Pada negara atau tempat tertentu pasti memiliki kebudayaan yang diterapkan. Seperti kebudayaan Pakistan. Wujud kebudayaan dapat berupa ide pola pikir, aktivitas yang dilakukan atau sistem sosial dan hasil budaya dapat berupa benda. Pakistan salah satu negara yang memiliki kebudayaan tertentu. Ada beberapa hal menarik berkaitan dengan kebudayaan Pakistan, yuk simak di bawah ini.

Penduduk yang Sangat Ramah

Penduduk di Pakistan ini terkenal sangat ramah terlebih kepada pengunjung atau wisatawan terutama wisatawan asing dari luar negaranya. Dalam kebudayaan Pakistan,  pengunjung berarti ialah tamu yang dianggap sebagai raja yang berarti harus dimuliakan. Terlebih Penduduk Pakistan mayoritas beragama Islam, yang juga mempunyai ajaran untuk memuliakan tamu.

Mereka sangat senang untuk menyambut para tamu atau wisatawan. Mereka tak segan untuk menawari hidangan yang disajikan atau dijual oleh mereka, dan wisatawan dapat mencobanya secara gratis. Karena mereka punya prinsip untuk memperlakukan tamunya dengan sebaik mungkin. Jadi, dalam kebudayaan Pakistan ini mereka akan melakukan berbagai cara agar para tamu atau wisatawan dapat merasakan kenyamanan dan kehangatan dari keramahan yang mereka berikan.

Pakaian Khas Pakistan

Hal menarik tentang kebudayaan Pakistan juga ditemui pada pakaian khas Pakistan. Shalwar Kameez dikenal sebagai pakaian Pakistan atau pakaian tradisional yang dikenakan oleh pria ataupun wanita di Pakistan atau juga ditemui di daerah Asia Selatan bagian utara dan Asia Tengah seperti di Afghanistan atau India.

Shalwar kameez sebagai salah satu kebudayaan Pakistan
Shalwar Kameez Wanita (Sumber: lashkaraa.com)

Shalwar kameez ini awal mulanya muncul pada abad ke-12 yakni pada masa era Islam atau Iran yang selanjutnya diikuti oleh kekaisaran Mughal di daerah Punjabi. Shalwar kameez ini identik dengan sepasang celana dan baju. Celana pada shalwar kameez bersifat longgar atau gombrong dan panjang, serta baju pada shalwar kameez ini bersifat longgar dan  panjang hingga menyentuh setara dengan bagian lutut.

Shalwar berasal dari bahasa Persia yaitu Shalwar yang bermakna celana. Sedangkan kameez berasal dari bahasa arab qamis sebutan untuk baju pada shalwar kameez ini. Ada juga anggapan kata Kameez ini berasal dari bahasa latin yaitu “Camisia” yang bermakna baju. Dalam kebudayaan Pakistan ini, shalwar kameez dapat digunakan untuk pakaian sehari-hari, untuk bekerja dan ada pula yang jika dalam keperluan khusus atau kondisi tertentu dikenakan sebagai pakaian formal.

Selain sharwal kamezz, ada “Burkak”. Burkak ini sebutan untuk pakaian yang menutupi seluruh tubuh yang biasanya dikenakan oleh wanita muslim di Pakistan, burkak juga biasa dikenakan oleh wanita muslim di negara selain Pakistan, seperti di Afghanistan dan India. Biasanya burkak dipakai oleh wanita muslim untuk menutupi pakaiannya sehari-hari (seperti shalwar kameez). Tetapi burkak ini tidak terlalu sering digunakan, ada yang menggunakan dan ada juga yang tidak menggunakannya. Umumnya burkak ini biasa digunakan oleh wanita muslim pada daerah-daerah perdesaan di Pakistan.

Penduduk yang Sangat Menyukai Teh (Chai)

Pakistan termasuk negara yang mempunyai tradisi minum teh khas negaranya. Teh Pakistan dikenal dengan sebutan “Noon chai”. Noon chai dapat disebut juga teh kashmir. Teh ini sangat populer di Pakistan. Penduduk Pakistan sangat menggemari noon chai ini. Pada kebudayaan Pakistan, biasanya teh noon chai ini selain untuk dikonsumsi pada kehidupan sehari-hari juga digunakan untuk menjadi jamuan saat para tamu berkunjung. Para wisatawan juga biasa dikenalkan juga dengan teh noon chai yang sangat populer di Pakistan ini.

Penduduk Pakistan menawarkan tamunya untuk menikmati teh ini sebagai bentuk menyambut tamu dan memulai percakapan yang akan dilakukan dengan tamu tersebut.

Minum teh noon chai bentuk kebudayaan Pakistan
Noon Chai atau Teh Kashmir (Sumber: mirchitales.com)

Teh noon chai terbuat dari campuran teh hitam kacang almond, kacang pistachio, susu, garam, campuran rempah seperti kayu manis (cinnamon), kapulaga (cardamom) dan adas bintang atau kembang lawang. Teh noon chai ini memiliki visual berwarna merah muda. Warna merah muda yang ada pada noon chai ini berasal dari baking soda yang ditambahkan ke dalam campuran noon chai. Ada juga teh chai biasa yang tanpa ditambah baking soda, warnanya mirip seperti the tarik.

Noon chai ini memiliki rasa yang lebih pekat daripada teh umumnya karena terdiri dari bahan yang mempunyai rasa dan aroma yang khas, dan noon chai ini juga menimbulkan sensasi yang hangat pada tenggorokan ketika meminumnya.

Dalam kebudayaan Pakistan, teh noon chai ini juga bisa termasuk bagian dari jamuan acara-acara khusus atau acara-acara besar di Pakistan, seperti misalnya untuk jamuan pada acara pernikahan. Karena noon chai ini sangat populer di Pakistan, noon chai ini dapat ditemui dan dibeli di berbagai daerah di Pakistan. Selain itu, biasanya teh noon chai ini disajikan bersama dengan berbagai kue atau kudapan khas Pakistan sheermal, kulcha, bakarkhani, dan kandir tchot.

Makanan Pokok Pakistan

Hal menarik yang berkaitan dengan kebudayaan Pakistan juga ditemui pada makanan pokok penduduk Pakistan. Biasanya ada sebagian penduduk Pakistan menjadikan roti sebagai salah satu makanan pokoknya. Banyak penduduk Pakistan yang menggemari makanan yang terbuat dari gandum. Seperti “Paratha” ialah salah satu roti gandum yang biasanya disajikan sebagai makanan pokok atau makanan pendamping lauk sehari-hari.

Paratha ini sejenis roti yang terbuat dari tepung gandum, air, dan garam kemudian dibentuk pipih dan dibuat dengan cara dipanggang. Pada paratha ini juga berikan ghee atau minyak samin yang membuat lebih berminyak dan tidak kering. Pada kebudayaan Pakistan atau tradisinya, paratha ini biasa disajikan dengan kari, telur, ikan sarden atau berbagai macam menu pendamping lainnya.

Pada kebudayaan Pakistan, ada pula sebagian Penduduk Pakistan yang menjadikan nasi sebagai makanan pokoknya. Namun, di Pakistan jarang ditemui nasi putih seperti yang umum kita temui di Indonesia. Salah satu jenis nasi yang biasa dikonsumsi oleh Penduduk Pakistan ialah nasi biryani.

Nasi biryani ini biasanya terbuat dari beras basmati dimasak dengan campuran bumbu rempah seperti cengkeh, kacang-kacangan, kayu manis (cinnamon), ketumbar, jintan bawang bombay, bawang putih, minyak samin dan berbagai bumbu lainnya. Nasi biryani ini mempunyai visual warna kecoklatan.

Dalam kebudayan Pakistan, nasi biryani sebagai salah satu makanan pokok di Pakistan.
Nasi Biryani (Sumber: Wikipedia)

Terdapat varian yang menambahkan daging ayam atau daging sapi sebagai pelengkap untuk hidangan nasi biryani ini. Perpaduan bumbu rempah dan daging dalam nasi biryani ini menjadikan makanan ini sebagai makanan favorit di Pakistan. Selain di Pakistan, nasi biryani juga dapat ditemui di negara lain dengan khas masing-masing negara tersebut. Nasi biryani dapat ditemu juga di India, Sri Lanka, atau negara-negara timur tengah.

Selain nasi biryani, ada pula jenis nasi lainnya yang juga biasa dikonsumsi masyrakat Pakistan yaitu nasi jeera atau nasi jinten (cumin rice).

Jeera Rice atau Cumin Rice. (Sumber: littlesunnykitchen.com)

Nasi jeera ini dibuat dari beras basmasti dan ditambahkan jinten, kayu manis (cinnamon), mentega, garam, minyak samin, dan tambahan bumbu lainnya. Nasi jeera ini juga familiar di Pakistan ataupun di India, dan biasa disajikan bersama kari ataupun jenis lauk-pauk lainnya.

Bahasa Pakistan

Pada sebuah negara atau daerah tertentu pastinya memiliki bahasa resmi yang digunakan untuk komunikasi sehari-hari. Pakistan termasuk salah satu negara yang mempunyai berbagai ragam linguistik  atau bahasa. Pakistan memiliki sekitar 70 bahasa daerah yang resmi digunakan. Pada kebudayan Pakistan, umumnya bahasa resmi sehari-hari yang digunakan oleh Penduduk Pakistan ialah bahasa Urdu.

Bahasa Urdu hampir mirip dengan bahasa Hindi karena memiliki akar bahasa yang sama yaitu bahasa Sanksekerta. Selain bahas Urdu, bahasa resmi yang sering digunakan di Pakistan terutama pada kantor-kantor resmi di Pakistan yaitu bahasa Inggris.

Jadi, tak perlu khawatir bila berkunjung ke Pakistan akan kesulitan berkomunikasi karena memungkinkan adanya Penduduk Pakistan yang mengerti bahasa Inggris dan bisa memudahkan wisatawan asing untuk berkomunikasi.

Tradisi Pernikahan di Pakistan

Hal menarik lainnya tentang kebudayaan Pakistan yakni berkenaaan dengan tradisi pernikahan di Pakistan. Dalam kebudayaan Pakistan, pernikahan sepasang manusia bukan hanya dilihat sebagai persatuan antara laki-laki (suami) dan juga perempuan tetapi juga berkenaan dengan hubungan antar keluarga masing-masing. Jadi, pernikahan yang berlangsung di Pakistan biasanya erat kaitannya dengan campur tangan pihak keluarga.

Pada kebudayaan Pakistan, kebanyakan yang sering ditemui pada tradisi pernikahan di Pakistan terjadi karena adanya perjodohan yang dilakukan oleh kesepakatan keluarganya. Perjodohan ini umum atau lazim terjadi di Pakistan, biasanya perjodohan terjadi saat ada antar kerabat dekat, teman, keluarga atau pihak ketiga yang membantu untuk mempertrmukan dua calon pengantin dan merencanakan perjodohan pada dua orang tersebut yang dirasa cocok untuk menikah.

Biasanya pada perjodohan ini juga ditemui calon pengantin yang belum saling mengenal bahkan ada yang belum saling melihat satu sama lain. Jadi, mereka yang menikah benar-benar tidak mengenal siapa calon pasangannya. Mereka yang menikah biasanya pertama kali untuk melihat pasangannya yakni pada acara pernikahan berlangsung.  

Tradisi kebudayaan Pakistan berkenaan dengan perjodohan ini masih banyak yang menerapkannya. Tetapi ada pula pernikahan semi-perjodohan.

Maksud dari semi-perjodohan tersebut biasanya keluarga atau yang mempunyai kesepakatan untuk menjodohkan orang terdekatnya, membiarkan calon sepasang kekasih untuk bertemu dan mengenal lebih dulu siapa calon pengantinnya nanti. Ini dilakukan supaya menciptakan suasana keakraban pada kedua calon pengantin tersebut.

Pendekatan ini dapat dilakukan beberapa bulan, jika kedua calon pasangan merasa cocok maka akan melangsungkan pernikahan namun jika kedua calon pasangan merasa tidak cocok maka pendekatan akan berhenti dan tidak melanjutkan ke tahap pernikahan.

Meski begitu, di Pakistan ada pula pernikahan tanpa perjodohan. Ada yang menikah memang awalnya sudah mengenal satu sama lain dan berniat untuk melangsungkan pernikahan, bukan atas perjodohan yang biasanya dilakukan oleh keluarga atau kerabat dekat.

Wisata Budaya di Pakistan

Salah satu wujud kebudayaan ialah bisa dilihat dari hasil peninggalan berupa karya berbentuk benda atau fisik. Salah satu wujud kebudayaan Pakistan juga dapat dilihat dari tempat bersejarah atau tempat wisata budaya di Pakistan. Wisata budaya ini juga bisa sebagai tempat wisata dan mengenal peninggalan sejarah atau budaya di Pakistan.

Benteng Lahore (Sumber:Wikipedia)

Benteng Lahore salah satu peninggalan kekaisaran atau kerajaan di Pakistan. Benteng Lahore terkenal karena hampir seluruh bagiannya dibangun kembali pada masa kerajaan Mughal sedang berada di puncak kemegahannya yakni pada masa abad ke-17. Di dalam Benteng Lahore ini terdapat 21 monumen yang beberapa diantaranya merupakan berasal  dari era kaisar Akbar.

Mohenjo Daro adalah refrensi tempat wisata bersejarah selain Benteng Lahore. Mohenjo Daro ini merupakan tempat atau situs sisa pemukiman terbesar dari kebudayaan Lembah Sungai Indus yang letaknya di Sind, Pakistan. Mohenjo Daro ini juga merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO.

Terdapat refrensi wisata budaya lainnya seperti Masjid Wazhir Khan, Masjid Badshahi, Rohtas Fort, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Resep Kashmiri Chai

Baca Juga: Makanan Khas Turki