Seni lukis bak truk kargo dengan dominan warna yang terang dan detail yang begitu rumit merupakan pemandangan yang biasa di jalan raya negara Pakistan. Lukisan-lukisannya — yang sering dipenuhi dengan bait-bait dari puisi, kaligrafi religius atau frasa menarik lainnya — menggambarkan identitas dan latar belakang tempat asal sang pengemudi truk. Gambar-gambar yang dipamerkan di tubuh truk kargo tradisional Pakistan itu juga tidak jarang mempertontonkan variasi tema lain, seperti gambar pemandangan, artis, wanita-wanita cantik, makhluk-makhluk yang ada di mitos, citra religius dan pahlawan nasional.

Truk tersebut bukan hanya sekadar digunakan sebagai hasil karya seni, namun tetap dapat berfungsi penuh mengangkut barang-barang dagangan di Asia Selatan. Asheer Akram, seniman muda asal Amerika dari Kansas City, Missouri menciptakan sebuah projek seni lukis bak truk kargo tradisional Pakistan dengan menambah sentuhan dari barat tengah Amerika, harapannya tradisi tua Asia selatan dapat dikombinasikan dengan budaya modern Amerika. 

Akram berpikir bahwa projek karya seni lukis bak truk tersebut akan bermanfaat jika dibawa ke Amerika untuk mengedukasi serta membawa kesadaran bagi masyarakatnya agar lebih paham akan budaya Pakistan yang mana orang-orang sering salah persepsikan. Tentu saja untuk mewujudkan ide projek ini butuh biaya yang banyak dan Akram butuh dana sukarela dari orang-orang yang bersedia menyaksikan ide ini terwujud menjadi kenyataan. Sebagai solusi, Akram bersama timnya menggalang dana melalui platform Kickstarter untuk projek yang ia beri nama Pakistani Cargo Truck Initiative. Sejauh ini penggalangan dana sudah mencapai $36,377, melewati tujuan utamanya yaitu $30,000.

Sebelum membaca ulasan kami, silahkan baca juga artikel kami yang berjudul 11 Tempat Wisata Hits Tokyo ini Free dan Epic Banget di sini.

Cikal Bakal Ide Seni Lukis Bak Truk Kargo

Asheer Akram pertama kali mendatangi Pakistan pada tahun 2010 yang dibiayai oleh Linda Lighton Grant yang pada saat itu berkerja sama dengan Kansas City Artist Coalition. Ayah Akram sendiri lahir di Pakistan, kemudian pindah ke Amerika ketika berumur 16 tahun demi melanjutkan pendidikannya menjadi ahli teknik. Sejak kecil, Akram sangat kagum dan selalu penasaran untuk terus menggali aspek budaya Pakistan. Keinginan itu mulai bergejolak kembali ketika ayahnya tutup usia di tahun 2008. Selama di Pakistan, Akram menghabiskan waktu banyak bersama sanak keluarga dan mengenal dunia baru yang terlebih dulu sudah akrab dengan ayahnya. Itulah saat pertama kali Akram menemui truk kargo tradisional Pakistan yang menjadi cikal bakal ide seni lukis bak truk yang dikenal sampai ke Amerika.

Potret Asheer Akram, sosok dibalik projek seni lukis bak truk
Potret Asheer Akram. Sumber Gambar: The Pitch

Namun, awalnya tidaklah mudah bagi Akram untuk mampu menghasilkan karya seni lukis bak truk dengan rupa yang sekarang dikenal banyak orang. Pertama-tama, Akram memulainya dengan bagian-bagian kecil yang mampu merepresentasikan beberapa aspek dari truk kargo tradisional Pakistan. Sayangnya, ia merasa hasil akhirnya masih kurang sentuhan dari segi budaya, sehingga ia menambahkan aspek isu-isu sosial yang sedang marak di Pakistan dengan tujuan membangkitkan semangat orang untuk merubahnya ke arah yang lebih positif. Pada akhirnya terciptalah konsep seni lukis bak truk yang memadukan aspek Amerika dan Pakistan secara bersamaan.

Akram merasa jika projek ini patut dibawa sampai ke Amerika demi mengedukasi masyarakat di sana mengenai hal-hal menarik tentang Pakistan  melalui projek seni lukis bak truk miliknya. Maka dari itu, ia menghadirkan perspektif Pakistan di semua hasil karya truk kargo tradisional Pakistan yang ia garap. Ia berharap dengan tujuan tersebut, masyarakat di Amerika dapat menghapus persepsi budaya Pakistan yang selalu dikenal negatif di media massa maupun sosial media. Selain itu, ia juga berharap projek ini mampu memberikan konteks yang belum pernah ditampilkan lewat media manapun. 

Dekorasi Pada Truk Kargo Pakistan

Salah satu hasil seni lukis bak truk Pakistan
Salah satu hasil seni lukis bak truk Pakistan. Sumber Gambar: Asheer Akram

Tema-tema pada lukisan di truk projek milik Akram ini masing-masing memiliki tujuan berbeda. Bahkan setiap lukisan di truk kargo Pakistan tersebut menunjukkan sebuah tingkatan; semakin ramai hiasan pada lukisan dan juga semakin indah tampak truk itu, maka makin berharga pula barang-barang yang diangkut oleh truk tersebut. Tradisi ini datang dari masa kesultanan Mughal pada era di mana seni kerajinan sedang marak-maraknya. Satu seni lukis bak truk memakan waktu yang cukup lama dan tenaga dari banyak pengrajin karena banyak detail yang dimasukkan ke dalam lukisannya.

Gaya lukisannya pun juga terinspirasi dari gaya kuno dekorasi istana pada era kesultanan Mughal. Tema-tema yang dilukis di truk kargo Pakistan ini bervariasi, mulai dari aktor atau bintang atlet  favorit pengemudi sampai aspek-aspek budaya tradisional lokal Pakistan. Pada dasarnya, seni lukis bak truk Pakistan tersebut tidak jauh berbeda dari seni lukis bak truk Indonesia yang tidak jarang memamerkan dekorasi yang mendefinisikan identitas maupun hal-hal kesukaan sang pengemudi.

Tujuan Membawa Projek Sampai ke Amerika

Karya seni lukis bak truk di sebuah pameran di Amerika
Karya seni lukis bak truk di sebuah pameran di Amerika. Sumber Gambar: Asheer Akram

Untuk projek seni lukis bak truk, Akram sengaja memilih truk 1952 Chevrolet sebagai kerangka awalnya. Gaya truk Chevrolet dinilai Akram sudah sangat familiar keberadaannya di Amerika dan sudah sejak dulu menjadi truk yang paling sering dipakai orang-orang barat tengah Amerika. Dalam proses artistiknya, para pengrajin akan mengambil format dasar dari truk kargo Pakistan dan mengembangkannya dengan nilai estetik khas Amerika dengan misi menciptakan produk akhir yang asli, fungsional, dan kaya akan dua budaya yang berbeda. Seni lukis bak truk tersebut kemudian akan ditampilkan sebagai sebuah karya seni rupa dan juga digunakan sebagai alat yang mampu memperkaya pengetahuan sosial dan kultural masyarakat Amerika. Projek itu pun diniatkan untuk berpindah-pindah posisinya agar populasi yang dapat menikmati karya seni ini bisa merata. 

Orang-Orang di Balik Projek Seni Lukis Bak Truk

Proses pengerjaan truk kargo Pakistan
Proses pengerjaan truk kargo Pakistan. Sumber Gambar: Asheer Akram

Dalam projek unik dan kreatif ini tentu saja Akram tidak menjalaninya sendirian, ia dibantu oleh beberapa seniman yang ia pilih sendiri. Pemilihan seniman-seniman tersebut berdasarkan kualitas dari keahlian dan masukan konseptual dari masing-masing seniman. Alhasil, Akram berhasil mengkurasi sebanyak 15 seniman untuk berkolaborasi dalam projek seni lukis bak truk miliknya namun jumlahnya secara perlahan berkurang yang mungkin disebabkan oleh ketidaktertarikan sang individu terhadap konsep dari projek itu. Para pengrajin yang dipekerjakan dipilih dengan kriteria yang ketat dan dinilai dari performa hasil karya mereka yang sudah ada. Sedangkan proses akhir dari penyelesaian satu truk dikerjakan langsung oleh Akram bersama dengan para karyawannya.