pegunungan himalaya

Pegunungan adalah salah satu objek wisata dengan peminat paling banyak, hal ini wajar dikarenakan mewahnya penggalamn yang akan didapakan wisatawan seperti hijaunya pepohonan, suara binatang yang tinggal disana dan banyak hal lain yang menjadi ciri khas yang tidak dapat dijumpai di tempat wisata lainnya. Dari sekian banyak pegunungan yang ada di dunia, Himalaya menjadi tempat favorit yang diminatri pengunjung untuk menikmati salah satu karya ciptaan tuhan yang besar ini.

FAKTA PEGUNUNGAN HIMALAYA

Pegunungan yang namanya berasal dari bahasa sanskerta yaitu hima yang berarti salju dan aalaya yang memiliki makna tempat tinggal. Tidak salah memang karena di puncak terdapat salju yang indah dipandang mata. Selain salju, selain itu memiliki sumber daya alam berupa perairan yang mencakup sungai besar seperti singai Indus dan sungai Gangga. Termasuk dalam salah satu yang tertinggi di dunia, tak salah karena dalam barisan pegunungan ini terdapat gunung tertinggi di dunia, yaitu gunug everest yang dijuluki sebagai kepala langit. Himalaya juga termasuk pegunungan yang panjang karena melintasi lima negara, yaitu Pakistan, India, Bhutan, Nepal, dan Tiongkok.

SEMPAT HILANG DARI PANDANGAN KINI KEMBALI

2020 menjadi tahun yang cukup sulit bagi kehidupan manusia, adanya virus yang dikenal dengan nama COVID-19 ini menyebar luas ke seluruh penjuru dunia, sehingga statusnya menjadi pandemi. Dampak dari pandemi ini adalah pembatasan kegiatan manusia untuk mengurangi penyebaran virus ini, salah satu caranya dengan melaksanakan karantina, yang dimana kegiatan seperti pekerjaan, pendidikan dan beberapa sektor lainnya dialihkan ke dalam kegiatan yang dilakukan dirumah atau yang lebih dikenal dengan Work From Home (WFH).

Dengan adanya peraturan ini, kegiatan diluar rumah jadi sedikit yang berdampak salah satunya pada berkurangnya polusi dari kendaraaan bermotor. India yang merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak nomor dua di dunia ini mendapatkan manfaat dari peraturan ini yaitu menurunnya tingkat polusi udara sehingga udara terasa sejuk dan terlihat jernih.

Pegunungan himalaya yang tertutup oleh tebalnya polusi udara yang berasal dari gas buang kendaraan dan limbah pabrik ini selama beberapa dekade, kini menampakkan dirinya dengan jelas, dan dapat dilihat dengan indah dengan kedua bola mata. Salah satunya pegunungan Dhauladar yang merupakan rantai pegunungan Himalaya terlihat dari kota Jalandhar, India. Tidak hanya indahnya pegunungan di siang hari, sinar sang bintang juga dapat terlihat jelas di malam hari.

Baca artikel tentang pegunungan Dhauladar yang terlihat dari Jalandhar di media The indian Express dalam bahasa Inggris di : https://indianexpress.com/article/india/india-lockdown-as-air-quality-gets-cleaner-himachals-dhauladhar-mountain-becomes-visible-from-jalandhar-6345469/

PENDAKIAN KEMBALI DIBUKA SAAT PANDEMI

Akibat dari karantina wilayah, beberapa orang merasakan dampak negatifnya, seperti beberapa pekerja harus kehilangan pekerjaan karena tempat bekerjanya ditutup sementara, termasuk sektor wisata pengelola objek pegunungan himalaya. Nepal merupakan negara yang termasuk dalam wilayah pegunungan himalaya ini sudah mencabut peraturan karantina wilayah sejak bulan Juli ini kembali membuka jalur pendakian di Himalaya, sehingga banyak wisatawan yang berbondong-bondong mendatangi karena takjub akan pemandangan pegunungan yang indah ini secara langsung.

Namun ada beberapa persyaratan yang harus ditaati pendaki, seperti  hasil negatif dari hasil tes PCR yang dites dalam jangka waktu 72 jam, sudah memesan hotel untuk jangka waktu satu minggu guna karantina, dan wajib tes kedua pada hari kelima dengan biaya sendiri, memiliki asuransi sebesar $ 5,000 atau setara dengan tujuh puluh satu juta rupiah perorang jika tertular virus COVID-19.

Selain pendaki, pelaku wisata di pegunungan Himalaya ini seperti pemandu wisata, kuli angkut, juru masak, dan asisten wisatawan lainnya diwajibkan untuk tes COVID-19 terlebih dahulu dan dapat menujukkan bukti bahwa tidak berkunjung ke negara yang terinfeksi virus selama empat belas hari atau dua minggu belakangan.

Tetap terapkan 3M protokol kesehatan, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menggunakan masker, dan menjauhi  kerumunan ya teman-teman sahabat travel addict yang ingin atau sedang berwisata di saat pandemi. Mari jaga diri dan orang lain dari virus COVID-19 ini.

Baca juga artikel menarik lainnya, seperti rekomendasi gunung untuk pendaki pemula di :  https://traveladdict.xyz/id/gunung-terbaik-untuk-pendaki-pemula-indonesia/