Regulasi atau peraturan mengenai bepergian ke negara asing sedang diperkuat, karena adanya suatu virus yang kini telah menjadi sebuah pandemi di seluruh dunia. COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) merupakan infeksi virus yang berasal dari Kota Wuhan, China sejak akhir tahun 2019 silam. Dikutip melalui situs alodokter.com, Virus Corona dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga dapat menyebabkan kematian. Virus ini dapat menginfeksi siapa saja, mulai dari lansia, orang dewasa, bahkan anak-anak. Penyebarannya yang sangat cepat, membuat banyak negara mengeluarkan ketentuan bagi para turis atau wisatawan selama pandemi ini berlangsung, tidak terkecuali di India.

India merupakan suatu negara yang terletak di benua Asia Selatan. Ibukota dari negara ini adalah New Delhi, serta berbatasan langsung dengan Pakistan, Tiongkok, Myanmar, Bangladesh, Nepal, Bhutan, Afganistan, Sri Lanka, Maladewa, dan Indonesia. India sendiri telah meraih kemerdekaannya dari Britania Raya sejak tahun 1947. Barulah setelah memasuki tahun 1980, penduduk di India mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Banyaknya negara-negara yang terdapat pada perbatasan, menjadikan negara ini sebagai salah satu rute dari perdagangan yang terbesar di masa lalu.

Baca juga : Stay Safe di India! Ini dia 4 Travel Insurance Yang Bisa Kamu Pilih Untuk Melindungi Liburan Kamu Di India

Tidak hanya itu, dilansir melalui situs nativeindonesia.com, India juga memiliki banyak sekali tempat wisata yang dapat menarik kedatangan para turis dari berbagai negara. Banyak yang menggunakan istilah Bollywood untuk menggambarkan tentang negara ini. Meskipun industri perfilman di sini sangat diminati oleh berbagai lapisan masyarakat, namun tanpa disadari, India juga kaya akan berbagai destinasi wisata yang pastinya dapat masuk daftar tujuan travelling kamu setelah pandemi COVID-19 berakhir. Seperti, Taj Mahal yang termasuk dalam keajaiban dunia. Tidak hanya itu, Taj Mahal juga mengandung sejarah dari India di dalamnya. Selain itu, terdapat Agra Fort, yang merupakan sebuah benteng dengan bentuk bangunan istana serta taman yang indah di dalamnya.

regulasi india
Sungai Gangga di Varanasi. Sumber : agoda.com

Destinasi wisata lain yang dapat kamu kunjungi adalah Varanasi. Selain menjadi kota tertua di dunia, Varanasi juga merupakan kota letak sungai suci, atau Sungai Gangga. Taman Nasional Periyar menjadi destinasi lainnya yang menarik untuk kamu kunjungi. Selain terdapat danau buatan dengan mengusung tema sejarah, taman nasional ini juga berisi berbagai macam hewan yang dapat kamu temukan di dalamnya. Selanjutnya adalah The Ellora Caves atau Gua Ellora. Gua buatan yang telah dibuat sejak abad ke-5 masehi ini mampu menggambarkan perasaan damai dan juga rasa toleransi antara umat dari seluruh agama yang ada di dunia.

Beberapa destinasi wisata yang telah disebutkan sebelumnya, dapat menjadi alasan kuat untuk kamu memutuskan bahwa negara pelopor industri film Bollywood ini dapat menjadi tujuan wisata yang menarik. Walaupun demikian, dikarenakan virus COVID-19 yang telah menyebar dan berkembang di seluruh dunia, maka pemerintah setempat membatasi perjalanan baik keluar atau masuk dari negara ini. Nah, untuk kamu yang berencana untuk bepergian atau berkunjung ke sini dalam waktu dekat, berikut ini adalah 5 regulasi atau peraturan yang harus kamu ketahui dan ikuti. Segala ketentuan ini telah dimaksimalkan oleh pemerintah setempat, guna mengurangi penyebaran virus itu sendiri.

Menunjukkan Bukti Tes PCR Negatif

Tes PCR. Sumber : homecare24.id

Regulasi atau peraturan pertama yang wajib kamu ketahui sebelum bepergian ke luar negeri, khususnya India, adalah wajib menunjukan hasil atau bukti negatif dari tes PCR yang telah kamu lakukan. Polymerase chain reaction (PCR) merupakan cara yang dilakukan untuk memeriksa apakah seseorang terpapar virus COVID-19 atau tidak. Melalui penggunaan alat khusus, yang kemudian diusap ke dalam hidung atau tenggorokan. Barulah kemudian setelah 30-60 menit, dapat diketahui apakah kamu termasuk positif atau negatif.

Dibandingkan dengan tes-tes lainnya, seperti rapid-test dan swab-antigen, hasil yang didapat dari tes PCR lebih akurat. Meskipun demikian, rangkaian tes yang harus kamu jalani, terbilang cukup rumit. Ditambah, harga dari satu kali tes PCR ini cukup tinggi. Kamu wajib melakukan tes PCR, selambat-lambatnya 72 jam atau tiga hari sebelum keberangkatan dan/atau kedatangan. Setelah itu, pemeriksaan kesehatan serta suhu badan akan tetap dilakukan setelah kamu tiba di India.

Mematuhi Regulasi/Peraturan Pemerintah

Lockdown pada beberapa daerah. Sumber : cnbcindonesia.com

Karena penyebaran virus COVID-19 yang sangat pesat, maka terdapat beberapa daerah di India yang memperketat peraturan mengenai wilayahnya. Kota-kota besar di India mulai menerapkan pembatasan, yang mungkin akan berbeda antara satu dengan yang lain. Perkumpulan di berbagai ruang publik juga semakin dibatasi. Salah satu penggambaran yang tepat terhadap situasi seperti ini, adalah lockdown.

Lockdown dapat diartikan sebagai penutupan akses masuk ataupun keluar di sebuah daerah. Tidak hanya penutupan akses, tetapi semua masyarakat yang ada pada daerah tersebut, tetap harus berada di dalam rumah, dan tidak melakukan aktivitas di luar. Tujuan dari diberlakukannya peraturan ini, adalah semata-mata untuk mengurangi penyebaran virus di daerah tersebut. Oleh sebab itu, kamu sebagai wisatawan, harus mengikuti regulasi ini.

Baca juga : 4 Taman Nasional di Bhutan ini Super Besar!

Mematuhi Protokol Kesehatan Setempat

Menggunakan masker di luar ruangan. Sumber : news.detik.com

Dikarenakan virus COVID-19 ini telah menyebar luas di seluruh dunia, maka organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) menetapkan berbagai peraturan agar masyarakat dapat tetap beraktivitas di luar ruangan selama masa pandemi. Mulai dari rajin mencuci tangan setidaknya 20 detik, dengan menggunakan sabun atau cairan pembersih tangan. Kemudian juga kamu harus mengenakan masker saat berada di luar, hal ini merupakan salah satu langkah pencegahan atau preventif, agar dapat terhindar dari penyebaran virus.

Selain itu, kamu juga dihimbau untuk menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. Apabila kamu sedang berada dalam keramaian, maka diwajibkan untuk menjaga jarak minimal satu meter dari orang lain. Namun, sebaiknya jika kamu tetap harus beraktivitas di luar rumah, maka kamu harus menjauhi kerumunan. Terlebih lagi, apabila kamu sedang sakit, yang mana akan lebih rentan terhadap virus itu sendiri. Terakhir, mengurangi mobilitas. Apabila memang tidak ada keperluan yang mendesak (urgent), maka diharapkan agar kamu tetap berada di rumah agar mampu meminimalisir penyebaran virus.

Penggunaan Akomodasi dan Transportasi

Pengoperasian kereta di India. Sumber : republika.co.id

Beberapa alat transportasi umum di India tetap beroperasi selama masa pandemi berlangsung. Namun, perlu diperhatikan bahwa dalam realisasinya, tetap terdapat berbagai peraturan yang harus dipatuhi. Seperti, tetap menggunakan masker di dalam transportasi umum, duduk berjarak setidaknya satu kursi dengan orang lain, serta diharapkan dapat selalu mengikuti arahan dari pemerintah atau petugas yang ada.

Sedangkan, segala bentuk akomodasi tetap buka dan berjalan mengikuti ketentuan yang ada. Pembatasan kapasitas di restoran dan bar. Pembatasan ini diberlakukan sesuai dengan peraturan masing-masing wilayah. Baik dari 25% maupun 50% guna mengurangi penyebaran virus COVID-19. Selain itu, beberapa toko penting tetap buka dan beroperasi, sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

Peraturan Vaksinasi dan Karantina

Vaksinasi di India. Sumber : beritasatu.com

Vaksin atau imunisasi adalah proses pemberian antigen ke dalam tubuh, agar dapat menjadi kebal terhadap suatu penyakit atau virus tertentu. Dilansir melalui situs alodokter.com, vaksin biasanya terdiri dari virus atau bakteri yang sudah mati maupun dilemahkan, yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh seseorang. Apabila kamu ingin berlibur ke India, maka kamu diharuskan untuk menunjukan sertifikat vaksinasi COVID-19, baik dalam bentuk cetak maupun digital.

Sedangkan, para turis atau wisatawan yang berkunjung ke India, diwajibkan melakukan karantina selama 8 hari. Di mana, segala biaya penginapan dan karantina akan tetap ditanggung oleh kamu. Kemudian, tes PCR akan dilakukan pada akhir masa karantina. Apabila kamu menerima hasil positif terpapar virus, maka kamu akan dipindahkan atau dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Baca juga : Spoiler 5 Alasan Mengapa Kamu Perlu Asuransi Saat Travel Ke India

Nah, demikianlah peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah India, guna memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19. Pastinya, kamu harus selalu mematuhi peraturan dan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, ya. Tetap utamakan kenyamanan dan keselamatan ya, happy traveling!