Monaco merupakan suatu negara berdaulat yang terletak di Eropa Barat, dan berbatasan langsung dengan Prancis dan Italia. Dilansir melalui situs Wikipedia, meskipun luas wilayahnya hanyalah 2,02 kilometer persegi, namun jumlah penduduk di negara ini mencapai sekitar 38 ribu jiwa. Hal ini menjadikan Monaco sebagai salah satu negara terkecil dengan penduduk padat di dunia. Bahasa resmi yang digunakan di negara ini adalah Bahasa Prancis, Italia, dan juga Inggris.

Berbagai faktor menjadi alasan mengapa seseorang memilih untuk berlibur ke negara ini. Mulai dari cuaca dan iklim yang nyaman, pemandangan yang memanjakan mata, serta salah satu kasino terbesar di dunia, yaitu “Casino of Monte Carlo”. Karena berada di area teluk, maka kamu dapat melihat pemandangan laut yang memukau dari teras kasino ini. Selain itu, di daerah ini juga terdapat berbagai butik desainer dan toko perhiasan yang mewah, menjadikan Monte Carlo sebagai daerah terkaya di Monaco.

Tidak hanya itu, beberapa destinasi wisata populer di Monaco, antara lain Cathédrale de Monaco yang awalnya digunakan sebagai tempat pemakanan para pangeran. Katedral ini sekarang digunakan untuk layanan keagamaan, seperi misa, serta konser. Destinasi berikutnya adalah Musée Oceanographique yang merupakan sebuah museum dan akuarium yang berada di ketinggian 90 meter di atas permukaan laut. Serta, Opéra de Monte-Carlo yang merupakan gedung opera ternama, dan telah berdiri sejak 1878.

Berbagai destinasi wisata tersebut, pastinya akan membuat kamu menambahkan Monako ke dalam list negara yang akan kamu kunjungi. Meskipun demikian, virus COVID-19 yang melanda di seluruh dunia, membuat pemerintah negara setempat memperbarui beberapa peraturan dan regulasi mengenai para turis dan wisatawan yang datang. Tidak perlu pusing, karena Travel Addict telah merangkum beberapa regulasi perjalanan dari Indonesia ke Monako. Penasaran apa saja peraturannya? Yuk, simak daftarnya berikut ini!

Baca juga : Low Budget Trip? Ikuti 3 Cara Liburan Murah di Monako Ini

Melakukan Vaksinasi

Sumber : Traveloka

Sebelum mengunjungi Monaco, pastikan kamu telah melakukan vaksinasi COVID-19 secara penuh. Kamu juga diwajibkan dapat menunjukkan sertifikat vaksinasi kepada petugas setempat. Selain itu, kamu juga harus menyiapkan Monaco Safe Pass, yang membuktikan bahwa kamu telah mengikutin vaksinasi dan telah sembuh dari virus ini, apabila kamu telah terpapar sebelumnya.

Hal tersebut juga berlaku apabila kamu ingin kembali ke Indonesia setelah dari Monaco. Petugas di bandara setempat akan meminta kamu untuk menunjukkan bukti atau sertifikat vaksinasi. Peraturan vaksinasi ini telah menjadi suatu hal yang wajib di semua negara. Apabila kamu memiliki rencana untuk pergi atau mengunjungi negara tertentu, maka kamu diharuskan untuk menerima vaksinasi penuh terlebih dahulu. Maka, tunggu apa lagi? Segera lakukan vaksinasi, agar dapat terhindar dari Covid, dan dapat berlibur kembali.

Melakukan Test PCR

Sumber : RS Pelni

Selain bukti vaksinasi, kamu juga harus dapat menunjukkan bukti test PCR negatif yang dilakukan setidaknya 48 jam sebelum perjalanan kamu ke Monaco. Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan salah satu tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah kamu telah terpapar virus COVID-19 atau tidak. Hasil yang didapatkan dari tes ini, adalah antara positif maupun negatif Covid.

Hampir di setiap bandar udara, baik lokal maupun internasional, mewajibkan kamu untuk dapat memperlihatkan bukti negatif dari test PCR. Di Indonesia sendiri, mewajibkan kamu untuk melaksanakan tes PCR dalam jangka waktu 72 jam atau tiga hari. Meskipun harga dari satu kali tes ini terbilang cukup tinggi, tetapi hasil yang didapatkan sangatlah akurat. Apabila kamu positif Covid, maka kamu diharuskan melakukan karantina atau isolasi diri. Sedangkan, jika hasil tes negatif, maka kamu dapat bepergian serta berlibur, namun tetap harus memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku ya.

Karantina Pribadi

Sumber : Kings’s College London

Bagi kamu yang ingin berkunjung atau berlibur di Monaco, maka diwajibkan untuk menjalani karantina mandiri selama 7 hari lamanya. Sebelum menjalani karantina, kamu akan melaksanakan tes PCR terlebih dahulu. Setelah proses karantina berakhir atau pada hari ke-7 kamu akan kembali menjalani tes PCR

Apabila hasil yang didapat positif, maka kamu akan dirujuk ke rumah sakit terdekat. Namun, apabila hasilnya negatif, kamu dapat bekeliling di negara ini dengan nyaman. Namun, tetap harus memathui peraturan yang berlaku, seperti menjaga jarak dan menggunakan masker.

Baca juga : Important ! 5 Regulasi Perjalanan yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Berkunjung Ke India, Selama Pandemi COVID-19

Nah, itu dia beberapa peraturan atau regulasi yang wajib kamu ketahui, sebelum berlibur di Monako selama masa pandemi COVID-19. Meskipun pandemi ini belum berakhir, tetapi kamu tetap dapat menikmati setiap momen liburan kamu, dengan tetap mematuhi dan menaati peraturan serta protokol yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat. Tetap utamakan kenyamanan dan keselamatan ya, happy traveling!