6 Gunung api aktif di Indonesia, Sobat travel addict pasti suka naik gunung, dengan mendaki gunung dapat memacu adrenaline , kekompakan dan kejasama. sobat pasti ttidak asing lagi dengan gunung- gunung yang ada di Indonesia , Inilah beberapa gunung api aktif di Indonesia .

Baca juga : traveladdict.xyz/id/gunung-yang-sudah-bisa-didaki-di-new-normal-saatnya/

1. Gunung Merapi

6 Gunung api aktif di Indonesia. Gunung Merapi
source image : kompas.com

Gunung Merapi merupakan Gunung api aktif di Indonesia terletak di dua provinsi yaitu, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, ketinggian gunung Merapi ini mencapai 2968 meter (9738 ft).

Gunung ini pernah beberapa kali meletus sejak tahun 1548 , gunung ini meletus sebanyak 68 kali, dan tahun ini 2020 tepatnya tgl 28 Maret 2020, pukul 19.25 WIB meletus kembali dan puncaknya pada tgl 29 Maret 2020 pukul 00.15 WIB gunung merapi meletus dengan tinggi erupsi 1500 meter di atas puncak atau 4.468 meter di atas permukaan laut yang mengakibatkan ada nya awas panas dan di haruskan warga yang berjarak 5 kilometer dari lereng gunung wajb mengungsi dan di tutupnya permukiman sekiaar gunung merapi.

2. Gunung Krakatau

Gunung Krakatau
source image: tirto.id

Gunung Krakatau terletak di Lampung Selatan, Lampung. Gunung ini mempunai ketinggian 338 meter diatas permukaan laut.

Pada tahun 1883 gunung krakatau ini meletus dengan berkuatan besar dan memicu tsunami besar dan menelan puluhan ribu korban jiwa dan merupakan erupsi terbesar gunung yang ada berada di Selat Sunda, dan dari letusan ini pula yang menimbulkan terpisahnya pulau Jawa dan Sumatra.

3. Gunung Salak

source image : id.wikippedia.org

Gunung Salak merupakan gunung api yang aktif yang berada di Sukabumi, Bogor , Jawa Barat. Gunun ini meiliki ketinggian 2.211 meter diatas permukaan laut.

Gunung ini masih aktif dan juga mrupakan gunung yang menjadi favorit pendaki , dan punca yang paling sering di daki dari gunung salak ini adalah, Puncak Salak I dan Puncak Salak II.

4. Gunung Merbabu

source image : tokopedia.com

Gunung Merbabu merupakan unung api aktif di Indonesia berikutnya, yang berada di wilyah Kabupaten Magelang , Provinsi Jawa Tengah.

Gunung Merbabu pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797, Puncak gunung Merbabu berada pada ketinggian 3.145 meter diatas prmukaan laut.

Gunung Merbabu memiliki 5 jalur pendakian diantaranya yaitu, Jalur Kopeng Thekelan, Jalur Wekas, Jalur Kopeng Cunthel, Jalur Selo dan Jalur Suwanting.

5. Gunung Gede Pangrango

source image : Phinemo.com

Gunung Gede Pangrango adalah gunung api aktif bertipe sratovolcano yang berada di Pulau Jawa , Indonesia tepatnya di Kabupaten Cianjur dan Sukabumi, Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu dari lima taman nasional yang ertm akali di umumkan di Indonesia pada tahun 1980, dan berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Gede Pangrango.

Gunung Gede pertama kali meletus pada tahun 1747, letusan ini sangat hebat dan menyebabkan 2 aliran lava bergerak dan telihat dari kawah.

Letusan terakhir Gunung Gede terjad pada tahun 1957, yang merupakan letusan kecil , namun Gunung Gede masih tertidur hingga sekarang dan tidak menutup kemungkinan akan meletus lagi di masa akan datang , maka dari itu itu harus waspada apabila berukunjung ke Gunung Gede dan selalu berhati- hati.

6. Gunung Ijen

Gunung Ijen
souce image : pinterest.com

Gunung Ijen adalah gunung api aktif yang berada di perbatasan antara Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi , Jawa Timur, Indonesia.

Gunung Ijen memiliki ketinggian 2.386 meter diatas permukaan laut , Gunung ini mempunyai kawah diatas puncaknya yang bersifat asam dan dengan kedalaman kawahnya 200 meter dan luasnya mencapai 5.466 hektar.

Gunung Ijen yang memiliki kawah di puncaknya itu terjadi akibat letusan freatik yang bersumber dari kawah utama dan menyebabakn erupsi , erupsi freatik terakhir terjadi pada tahun 1999.

Potensi bahaya dari gunung ijen ini adalah berupa ancaman aliran gas racun, aliran awan panas, lumpur panas, aliran lava, hujan abu lebat dan letusan lahar dalam radius 1.5 km dari pusat erupsi.

Namun saat ini Gunung Ijen masih aktif dan himbaun untuk masyarakat sekitar dan pengujung untuk tidak diperbolehkan mendekati bibir kawah maupun mendekati dasar kawah serta tidak boleh menginap dalam kawasan gunung api kawah Ijen , masyarakat pengunjung dan wisatawan tidak usah panik dan cemas bila ada fenomena munculnya gas beracun , serta jangan percaya akan isu -isu terkait keadaan Gunung Ijen yang tidak jelas sumbernya.