Iran sedang gencar mempromosikan pariwisatanya. Negeri itu memiliki ribuan situs purbakala peninggalan imperium Persia. Meskipun sedang tegang dengan Amerika Serikat dan Inggris, sangat menyenangkan bagi wisatawan untuk liburan ke Iran.

Iran memang menjadi negara destinasi wisata yang mulai diminati oleh wisatawan dari seluruh dunia. Namun, Setiap negara pasti punya adat dan budaya yang mengatur tentang hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tak terkecuali Iran.

Jika berkesempatan untuk liburan ke Iran, ada baiknya kamu memperhatikan deretan hal-hal ini agar liburan ke Iran kamu jadi lebih aman dan nyaman. Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan? Yuk simak artikel ini!

Tutur Kata yang Sopan Menurut Budaya Iran

Image by hjrivas from Pixabay

Iran terbilang sensitif dalam sebuah pembicaraan atau topik tertentu yang sedang dibahas. Alangkah baiknya bagi kamu yang ingin liburan ke Iran memperhatikan apa yang sebaiknya jangan kamu bicarakan di depan orang Iran.

Politik

Salah satunya adalah jangan pernah membahas atau mengkritik politik atau tokoh politik Iran. Meskipun ada beberapa orang Iran yang cukup vokal dalam menyuarakan pendapatnya, orang Iran sangat nasionalis.

Jadi, jika kamu berada di situasi yang membahas tentang politik Iran, cukup dengarkan saja dengan baik tanpa harus mengutarakan pendapatmu supaya terhindar dari kondisi yang tidak mengenakkan.

Budaya dan Bahasa

Bahasa yang digunakan orang Iran adalah Persia (Farsi). Bahasa Persia (Farsi) menggunakan alfabet/penulisan Arab dan ditulis seperti tulisan Arab, yaitu dari kanan ke kiri. Sedangkan untuk angka ditulis dari kiri ke kanan.

Namun, penting untuk dipahami, Persia bukanlah bagian dari Jazirah Arab. Orang Iran tidak menganggap diri mereka orang Arab atau Timur Tengah. Jadi, jangan pernah menyebut mereka Arab. Jika kau menyebut mereka sebagai orang Arab, maka mereka akan tersinggung.

Selain itu, hindari penggunaan kata “kiri”, “cangkir”, dan “jendela” dalam Bahasa Indonesia saat kamu liburan ke Iran. Kata-kata ini berarti “alat kelamin” dalam bahasa Persia yang pastinya akan membuat orang Iran bingung ketika mendengarnya.

Jangan Menyebut “Teluk Arab”

Iran juga memiliki teluk yang letaknya berbatasan dengan bangsa Persia dulu. Namun, jangan pernah kamu mengatakan “Teluk Arab” atau “Arabian Gulf” saat kamu sedang liburan ke Iran. 

Meskipun hal ini terdengar sepele, sebutan “Teluk Arab” atau “Teluk” sebenarnya adalah obrolan yang sensitif bagi orang Iran. Secara historis, ahli geografi Strabo dan Ptolemy merujuk pada perairan ini sebagai Teluk Persia.  Namun, bagi orang Iran, itu adalah Teluk Persia (Persian Gulf) “selamanya.”

Hal ini kembali lagi dari yang sebelumnya bahwa orang Iran agak sensitif ketika kamu menyebutnya orang Arab atau apapun yang berhubungan dengan Arab meskipun sekilas nampaknya mereka bagian dari Arab.

Adab yang Berlaku di Iran

Harus menjaga adab yang sopan bila amu liburan ke Iran
Image by zibik from Pixabay

Sama seperti negara lainnya, termasuk Indonesia, Negeri Iran juga memiliki adab, budaya, dan adat istiadat yang perlu diperhatikan juga seperti cara bertutur kata yang sebelumnya sudah dibahas. Berikut ini adalah adab yang harus diperhatikan saat kamu sedang liburan ke Iran.

Jangan Mengambil Foto Orang yang Tak Dikenal

Sebagian besar orang Iran tidak akan suka jika kamu mengambil foto mereka diam-diam. Terutama karena mereka tidak ingin wajahnya terlihat di media sosial.  

Di beberapa tempat, kamu bahkan diminta dengan sopan untuk tidak mengambil foto sebagai tanda hormat kepada tamu lain. Tetapi jika benar-benar ingin berfoto sata kamu liburan ke Iran, cobalah untuk meminta izin terlebih dahulu.

Kamu juga dilarang untuk mengambil foto dari bangunan pemerintahan. Peraturan ini sangat serius dan jangan pernah dilanggar. 

Sebisa mungkin jauhkan kamera dari pemandangan di sekitar gedung pemerintah, situs militer, atau setiap tempat yang memiliki tanda “tidak boleh memotret” (no photography).

Jangan Memakai Sepatu di Dalam Ruangan

Jika seseorang mengundangmu ke rumah mereka, pastikan kamu melepas sepatu sebelum masuk.

Orang Iran memakai sandal rumah di dalam ruangan dan pasti menawarkan sepasang sandal khusus juga kepadamu.

Kamu boleh menerimanya atau menolak dan berjalan tanpa alas kaki atau tetap mengenakan kaus kaki di dalam rumah. Hindari menggunakan sepatu jika kamu ingin bertamu di Iran.

Jangan Bersentuhan Dengan Lawan Jenis

Artinya, kamu tidak boleh berciuman, berpelukan, atau merangkulkan tangan pada tubuh kekasih di depan publik saat sedang liburan ke Iran. Namun, bergandengan tangan masih umum dilakukan di sana.

Di Iran, pria dan wanita juga tidak boleh bersalaman. Ada beberapa orang yang menolak jabat tangan dengan samar agar kamu tidak tersinggung, tapi ada pula yang tidak peduli pada perasaanmu dan jelas-jelas menolak.

Sehingga penolakan jabat tangan ini akan berbuntut pada rasa malu yang besar. Saat bertukar salam, jagalah tangan tetap berada di sisi tubuh. Jika berfoto dengan orang Iran yang berlawanan jenis, jangan pernah meletakkan tangan pada tubuhnya.

Cara Berpakaian

Image by mostafa meraji from Pixabay

Dilarangnya kita untuk bersentuhan dengan lawan jenis menjadi tanda bahwa Iran juga tetap menjalankan syariat Islam. jadi bagi wisatawan pun harus menghormati dan mengikuti aturan tersebut, termasuk juga cara berpakaian.

Cara berpakaian yang sopan di Iran sama dengan syariat yang telah ditetapkan oleh Islam. Bagi wanita wajib menggunakan kerudung dan menggunakan pakaian bagian atas yang menutupi bentuk tubuh hingga sebatas lutut. 

Bahkan foto untuk visa juga harus mengenakan jilbab. Jadi kalian para wanita, jangan lupa untuk bawa kerudung/pashmina dan atasan/blus panjang bila hendak liburan ke Iran.

Sedangkan bagi pria, dilarang menggunakan celana pendek dan atasan tanpa lengan di tempat umum. Jadi sebaiknya untuk pria, gunakan celana panjang hingga menutupi lutut dan baju lengan pendek atau panjang.

Aturan Keuangan di Iran

Image by Ann San from Pixabay

Setelah kamu memperhatikan apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan saat kamu sedang liburan ke Iran, ada baiknya kamu juga memperhatikan beberapa aturan keuangan yang berlaku di Iran.  

Visa

Perlu diketahui bahwa visa Iran untuk wisata dapat diperoleh saat kedatangan di Bandara Imam Khomeini dan berlaku untuk 30 hari. Visa juga dapat diperoleh melalui Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta.

Jadi, untuk memudahkan perjalanan, sebaiknya visa diurus terlebih dahulu di Kedutaan.

Selain itu, jangan dengan mudah memberikan paspor, visa, atau dompet kepada orang yang mengaku polisi. Jika ada yang meminta, sampaikan saja bahwa paspormu disimpan di hotel atau di Kedutaan Besar RI (KBRI) Tehran.

Kartu Debit/Kredit

Selain itu, kartu kredit dan debit sulit dipakai, terutama bila kamu adalah wisatawan yang berlibur ke Iran. Maka, sediakanlah uang tunai yang cukup untuk memudahkan kegiatan belanja kau selama liburan ke Iran.

Sebagai tambahan informasi, orang-orang di Iran jujur dan akan memberitahumu apabila ada kesalahan atau kelebihan dalam memberikan jumlah pembayaran. Jadi jangan khawatir bila kamu bingung soal konversi mata uang Iran.

Baca Juga: Ikuti 5 Tips Ini Kalau Kamu Mau Liburan Murah! Nomor 4 Dijamin Ampuh

Nah, itu tadi 4 tips yang wajib kamu ikuti kalau kamu mau liburan aman ke Iran. Jangan khawatir bila kamu lupa beberapa hal yang sudah disebutkan sebelumnya, karena Iran aman untuk dikunjungi. Pencurian, kejahatan ataupun kekerasan jarang terjadi.

Beberapa hal lainnya juga bisa kamu perhatikan seperti mempersiapkan akomodasi hotel, transportasi, hingga tempat yang akan kamu kunjungi selama kamu liburan ke Iran.

Sebagai tambahan lainnya, Iran adalah negara empat musim, yang berarti di berbagai sudut negara kamu dapat mengalami berbagai iklim secara bersamaan. Agar tak terhambat cuaca, datanglah pada Maret hingga Mei atau awal September hingga akhir November.

Tertarik untuk liburan ke Iran?