Walaupun Bali memang sangat terkenal dengan pesona pantai dan destinasi wisata lainnya, namun makanan khas Bali juga tidak kalah akan popularitasnya. Makanan khas Bali mempunyai cita rasa yang kaya dan unik sehingga menjadi incaran para wisatawan baik lokal hingga mancanegara. Belum lengkap rasanya jika tidak berwisata kuliner juga di Pulau Dewata ini.

Beraneka ragamnya makanan khas Bali tidak akan membuat kamu kehabisan destinasi kuliner ketika kamu berwisata ke sini, loh! Dengan rasa rempah-rempah yang berlimpah, pantas saja makanan khas Bali sangat membekas di lidah wisatawan. Tidak hanya wisatawan lokal, bahkan banyak turis-turis dari berbagai negara datang demi berburu makanan khas Bali untuk dimanjakan lidahnya.

Jika kamu bingung untuk menentukan makanan khas Bali mana yang akan masuk ke dalam list destinasi kulinermu, tenang saja sobat traveladdict. Pada kesempatan kali ini, kami akan merekomendasikan 5 makanan khas Bali paling terkenal dan wajib diburu saat kamu sedang berwisata ke Bali. Simak sampai habis, yuk!

Baca Juga: 6 Fakta Menarik Danau Batur, Destinasi Wisata Wajib Saat kalian Liburan di Bali!

1. Ayam Betutu, Makanan Khas Bali untuk Pecinta Hidangan Ayam

Ayam betutu, makanan khas Bali untuk pecinta hidangan ayam
6Ayam betutu dengan kondimen pelengkap lainnya (Sumber: Travel Kompas)

Ayam betutu merupakan makanan khas Bali yang paling terkenal, sobat traveladdict! Banyak terdapatnya rumah makan ayam betutu di setiap sudut jalanan Bali dan selalu saja ramai pengunjung. Ayam yang merupakan bahan utama memang merupakan santapan yang umum untuk semua kalangan dan sudah pasti banyak penggemarnya. Namun, bumbu dan pengolahan dari ayam betutu ini berbeda sehingga membuat cita rasanya sangat spesial.

Di Bali, ayam betutu dibumbui dengan bumbu khas yang bernama base genep. Base genep sendiri adalah semacam bumbu kuning yang terdiri dari sejumlah rempah-rempah dan cabai sehingga cita rasa ayam betutu sangatlah kaya. Selain base genep, ayam betutu juga dibumbui oleh bumbu wewangenan yaitu bumbu pelengkap seperti garam, lada putih, cengkih, dan lainnya.

Ayam yang dipakai untuk pengolahan ayam betutu ini memakai ayam kampung utuh. Dengan bumbu yang sangat melimpah, tentu saja ayam kampung yang utuh tidak akan terasa hambar. Hal ini dikarenakan adanya proses perebusan bumbu dan ayam berbungkus daun pisang yang memakan waktu selama 1,5 jam sehingga semua bumbu akan meresap sampai ke dalam daging.

Tidak hanya sampai di situ, ada proses memasak selanjutnya yaitu membakar ayam. Ayam yang telah direbus lama bumbunya akan semakin meresap setelah dibakar, serta menghasilkan aroma asap yang membuat ayam betutu ini semakin menggugah selera. Waduh, pantas saja ayam betutu ini terkenal sangat lezat!

Disajikan dengan nasi hangat dan sambal matah, kenikmatan saat menyantap ayam betutu bertambah berkali-kali lipat. Tidak lupa juga kangkung plecing dan kacang  tanah gorengnya sebagai komponen pendamping satu ekor ayam betutu di piringmu sehingga menjadi sebuah hidangan yang lengkap.

2. Babi Guling, Makanan Khas Bali yang Tidak Kalah Populernya

Babi Guling
Babi Guling (Sumber: BBC – Travel)

Babi guling adalah makanan khas Bali yang tidak kalah populernya dengan ayam betutu. Bagi warga lokal Bali, makanan ini sudah sangat familiar, bahkan wisatawan baik dalam negeri maupun asing sangat menyukainya. Warung makan yang menyediakan menu babi guling sangat menjamur di Bali. Jadi tinggal pilih saja warung makan babi guling mana yang ingin kamu kunjungi.

Babi guling juga menggunakan anak babi yang masih utuh sebagai bahan utamanya. Seperti namanya, proses pembuatan babi guling yaitu dengan memanggangnya dan mengguling-gulingkannya secara perlahan agar matang sempurna. Babi guling yang sudah matang pasti kulitnya terlihat mengkilap dan merah kecoklatan. Kenikmatan utama dari babi guling terletak pada kulitnya. Jadi, babi guling yang enak yaitu jika kulitnya terasa gurih dan juga renyah.

Biasanya, babi guling  di warung makan disajikan dengan makanan pendamping lainnya. Walaupun setiap warung makan menyajikan babi guling dengan cara yang berbeda-beda, namun umumnya urab, lawar, sate lilit, dan sosis babi menjadi makanan yang mendampingi satu piring nasi babi guling. Kisaran harga untuk satu paket nasi babi guling juga berbeda-beda.

Paket nasi babi guling
Paket nasi babi guling (Sumber: Traveloka)

Terdiri dari nasi putih, irisan daging babi dan kulitnya, serta makanan pendamping lainnya, harga nasi babi guling umumnya dihargai Rp 15.000 – Rp 25.000. Namun, jika kamu mengunjungi warung makan babi guling yang bisa dibilang mewah, harga per posinya bisa mencapai Rp 40.000 – Rp 75.000. Tentunya dengan harga tersebut piringmu akan lebih lengkap lagi isinya.

Jadi, jangan lewatkan masakan khas Bali yang satu ini ya, sobat traveladdict! Namun, untuk muslim silakan coba makanan khas Bali lainnya saja ya, karena babi guling termasuk ke dalam makanan yang non halal.

3. Lawar, Makanan khas Bali yang Penuh Makna

Lawar merah dan putih
Lawar merah dan putih (Sumber: IDN Times Bali)

Lagi-lagi masakan khas Bali yang satu tidak direkomendasikan untuk muslim. Lawar memang kelihatannya terdiri dari sayur-sayuran yang dicampur dengan berbagai bumbu. Namun, ada yang unik dan berbeda sehingga membuat lawar merupakan hidangan yang spesial.

Tidak hanya menggunakan bumbu dari rempah-rempah yang banyak, parutan kelapa juga ikut menjadi campuran bumbu sehingga cita rasa lawar menjadi gurih dan wangi. Sayuran yang terdiri dari potongan kacang panjang dan cacahan nangka mentah seta potongan daging dicampurkan dengan bumbu-bumbu yang sudah disiapkan menggunakan tangan telanjang. Dan menariknya, lawar biasanya dicampurkan dengan darah binatang sehingga rasanya sangatlah khas.

Darah binatang yang digunakan untuk campuran bumbu lawar ini juga mentah. Hal inilah yang membuat lawar menjadi makanan yang ekstrim bagi para wisatawan. Karena adanya campuran darah, lawar juga menjadi makanan non halal untuk kaum muslim. Namun, ada pula lawar yang tidak memakai campuran darah binatang yaitu lawar yang berwarna putih. Walaupun begitu, tetap saja harus diperhatikan penggunaan daging yang dipakai di dalamnya karena umumnya lawar menggunakan potongan daging babi.

Lawar merupakan hidangan yang wajib ada saat perayaan Hari Raya Galungan
Lawar merupakan hidangan yang wajib ada saat perayaan Hari Raya Galungan (Sumber: Unsplash)

Lawar umumnya selalu ada di menu rumah makan di Bali, tepatnya sebagai makanan pendamping. Selain itu, biasanya lawar juga digunakan untuk sesajen pada saat upacara keagamaan berlangsung, misalnya pada saat perayaan Hari Raya Galungan. Lawar harus selalu ada di upacara keagamaan karena makanan khas Bali ini mempunyai simbol sebagai rasa syukur terhadap alam yang di berikan oleh Tuhan. Maka dari itu, komponen dari lawar terdiri dari tumbuhan dan hewan sebagai wujud dari kekayaan alam pemberian-Nya.

Jadi, jika kamu merasa tertantang dan penasaran, cobalah makanan khas Bali yang satu ini, sobat traveladdict. Dijamin pengalaman wisata Balimu tidak akan pernah terlupakan!

4. Makanan Khas Bali Sate Lilit, Bukan Sate Biasa

Sate lilit khas Bali berbeda dengan sate biasa
Sate lilit khas Bali berbeda dengan sate biasa (Sumber: Bali Travel News)

Siapa yang tidak tahu sate lilit? Sate dengan beragam rempah ini sudah terkenal sekali namanya di Indonesia. Hidangan Bali tanpa adanya kehadiran sate lilit tidak akan lengkap rasanya. Sate lilit ini biasanya dihidangkan dengan nasi dan kondimen pendamping lainnya.

Seperti namanya, sate lilit ini bukan sate yang terdiri dari daging yang ditusukan ke lidi seperti sate pada umumnya. Sate ini merupakan sate dengan daging yang dililitkan atau dieratkan ke batang serai. Memakai ikan tenggiri sebagai bahan utamanya, sate lilit ini sangat aman untuk dikonsumsi kaum muslim.

Daging ikan tenggiri yang digiling dengan bumbu khas Bali membuat setiap gigitannya kaya akan rempah-rempah. Ditambah dengan wangi bakaran yang berasal dari asap saat proses pembakaran sate berlangsung, membuatmu tidak bisa berkata-kata karena rasa enaknya yang sulit dijelaskan. Batang serai yang digunakan untuk melilitkan daging ternyata bukan hanya sebagai dekorasi saja, melainkan sebagai komponen yang ikut serta membuat aroma sate lilit menjadi lebih wangi dan menggiurkan.

Maka dari itu, jangan sampai sate lilit luput dari piringmu, ya! Kalau tidak, kamu pasti akan sangat menyesal jika tidak mencicipi sate khas Bali ini.

5. Nasi Jinggo, Nasi Kucing khas Bali

Nasi jinggo, nasi kucing khas Bali yang murah meriah
Nasi jinggo, nasi kucing khas Bali yang murah meriah (Sumber: Detik Food)

Jika Jawa Tengah dan Timur punya nasi kucing sebagai makanan khasnya, Bali juga punya nasi jinggo, loh! Sama-sama berukuran mini, nasi jinggo merupakan nasi bungkus yang sering diincar baik warga lokal maupun wisatawan karena harganya yang murah. Satu bungkus nasi jinggo dihargai Rp 3.000,00 – Rp 5.000,00 saja, sobat traveladdict.

Nasi jinggo dibungkus dengan daun pisang sehingga aroma nasi di dalamnya menjadi lebih wangi dan menggugah selera. Dibungkus menjadi berbentuk kerucut, membuat nasi jinggo yang mungil ini sangat menggoda untuk dibeli. Bentuknya boleh kecil, namun perpaduan nasi dan lauk pauk di dalamnya membuat kamu ketagihan.

Nasi dan lauk pauk yang ada di dalam 1 bungkus nasi jinggo
Nasi dan lauk pauk yang ada di dalam 1 bungkus nasi jinggo (Sumber: Detik Food)

Walaupun nasi jinggo berukuran kecil, namun lauk yang didapat cukup banyak. Selain nasi, dalam satu bungkus nasi jinggo terdapat ayam suir, sambal sero, tempe oreg, serundeng, potongan telur rebus, dan juga mie goreng. Jika kamu merasa satu bungkus nasi dengan sejumlah lauk pauk ini masih belum cukup, kamu tidak perlu ragu untuk tambah satu atau dua bungkus lagi karena harganya yang sangat murah.

Warung makan yang menyediakan nasi jinggo sangatlah menjamur dan selalu ramai pengunjung. Harganya yang murah meriah sangat cocok untuk kantong backpacker yang berburu makanan murah di Bali. Walaupun murah, nasi kucing khas Bali ini enak untuk dinikmati apalagi bersama teman-teman backpacker-mu lainnya.

Tenang saja, makanan khas Bali yang satu ini termasuk makanan yang halal. Jadi nasi jinggo ini aman untuk disantap sobat muslim dan pastinya kantongmu juga ikut aman, kok. Jadi, jangan sampai nasi jinggo ini tidak masuk list destinasi wisata kuliermu di Bali, ya!

Nah, itu dia 5 makanan khas Bali paling terkenal dan wajib untuk disantap jika kamu sedang berwisata ke Pulau Dewata ini, sobat traveladdict! Dengan begitu, liburan di Balimu akan terasa lengkap dan sangat berkesan hingga membuatmu betah du Bali dan enggan untuk kembali ke kota asalmu.

Baca Juga: 3 Hotel Bali Mewah Terbaik 2020