Taman nasional di Burundi dapat menjadi opsi liburan terutama kalian pecinta pecinta fauna. Kuda nil adalah salah satu dari banyak atraksi alam utama di Burundi dengan rumah mereka yang bervariasi mulai dari hutan, hingga danau besar. Burundi mungkin salah satu negara terkecil di daratan Afrika tetapi ia mengemas banyak keindahan alam yang luar biasa menakjubkan ke dalam ruang yang begitu kecil.

Perlu dicatat bahwa Burundi untuk saat ini bukanlah tujuan yang begitu aman bagi para traveler. Beberapa pemerintah menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke negara tersebut karena dianggap berisiko sangat tinggi. Ketegangan politik yang sedang berlangsung di Burundi menyebabkan kekerasan sporadis di seluruh negeri. Pastikan kalian mewaspadai lingkungan sekitar kalian setiap saat.

Berikut 3 taman nasional di Burundi yang menyajikan beragam fauna unik.

Rusizi River National Park

Rusizi taman nasional di Burundi
Kuda nil di Taman Nasional Rusizi. (Source: Wikipedia)

Taman Nasional Rusizi adalah taman nasional di Burundi yang paling populer dan paling dicari. Taman Nasional Rusizi di Burundi umumnya dikenal sebagai Parc National de la Rusizi dan terletak di barat laut Bujumbura. Taman ini terbagi menjadi dua bagian yakni bagian yang lebih besar terletak di tepi timur Sungai Rusizi di mana terdapat delta Rusizi, sebuah titik Sungai Rusizi memasuki Danau Tanganyika. Wisatawan biasanya sangat menikmati taman ini karena dapat menjelajahi berbagai spesies flora dan fauna yang unik serta lingkungan yang mendukung keberadaan spesies unik tersebut.

Spesies Wildife di salah satu Taman Nasional di Burundi ini termasuk kuda nil, antelop dan monyet bersama dengan banyak spesies burung berwarna-warni. Berbagai jenis pohon yaitu Acacia Albida dan Euphorbia candelabrum ditemukan di bagian utara cagar. Berbagai spesies burung unik merupakan bagian integral dari Taman Nasional Rusizi yang menjadikan taman nasional di Burundi ini menjadi tujuan wisata Burundi yang digemari.

Di sungai Rusizi terdapat cerita mistis tentang buaya Gustave yang dipercaya memiliki kekuatan misterius. Jika buaya Nil terbesar biasanya berukuran lebih dari 20 kaki, Gustave diperkirakan mencapai 30 kaki. Beberapa orang yang telah melihatnya mengklaim tingginya 40 kaki, dari gigi ke ekor. Penduduk setempat menggambarkan bagaimana dia melahap nelayan demi nelayan, perenang demi perenang. Selama satu serangan, legenda mengatakan dia memakan lebih dari selusin orang dan masih tampak lapar di akhir semua itu.

Ruvubu National Park

Ruvubu taman nasional di Burundi
Babon Zaitun banyak ditemukan di Taman Nasional Ruvubu

Taman Nasional Ruvubu adalah taman nasional di Burundi yang terbesar di Burundi dan mencakup area seluas lebih dari 500 kilometer persegi. Taman yang didirikan pada tahun 1980 ini merupakan rumah bagi beberapa satwa liar paling megah dan mengesankan di negara ini. Taman ini juga dikenal dengan keanekaragaman tanaman dan bunga langka serta kehidupan burungnya yang bermigrasi ke wilayah tersebut sepanjang tahun. Pelestarian taman merupakan salah satu perhatian utama negara, sehingga manusia telah dievakuasi dari kawasan tersebut. Taman ini dilengkapi fasilitas yang memadai untuk berkemah dan mudah diakses melalui jalan darat.

Taman Nasional Ruvubu mendapatkan namanya dari Sungai Ruvubu yang mengalir di sepanjang taman. Taman ini adalah sisa terakhir dari ekosistem padang rumput alami yang pernah menutupi sebagian besar bagian timur laut Burundi. Ini adalah rumah bagi sejumlah spesies satwa liar, terutama kuda nil, buaya Nil, kerbau Cape, kerbau air, banyak spesies duiker, lima spesies primata, termasuk babon zaitun, monyet vervet, monyet colobus merah, monyet biru, dan bayi semak Senegal. Teradapat pula sekitar 200 spesies burung tercatat di taman nasional di Burundi ini.

The Kibira National Park

Kibira Taman nasional di Burundi
Simpanse banyak ditemukan di Taman Nasional Kibira.

Taman Nasional Kibira terletak di lokasi yang menarik antara ketinggian 1.500m dan 2.600m dari permukaan laut. Taman nasional di Burundi ini sebagian besar ditempati oleh hutan hujan purba dan pernah digunakan sebagai tempat berburu suci oleh mantan raja negara itu. Namun saat ini, Kibira menjadi kawasan lindung Burundi lainnya di mana sejumlah besar dan varietas satwa liar membuat rumah mereka. Hutan, sungai, dan anak sungai yang mengalir melaluinya, mendukung hewan seperti babun, simpanse, dan lebih dari 200 jenis spesies burung untuk menetap disana. Taman ini biasa dikunjungi wisatawan yang pertama kali melewati perkebunan teh besar di Teza yang menjadi daya tarik taman nasional di Burundi ini.

Itu tadi 3 taman nasional di Burundi yang menawarkan ragam flora dan fauna unik. Semoga membantu, ya!

Baca juga: 7 Taman Nasional di Angola. Berkenalan Lebih Intens dengan Fauna Unik.