AS), Omar Sosa (Kuba), Sixun, Didier Lockwood, Nguyen Lê, Magic Malik (Prancis), Ba Cissoko (Guinea), Keziah Jones (Nigeria), Dhafer Youssef, Fawzi Chekili (Tunisia), dan masih banyak lagi.

Baca juga: 3 Most Unique Cultural Festivals in West Kalimantan

3. FiSahara

Para pengungsi menonton film yang diputar di FiSahara
Para pengungsi menonton film yang diputar di FiSahara. Source

Festival Film Internasional Sahara (FiSahara) menghadirkan hiburan, budaya, dan harapan bagi para pengungsi Sahara Barat, yang telah hidup di pengasingan selama lebih dari tiga dekade. FiSahar berlangsung setiap tahun di kamp pengungsi Sahrawi di Aljazair Barat Daya. Kegiatan FiSahara meliputi pemutaran film, lokakarya audiovisual, pameran budaya tradisional Sahrawi, perlombaan unta, konser, pertandingan sepak bola, dan berbagai kegiatan budaya lainnya. FiSahara berlangsung sekitar lima hari. Mereka mengadakan pemutaran film siang dan malam untuk semua penonton, serta lokakarya pembuatan film. Itu juga mencakup kegiatan budaya paralel seperti konser, festival budaya dan kegiatan anak-anak. Pengunjung acara ini kebanyakan adalah pembuat film internasional, penulis dan musisi, jurnalis dan orang-orang yang simpati terhadap penderitaan para pengungsi.

4. Pan-African Cultural Festival (PANAF)

PANAF kedua yang dilaksanakan di Aljir
PANAF kedua yang dilaksanakan di Aljir. Source

Pan-Afrika Cultural Festival pertama kali secara resmi dibuka di Aljir pada 21 Juli 1969. Diamanatkan oleh Organisasi Kesatuan Afrika untuk mengatur berlangsung acara, Aljazair berusaha melibatkan seluruh dunia kulit hitam dan Afrika. Acara ini diadakan oleh banyak kritikus dan peserta sebagai respon radikal terhadap acara Pan-Afrika sebelumnya yang diadakan di Dakar, Senegal, pada bulan April 1966: Festival Seni Negro Dunia Pertama.

Baca juga: 5 Festival Musik Terbesar di dunia sampai 2 juta penonon , wow mari kita lihat!

5. Festival du Rai d’Oran

Suasana saat acara berlangsung
Suasana saat acara berlangsung. Source

Rai adalah jenis musik tradisional Aljazair yang muncul pada tahun 30-an. Rai lahir di perkotaan, Oran dan Aïn Témouchent, dari penggembala Badui, bercampur dengan bunyi Spanyol, Perancis dan Arab. Festival Rai d’Oran adalah acara musik tahunan yang diadakan setiap bulan Agustus yang bertujuan untuk merayakan genre musik rai. Para musisi rai berkumpul di Oran untuk menghadiri acara musik ini.

6. S’Biba Djanet

S’Biba Djanet
S’Biba Djanet. Source

S’Biba Djanet adalah salah satu festival Sahara terpenting di Aljazair, upacara suku khas Tuareg. Setiap tahun, selama pesta El Achour, suku Tuareg berkumpul di oasis Djanet (tenggara) untuk merayakan pakta perdamaian, S’biba dalam rangka melestarikan tradisi. Para wanita mengenakan perhiasan terbaik mereka, menyanyikan lagu-lagu Tuareg sementara para pria mengenakan kostum tradisional dan melakukan permainan perang. Dengan demikian mereka merayakan rekonsiliasi antara orang-orang nomaden dengan pengumuman kemenangan Musa atas pasukan Firaun dan kematian yang terakhir.

Baca juga: 5 Festival Langganan Tiap Tahun yang Tertunda Karena Pandemi. Sayang.. Padahal Seru Banget, lho!