Stasiun-stasiun kereta di Amerika Latin merupakan produk dari fenomena Revolusi Industri. Revolusi Industri telah membawa berbagai kereta api yang menguasai daerah Amerika Latin. Kemudian hal itu mempengaruhi gaya arsitektur stasiun kereta api di Amerika Latin. Bangunan-bangunan tersebut menjadi puncak sejarah berharga yang telah menyulap seluruh isi kontinen. 

Keberadaan kereta api sangatlah penting dalam proses perubahan besar yang terjadi di Amerika Selatan. Kesuksesan ekonomi yang berhasil diraih oleh Amerika Selatan memotivasi para pelajar untuk melanjutkan studi mereka di Eropa sekaligus sebagai upaya memperkuat eksistensi mereka dalam skala global. Selesai studi, mereka kembali ke Amerika Latin, beberapa dari mereka adalah arsitek yang  tertarik untuk merancang bangunan indah berkiblat kepada desain arsitektur Classical European.

Kali ini Travel Addict akan mengulas 5 stasiun kereta dengan gaya klasik dan penuh sejarah di Amerika Latin. Bangunan ini bukan hanya menggambarkan kesuksesan ekonomi yang berhasil diraih, namun juga sebuah representasi dari kekuatan sekaligus independensi dari negara-negara Amerika Latin. Deretan stasiun ini merupakan saksi bisu dari sejarah penuh makna yang terekam abadi dalam kegagahan arsitekturnya.  

Sebelum memembaca lanjut artikel ini, baca juga ulasan Travel Addict mengenai tips liburan di gurun pasir: 5 Tips Jitu Liburan di Gurun Pasir yang Bikin Pengalaman Wisatamu Tak Terlupakan.

Stasiun Kereta Mapocho – Santiago, Chile

Stasiun kereta Estacion Mapocho berada berdekatan dengan sungai Mapocho, yaitu sungai yang membelah ibu kota Chile, Santiago, menjadi dua bagian. Nama tempat ini pertama kali datang dari penduduk asli Chile yang menamainya dengan Mapu Chuco, artinya “air yang menembus pulau”. Projek pembangunan Estacion Mapocho dipimpin oleh arsitek bernama Emilio Jéquier, bersamaan dengan pembangunan taman Santa Lucia Hill dan Chilean National Museum of Fine Arts. Projek tersebut juga bertujuan untuk merayakan satu abad kemerdekaan Chile di tahun 1910.

Stasiun Kereta Mapocho-Santiago, Chile
Stasiun Kereta Mapocho-Santiago, Chile. Sumber gambar: Santiago Chile

Arsitektur bangunan stasiun kereta Estacion Mapocho dapat menjadi bukti kuat dari desain arsitektur indah lainnya yang juga berdiam di Santiago. Lebih menariknya lagi, desain luar bangunan Mapocho mengingatkan banyak orang dengan arsitektur bangunan Eropa kuno. Jika tertarik untuk berkunjung, Mapocho dapat dikunjungi dengan melewati Cal y Canto metro station. Selain itu, lokasinya berdekatan dengan destinasi turis lainnya, seperti La Vega dan Mercado Central.

Selain mampu menikmati struktur bangunan yang istimewa, kini stasiun kereta Estacion Mapocho selalu ramai dengan berbagai acara-acara yang tidak kalah menarik. Jika beruntung, kamu dapat menikmati konser musik, pameran seni, maupun konvensi. Meskipun konser musiknya dinilai meskipun selalu membawakan musik tradisional asal Chile, banyak orang yang menyayangkan akan buruknya kualitas suara yang dihasilkan. Hal ini wajar karena bangunannya sendiri dirancang khusus untuk meredam suara, bukan memperbagus suara. 

Stasiun Kereta Luz – São Paulo, Brazil

Stasiun kereta Estação da Luz merupakan landmark penting dari São Paulo yang tepatnya berada di daerah Luz dengan luas bangunan lebih dari 7,500 meter persegi. Bangunan ini awalnya didesain oleh Baron de Maua pada tahun 1867. Namun dibangun ulang oleh arsitek asal Inggris, Charles Henry Driver, dari tahun 1895 sampai 1900. Desain bangunan yang baru dibangun dengan gaya Victorian, yaitu gaya arsitektur neo klasik, di mana eksterior desainnya menyerupai bangunan Westminster Abbey dan Big Ben di London, Inggris.

Stasiun Kereta Luz - São Paulo, Brazil
Stasiun Kereta Luz – São Paulo, Brazil. Sumber gambar: WIKIMEDIA COMMENS

Proses rekonstruksi dari stasiun kereta Luz dikerjakan di negara yang berbeda. Awal mulanya bangunan dirakit terlebih dahulu di Glasgow, UK. Kemudian dibongkar kembali agar mudah dikirim ke São Paulo. Harapannya bangunan ini dapat berfungsi jauh lebih efisien dari bagunan lama sebelumnya yang telah berdiri lebih dari 100 tahun.

Stasiun kereta Luz selesai direkonstruksi pada tahun 1901 dan semenjak itu digunakan sebagai pelabuhan masuk para imigran Jepang dan Eropa, sekaligus pelabuhan keluar bagi ekspor kopi Brazil. Sekarang bangunan ini ditempati oleh Museu da Língua Portuguesa, museum interaktif yang mengeksplorasi bahasa-bahasa yang mempengaruhi bahasa Portugis Brasil. Selain itu museum tersebut juga menawarkan pelatihan, kuliah umum, konsultasi untuk para ahli linguis maupun guru bahasa. 

Bagian yang paling menarik dari stasiun kereta satu ini sudah pasti menara jam yang menjulang tinggi, menandai bangunan ini sebagai salah satu landmark tertinggi di kota dalam kurun waktu yang cukup lama. Tidak heran, karena bangunan Luz terinspirasi dari beberapa bagunan stasiun kereta di United Kingdom seperti stasiun kereta Pancras di London.  

Stasiun Kereta Constitución – Buenos Aires, Argentina

Stasiun kereta Constitución dibangun dalam 4 tahap selama 1800-1900. Arsitektur yang dimiliki oleh bangunan ini adalah perpaduan dari gaya arsitektur neo klasik dan victorian yang memiliki 14 jalur kereta. Dalam hitungan hari, kurang lebih terdapat 500.000 penumpang yang berkunjung. 

Stasiun Kereta Constitución – Buenos Aires, Argentina
Stasiun Kereta Constitución – Buenos Aires, Argentina. Sumber Gambar: WIKIMEDIA COMMENS

Stasiun kereta Constitución berjarak 2 km dari selatan landmark daerah Constitución, yaitu Constitution Square. Gaya arsitektur bangunan ini merupakan penghormatan bagi berbagai macam periode. Gaya Perancis pada muka bangunan pertama kali muncul pada tahun 1883 pada gaya arsitektur barok bangunan-bangunan kastil di Maisson Laffitte, Perancis. Kemudian pada tahun 1923-1925 dibangun main hall megah dengan menggunakan bahan-bahan yang dikirim dari Liverpool, Inggris.

Stasiun Kereta Júlio Prestes – São Paulo, Brazil

Stasiun Kereta Júlio Prestes – São Paulo, Brazil
Stasiun Kereta Júlio Prestes – São Paulo, Brazil. Sumber Gambar: WIKIMEDIA COMMONS

Stasiun kereta Júlio Prestes merupakan landmark bersejarah yang bertempat di pusat daerah Luz. Júlio Prestes juga merupakan salah satu tempat destinasi wisata bersejarah. Bangunan asli dari stasiun Júlio Prestes selesai dibangun pada tahun 1875 yang kemudian dijadikan sebagai tempat bertukar kopi. Kegiatan pertukaran kopi yang semakin intens memaksa pemerintah Sao Paulo untuk membangun jalan kereta api yang diberi nama Sorocabana.

Pada tahun 1925, bangunan Júlio Prestes direnovasi oleh seorang arsitek bernama Cristiano Stockler. Gaya arsitektur bangunan barunya mengambil inspirasi dari bangunan Grand Central Station di New York. Proses renovasi memakan waktu 12 tahun yang berakhir di tahun 1938. Tinggi bangunan baru itu mencapai 26 meter dengan total luas bangunan sebesar 25,000 meter persegi.

Júlio Prestes populer karena keberadaan ruang konsernya yang berukuran 1,000 meter persegi. Ruang konser tersebut diberi nama Sala São Paulo. Sala São Paulo kini dijadikan tempat tampil beberapa kelompok orkestra. Uniknya, ruang konser ini memiliki plafon yang dapat dipindah-pindah, sehingga kualitas suara akustik yang dihasilkan di ruangan dapat dioptimalisasikan sesuka hati. 

Stasiun Kereta Desamparados – Lima, Peru

Desamparados adalah stasiun kereta api yang berada di Lima, Peru. Pada abad 20, stasiun Desamparados merupakan salah satu perjalanan kereta api terhebat di dunia.  Nama Desamparados diambil dari nama sebuah gereja yang bernama Nuestra Señora de los Desamparados. Pembangunan Desamparados dimulai dari tahun 1890 oleh Peruvian Corporation. Kemudian 3 tahun setelahnya, rute Lima-La Oroya resmi dibuka, sekarang lebih dikenal dengan nama Ferrocarril Central Andino. 

Stasiun Kereta Desamparados – Lima, Peru
Stasiun Kereta Desamparados – Lima, Peru. Sumber Gambar: WIKIMEDIA COMMONS

Arsitektur Desamparados dirancang oleh arsitek asal Peru, Rafael Marquina. Desamparados menjadi bangunan pertama di Peru yang mengaplikasikan teknik rangka baja dalam proses pembangunannya. Desain bangunannya memadukan detil-detil khas yang terdapat pada bangunan-bangunan di Paris, seperti gaya arsitektur Art Nouveau yang terdapat pada skylight-nya, tiang-tiang yang dihias dengan gaya neo klasik, dan bahan-bahan bangunan yang terbuat dari besi.

Pada tahun 2009, stasiun kereta ini diubah namanya menjadi ‘Casa de la Literatura Peruana’ (House of Peruvian Literature). Sekarang Desamparados menjadi rumah bagi buku-buku literatur yang ditulis oleh penulis-penulis asal Peru. Selain itu, tempat ini juga menjadi tempat bagi Cultural Center, ruang baca anak, pameran-pameran seni, dan perpustakaan.