Paspor Indonesia (Sumber: The Jakarta Post)

“Mau ke luar negeri deh, tapi males banget bikin paspor Indonesia. Nunggunya lama!”. Sering mendengar keluhan seperti ini dari teman-teman sekitar? Jangan khawatir karena masalah keimigrasian ini juga sudah mulai merambat ke arah digital sehingga tak perlu capek-capek menunggu lama antrian di kantor Imigrasi. Perlu digarisbawahi, meskipun sudah menggunakan sistem digital, proses pembuatan buku izin ke luar negeri ini tetap mengaharuskan kita ke kantor Imigrasi untuk menyerahkan dokumen-dokumen serta interview. Hanya saja, dengan digitalisasi ini, kita bisa menghemat waktu untuk hanya datang di waktu yang sudah ditentukan. Penasaran gimana langkah-langkahnya? Yuk simak dari persiapan hingga langkah membuat paspor Indonesia!

Baca juga: Amazing! Paspor Indonesia Bisa Kalian Pakai ke 5 Tempat yang Best Ini Tanpa Visa

Persiapan Dokumen yang Diperlukan untuk Membuat Paspor

Melalui web imigrasi Indonesia kami kutip dokumen yang diperlukan sebagai persyaratan pembuatan paspor.

  1. Kartu tanda penduduk (KTP) aktif atau yang masih berlaku. Untuk anak-anak di bawah 17 tahun, bisa menggunakan KTP ayah atau ibu yang masih berlaku;
  2. Kartu keluarga (KK);
  3. Akta kelahiran atau dokumen yang di dalamnya tercantum nama, tempat dan tanggal lahir, nama orang tua, seperti akta perkawinan atau buku nikah, ijazah, atau surat baptis;
  4. Untuk warga asing yang berkewarganegaraan Indonesia, harus menyantumkan Surat Pewarganegaraan Indonesia;
  5. Untuk yang mengganti namanya, harus menyantumkan surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang.

Ketentuan tambahan:

Untuk pembaruan atau penggantian harus membawa dokumen yang sama ditambah dengan paspor lama.

Untuk penggantian paspor karena hilang harus membawa:

  1. Surat permohonan kehilangan kepada imigrasi yang berisi nama, tempat dan tanggal lahir, alamat domisili, pekerjaan, dan alasan permohonan.
  2. Surat keterangan dari kelurahan yang berwenang.

Langkah Membuat Paspor Indonesia

Salah satu hal yang dilakukan ketika sampai di kantor imigrasi adalah mengisi data diri secara manual (Sumber: Indonesia Expat)
  1. Download aplikasi Layanan Paspor Online di Google Play atau App Store
  2. Buat akun
  3. Pilih menu antrian paspor dan tentukan lokasi serta waktu kedatangan ke kantor imigrasi terdekat yang tersedia
  4. Simpan nomor antrian dan barcode yang diberikan
  5. Pergi ke kantor imigrasi pada hari dan waktu yang dipilih. Tunjukkan barcode pendaftaran antrian kepada petugas. Petugas akan mengarahkan langkah selanjutnya.

Lama pembuatan paspor ini hingga diterbitkan berkisar sekitar 4-5 hari kerja. Selain itu, biaya yang perlu dikeluarkan adalah Rp350.000 untuk paspor biasa 48 halaman dan Rp650.000 untuk paspor elektronik 48 halaman. Bagi yang butuh paspor secepatnya, kantor imigrasi juga menyediakan layanan percepatan penerbitan paspor yang akan terbit dalam waktu sehari dengan membayarkan biaya sebesar Rp1.000.000 di luar biaya paspor sebenarnya. Namun, untuk layanan ini tidak disediakan di seluruh kantor imigrasi sehingga perlu ditanyakan ke petugas yang berwenang.

Prosedur Penerbitan Paspor oleh Kantor Imigrasi

Siap ke luar negeri setelah punya paspor (Sumber: Bank Sinarmas)

Setelah melalui seluruh rangkaian pendaftaran online hingga datang ke kantor imigrasi untuk penyerahan dokumen dan interview serta foto, langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh pihak yang berwenang adalah memeriksa keabsahan dokumen persyaratan. Maka dari itu, untuk tidak mengulur waktu penerbitan paspor indonesia ini, diharapkan masyarakat yang mau membuat paspor harus memastikan semua dokumennya tanpa ada yang terlewat. setelah dinyatakan lengkap, pendaftar akan diberikan kode pembayaran untuk membayar biaya penerbitan. Bagi pendaftar yang kedapatan dokumen yang dibawa kurang lengkap, pejabat imigrasi yang dipilih untuk memeriksa tadi akan mengembalikan dokumen dan akan meminta untuk segera dilengkapi.

Untuk mengecek perkembangan permohonan paspor bisa cek disini.

Pembuatan Paspor Indonesia di Masa PPKM

Merujuk kepada informasi yang diberikan oleh Direktur Jendral Imigrasi di web resminya, pembuatan paspor di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masywarakat (PPKM) sudah bisa diberlakukan dengan tetap dalam aturan pemerintah tentang PPKM. Proses pembuatan dan penerbitan akan tetap sama seperti biasanya. Teman-teman bisa langsung mengecek web resmi imigrasi atau download aplikasi layanan paspor online untuk memulai proses pendaftaran.

Namun meskipun pelayanan pembuatan paspor ini masih berjalan seperti biasanya, ada beberapa negara yang menutup perbatasan negaranya untuk mencegah penyebaran virus, juga ada beberapa negara yang tidak mengeluarkan visa perjalanan ke negaranya untuk pemegang paspor Indonesia. Jadi siapa yang mau siap-siap bikin paspor nih?