Siapa sih yang nggak suka luxury holiday? Apalagi kalau destinasinya terkenal akan keeksotisan dan keindahan alam yang tentunya menambah kesan mewah.

Salah satu negara yang merupakan tujuan banyak orang untuk berwisata mahal adalah Afrika. Faktanya, memang banyak objek wisata dan juga akomodasi di Afrika yang menawarkan harga fantastis dan tentu saja sebanding dengan fasilitasnya yang super mewah. Tetapi, nggak hanya akomodasi di Afrika aja loh yang luxury, transportasi di Afrika juga ada yang menawarkan fasilitas mewah, seperti kereta api yang kebanyakan beroperasi lintas negara.

Sebut saja negara eSwatini yang sering kali dijadikan tujuan wisata pada rute panjang perjalanan kereta luxury di Afrika. Rutenya panjang karena negara-negara yang dikunjungi pun nggak sedikit, hal tersebut merupakan bagian dari keuntungan yang para penumpang akan dapatkan. Dengan durasi yang lama, mereka akan lebih puas dan leluasa menikmati fasilitas mewah yang ada di dalam kereta.

Sebenarnya ada beberapa pilihan kereta api mewah di Afrika. Namun, kali ini kami akan membahas Shongololo Express yang merupakan bagian dari salah satu perusahaan kereta luxury terbaik di dunia.

Ada 4 rute perjalanan yang ditawarkan oleh Shongololo Express, tetapi kami akan membahas 3 rute yang melewati negara eSwatini. Meskipun kedengarannya asing bagi banyak orang, di sini kami akan mencari tahu apa yang membuat negara ini menjadi salah satu tujuan wisata di rute perjalanan mahal di Afrika.

Baca Juga: 5 Stasiun Kereta Api Bergaya Arsitektur Klasik Eropa yang Gagah di Amerika Latin

eSwatini

Keindahan alam eSwatini
Sumber: Jenman African Safaris

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai rute perjalanan kereta luxury Afrika, ada baiknya kamu membaca sedikit background dari eSwatini terlebih dahulu.

eSwatini adalah negara yang alamnya didominasi pegunungan indah dan sayang untuk dilewati. eSwatini sendiri merupakan negara monarki kecil dengan ukurannya hanya sekitar 17.000 km persegi. Hal tersebut membuat eSwatini sebagai negara terkecil kedua di Afrika.

eSwatini mempunyai 2 pusat pemerintahan yaitu Mbabane sebagai ibu kota negara dan Lobamba sebagai kota tempat tinggal raja. Negara tetangga dari eSwatini adalah Afrika Selatan dan Mozambik. Sejak 18 April 2018, nama eSwatini muncul dengan penulisannya yang khas dan unik, menggantikan nama negara sebelumnya yaitu Swaziland.

Shongololo Express

Eksterior dari Shongololo Express
Sumber: Luxury Livvy

Kereta luxury di Afrika bernama Shongololo Express ini adalah bagian dari perusahaan kereta api Rovos Rail dan mempunyai reputasi pelayanannya yang unggul. Maksimal jumlah penumpang di kereta mewah Afrika ini adalah 72 penumpang. Interior kereta luxury Afrika ini pun begitu menawan dan elegan.

Selain pelayanannya yang terbaik, kenyamanan dan keamanan untuk penumpang adalah hal paling utama bagi kereta Shongololo Express. Agar waktu liburan para penumpang lebih efisien, kereta luxury di Afrika yang satu ini melanjutkan perjalanan dari destinasi sebelumnya ke tujuan selanjutnya pada malam hari, saat penumpang sedang terlelap di kamar tidur mewah milik Shongololo Express.

Mereka juga telah mempersiapkan itinerary setiap harinya dengan seksama. Saat sampai ke tujuan wisata, para penumpang akan ditemani dengan pemandu wisata yang berpengalaman dan berpengetahuan luas. Selain itu, pemandu wisata di Shongololo Express juga bisa berkomunikasi dalam berbagai macam bahasa seperti bahasa Inggris, Afrika, Perancis dan Jerman. Paket komplit banget kan?! Nah, langsung aja yuk kita simak rute kereta luxury di Afrika, Shongololo Express, di bawah ini!

African Trilogy

Pemandangan di luar jendela Shongololo Express
Sumber: Shongololo Express

Rute pertama kereta luxury di Afrika, Shongololo Express, ini dinamakan rute African Trilogy.

Perjalanan di rute African Trilogy berlangsung selama 15 hari. Dimulai dari Pretoria lalu mengunjungi salah satu taman nasional terbaik di Afrika yaitu Kruger National Park. Baru di hari ketiga, negara tujuan selanjutnya adalah eSwatini. Para penumpang akan memulai harinya dengan sarapan pada pukul 6 pagi di dalam kereta. Setelah sarapan, penumpang akan mengunjungi destinasi wisata di kota Mpaka, eSwatini. Salah satu tempat yang akan dikunjungi adalah toko lilin bernama Swazi Candles dimana selain para penumpang dapat berbelanja oleh-oleh, mereka akan mendapatkan kesempatan berinteraksi dengan pengrajin saat sedang membuat berbagai macam lilin.

Untuk informasi lebih lengkapnya, kamu bisa mengunjungi website-nya di sini ya!

Good Hope

Observation Car yang menjadi salah satu fasilitas di kereta
Sumber: Luxury Train Club

Rute kedua kereta luxury di Afrika, Shongololo Express, ini dinamakan rute Good Hope.

Perjalanan di rute Good Hope berlangsung selama 15 hari. Pada rute kali ini, penumpang terbagi menjadi dua; pemain golf dan non-pemain golf. Dibagi karena itinerary-nya berbeda, namun lokasi awal perjalanan tetap sama, antara di Pretoria atau Cape Town. eSwatini menjadi destinasi wisata di hari ke-4, para penumpang yang mendaftar sebagai pemain golf akan mengunjungi Nkonyeni Golf Estate untuk bermain golf dari jam 7 pagi hingga 2 siang. Sementara penumpang yang tidak bermain golf, akan tour kota mengelilingi eSwatini bersama pemandu wisata.

Untuk informasi lebih lengkapnya, kamu bisa mengunjungi website-nya di sini ya!

Southern Cross

Fasilitas kamar tidur mewah di Shongololo Express
Sumber: Shongololo Express

Rute ketiga kereta luxury di Afrika, Shongololo Express, ini dinamakan rute Southern Cross.

Perjalanan di rute Southern Cross berlangsung selama 12 hari. Rute ini menawarkan pilihan perjalanan dari Pretoria menuju Victoria Falls atau sebaliknya. eSwatini menjadi tujuan wisata pada hari ke-5. Sama seperti dua rute sebelumnya, para penumpang akan diajak tour mengelilingi kota di eSwatini. Selain Swazi Candles, penumpang juga akan mengunjungi Mantenga Cultural Village yang terletak di Ezulwini Valley. Di sana terdapat sebuah ‘museum nyata’ atau semacam pertunjukan kebudayaan yang menggambarkan gaya hidup masyarakat eSwatini pada tahun 1800-an. Pameran tersebut dilengkapi dengan artefak-artefak tradisional khas eSwatini terdahulu.

Untuk informasi lebih lengkapnya, kamu bisa mengunjungi website-nya di sini ya!