Perserikatan Komoro adalah sebuah negara kepulauan, yang terletak di samudra Hindia. Lebih tepatnya negara ini, berada di ujung utara selat mozambik, lepas pantai timur Afrika. Kalian tau tidak, ada banyak sekali loh keindahan alam yang berada di pulau Komoro ini. Ada yang bisa dijadikan objek wisata, namun ada juga yang tidak bisa karna berbagai alasan. Berikut ini, kami akan merangkum untuk anda 4 Keindahan alam di Pulau Komoro.

Keindahan Alam Pulau Komoro

  1. Gunung Kartala
Keindahan Alam Gunung Kartala di Komoro

Kartala atau Karthala adalah sebuah gunung berapi, yang berlokasi di pulau Akbar, kepulauan Komoro. Gunung Kartala adalah gunung tertinggi, yang berada di kepulauan Komoro. Gunung ini sudah beberapa kali mengalami erupsi, pada tahun 2005 dan tahun 2006 dan erupsi terakhir terjadi pada tahun 2015. Gunung ini ditutupi oleh hutan hujan, yaitu hutan cemara. Ketinggian hutan hujan ini di prediksi sekitar 1800 meter, diatas permukaan laut. Banyak jenis flora dan fauna, yang hanya ditemukan di gunung ini saja.

Aktivitas wisata yang biasa dilakukan oleh para wisatawan disini, adalah mendaki gunung Kartala. Anda harus pergi pagi pagi mungkin, dan anda dapat kembali ke kota saat hari sudah gelap. Menikmati keindahan alam disini sangat menenangkan. Anda juga dapat memasang tenda di gunung Kartala, namun sebagian besar wisatawan lebih memilih melakukan satu kali perjalanan tanpa menginap.

2. Taman Laut Moheli

Taman Laut Moheli

Taman laut Moheli merupakan taman yang dibuat, sebagai eksperimen utnuk memanfaatkan dan melestarikan lingkungan laut. Karena seperti yang kita ketahui, lingkungan laut merupakan rumah bagi spesies hewan laut beserta tumbuhan laut. Taman laut Moheli juga dibuat, untuk berusaha meningkatkan ekonomi lokal dengan ekowisata. Bagi anda yang suka berwisata, dan yang juga ingin menjaga lingkungan mungkin ini tempat yang tepat bagi anda. Di taman laut ini pun sudah banyak disediakan berbagai akomodasi, untuk menunjang kenyamanan bagi para wisatawan, seperti bungalow dan juga perahu yang akan membantu para wisatawan untuk melakukan perjalanan lintas laut dari Grand Comore.

3. Lake Dzialandze

Keindahan Alam Lake Dzialandze

Danau Dzialandzé, kadang-kadang ditulis sebagai Dzia Landzé, adalah sebuah keindahan alam berupa danau kawah kecil yang dapat ditemukan di bagian tengah pulau otonom di Samudra Hindia yang merupakan bagian dari Persatuan Komoro, Anjouan, kadang-kadang disebut sebagai Nzwani. Dikelilingi oleh tanaman hijau subur, danau ini memiliki panjang 280 meter (919 kaki) dengan lebar 150 meter (492 kaki), dan berdiri 910 meter (2.986 kaki) di atas permukaan laut. Menjadi bagian dari Taman Gunung Ntringui, danau ini dianggap sebagai sumber air utama bagi penduduk pulau, meskipun baru-baru ini volume air telah menurun secara signifikan karena penggunaan air untuk pertanian.

Ada beberapa sungai kecil dan sungai yang mengalir ke Danau Dzialandzé, namun, tidak satupun dari mereka cukup signifikan untuk membuat perbedaan besar. Namun, dengan penggunaan pestisida, ada juga ancaman bagi ikan air tawar yang hidup di perairan, serta banyak burung yang sering datang ke sini. Karena ketinggiannya, danau kawah sangat cocok untuk perjalanan hiking yang memungkinkan setiap pengunjung untuk menikmati alam berharga yang diberikan kepada penduduk pulau. Mereka juga menganggap danau itu sebagai tempat suci tempat roh jahat atau penjaga hidup, tergantung versi mana yang diceritakan.

4. Lake Niamawi

Keindahan Alam Pulau Komoro Lake Niamawi

Danau Niamawi, juga dikenal sebagai Lac Salé, adalah sebuah danau kecil yang terletak di dalam kawah gunung berapi tua di pulau utama Persatuan Komoro, Grande Comore. Karena sangat asin, danau ini terletak di bagian utara, tepat di sebelah pantai Pulau Grande Comore, dan ada beberapa ilmuwan yang mengatakan bahwa Gunung Karthala menciptakan danau kecil ini. Selama letusan gunung berapi yang terjadi sekitar abad ke-16, kota Niamawi dihancurkan di mana danau kawah ini sekarang berada.

Saat ini, danau tersebut belum diteliti secara ilmiah, karena dianggap sangat berbahaya untuk dimasuki. Ada beberapa penyelam Belgia pada tahun 1977 yang ingin mengetahui lebih banyak tentang danau, namun, saat mereka menyelam, mereka tidak pernah kembali ke permukaan lagi. Namun, danau ini berubah warna sepanjang hari, dan penduduk setempat menceritakan legenda tentang penciptaannya. Karena ada orang suci setempat yang pergi dari pintu ke pintu di bekas kota untuk mencari air, dia ditolak oleh setiap keluarga, yang membuat lembah itu turun ke kota dan menghancurkan seluruhnya.

Namun demikian, keajaiban alam yang mistis dan memikat ini akan terus memukau para pengunjung negara kecil di Samudra Hindia ini, dan mungkin tidak akan tereksplorasi untuk waktu yang lebih lama di masa depan.

Baca Juga : Top 4 Wisata Pantai Terbaik di Kolombia