Museum-museum di Benin yang akan dibagikan kali ini memang mungkin jarang kalian dengar. Namun, apa yang tersimpan di dalam museum-museum di Benin berikut ini sangat menarik untuk dipelajari, terutama untuk kalian yang suka traveling sambil menambah informasi tentang sejarah ataupun seni.

Baca juga 5 Museum di Azerbaijan Terbaik dengan Desain Bangunan dan Sejarah Menarik

Museum Sejarah Abomey, museum di Benin bekas istana

Museum Sejarah Abomey, museum di Benin bekas istana.
Salah satu sudut museum. Source

Museum di Benin yang dulunya adalah istana raja-raja dan Gezo Glèlè ini merupakan daya tarik wisata utama di Kota Abomey. Museum Sejarah Abomey adalah Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1985. Museum ini melestarikan unsur-unsur voodoo dan tradisional, tengkorak rumah dan benda Portugis lainnya. Wilayah museum ini mencakup area seluas 44 hektar. Museum sejarah Abomey dibangun dari tembok dengan ketinggian yang mengesankan untuk waktu dan zaman.

Biaya masuk sudah termasuk pemandu berbahasa Prancis, maka wisatawan yang tidak mengerti bahasa prancis harus pandai mencari pemandu yang berbahasa inggris. Selama sekitar atu jam, pemandu akan mengantar pengunjung berkeliling halaman, ruang upacara dengan singgasana kayu, dan artefak yang terawat dengan baik, serta ruang pemakaman. Tur akan berakhir di Center des Artisans.

Baca juga 5 Wisata Alam di Benin, Pemandangan Menawan Khas Wilayah Afrika

Museum Honmé, museum di Benin yang keasliannya masih terjaga

Museum Honmé, museum di Benin yang keasliannya masih terjaga.
Pintu masuk museum. Source

Museum Honmé (Palais Royal) bertempat di istana bertembok Raja Toffa, yang menandatangani perjanjian pertama dengan Prancis pada tahun 1863. Museum ini menyimpan koleksi artefak bersejarah yang terpelihara dengan baik yang menceritakan kisah keluarga kerajaan. Wisatawan dapat menyusuri ruangan dengan pameran permanen dan sementara, dan melihat-lihat berbagai barang, termasuk furnitur, alat musik, foto bangsawan, dan benda yang digunakan dalam ritual keagamaan dan tradisional. Intiplah juga kamar-kamar yang diisi dengan perabotan otentik, seperti kamar ratu, kamar mandi, dan ruang dansa tempat pesta besar diadakan.

Museum Sejarah Ouidah (Benteng Portugis), museum di Benin yang menyimpaan kekayaan budaya

Museum Sejarah Ouidah (Benteng Portugis), museum di Benin yang menyimpaan kekayaan budaya.
Bangunan museum. Source

Museum Sejarah Ouidah berisi banyak benda dan ilustrasi dari sejarah dan budaya penting, yang bersama-sama memberikan pengunjung pemahaman intim masa lalu di kawasan itu. Koleksi museum dikelompokkan menjadi enam tema utama: Benteng Portugis (di mana museum berada), Kerajaan Xwéda, Kerajaan Dahomey, Perdagangan Budak, Vodun, dan Hubungan Budaya antara Benin dan Dunia Baru.

Museum ini terletak di dalam kompleks Benteng Portugis di Ouidah. Pada masa-masa awal Portugis melakukan perdagangan budak di dalam tembok kompleks, dan sepanjang sejarahnya sampai diambil oleh Kerajaan Dahomey, tempat ini berfungsi sebagai situs kehadiran diplomatik Portugal di daerah tersebut. Setelah benteng menjadi milik Dahomey pada tahun 1961, pemerintah Dahomean mulai melakukan pemugaran, dan pada tahun 1967 benteng tersebut menjadi Museum Sejarah Ouidah.

Wisatawan dapat mengamati koleksi yang kaya akan makna budaya di Museum Sejarah Ouidah, yang memberikan pemahaman yang mendalam tentang sejarah kawasan ini. Kemudian melihat-lihat berbagai memorabilia dan peninggalan arkeologi, beberapa di antaranya berasal dari zaman prasejarah. Pengunjung dapat menyewa pemandu berpengalaman untuk membantu menjelaskan mengenai sejarah benda-benda koleksi museum.

Baca juga 5 Destinasi Wisata di Benin Dijamin Membuat Liburanmu Unforgetable

Museum da Silva

Museum da Silva.
Bangunan museum. Source

Museum da Silva dibuka pada tahun 1998 di sebuah bangunan yang merupakan salah satu spesimen arsitektur Afro-Brasil Porto-Novo yang paling luar biasa. Dibangun pada tahun 1890, rumah ini milik keluarga kaya Brasil, juga disebut Agouda. Foto-foto lama ditempelkan di dinding dan jangan sampai melewatkan beberapa salinan dari Jurnal Petit, majalah Prancis yang mencerminkan sorotan penjajahan, dengan ilustrasi yang bagus.

Di museum ini juga, wisatawan dapat menemukan sejarah dan budaya Benin. Koleksi eklektik mencakup barang-barang dari berbagai periode, menceritakan kisah awal abad ke-17 negara itu, invasi Prancis abad ke-19, dan rezim Marxis tahun 1960-an.

Le Petit Musée de la Récade, museum di Benin yang kecil namun kaya akan seni

Le Petit Musée de la Récade, museum di Benin yang kecil namun kaya akan seni.
Bagian Le Centre. Source

Le Petit Musée de la Récade dibuat oleh arsitek René Bouchara. Karya yang ditampilkan di museum ini merupakan sumbangan dari Galerie Vallois, Collectif des antiquaires de Saint-Germain-des-Prés, dan LSM l’Hèd. Setiap tahun, museum menerima sumbangan baru.

Petit Musée de la Récade juga menyimpan serangkaian karya kontemporer yang diciptakan seniman-seniman dari seluruh dunia, sehingga menonjolkan pandangan mereka tentang masa lalu. Saat ini, Le Petit Musée de la Récade memiliki 98 karya kuno dan 30 karya kontemporer.

Baca juga 4 Museum di Belarus yang indah dan bersejarah.

Musée de la Fondation Zinsou, museum di Benin yang menyimpan beragam koleksi Afrika kontemporer

Musée de la Fondation Zinsou, museum di Benin yang menyimpan beragam koleksi Afrika kontemporer.
Koleksi Afrika kontemporer di dalam museum. Source

Musée de la Fondation Zinsou terletak di sebuah bangunan bersejarah di kota Ouidah, Villa Ajavon dan dibuka pada November 2013. Museum ini menyelenggarakan pameran tahunan dari koleksi Zinsou Fondation yaitu karya-karya Afrika kontemporer. Pameran pertamanya bertema Focus sur la collection, yang memungkinkan penemuan 13 seniman, mewakili 9 negara Afrika.

Ketika menelusuri koleksi-koleksi Zinsou Fondation, pengunjung akan dibuat terpesona oleh kekayaan media yang disajikan: fotografi, patung, instalasi, video, lukisan, gambar, litografi, dll, tetapi juga oleh keragaman dan kualitas koleksinya. Musée de la Fondation Zinsou buka setiap Selasa-Minggu, pukul 13:00 – 19:00 di hari Selasa dan 09:00 – 19:00 di hari Rabu-Minggu.

Baca juga Amazing! 3 Museum di Bahrain yang terkenal dan wajib kamu kunjungi.