Indonesia merupakan negara dengan jumlah taman nasional yang cukup banyak dan 7 diantaranya Taman Nasional di Indonesia sudah menjadi World Heritage Site dari 54 taman nasional yang ada. Jadi, untuk kamu yang suka eksplor di alam taman nasional merupakan pilihan yang tepat. Tapi taman nasional tidak selamanya berisikan tumbuhan atau pepohonan hijau. 

Udara segar, gemercik suara air, gesekan suara daun, aroma tanah yang menguar-nguar memenuhi indera penciuman, tak kalah juga sahut-sahutan hewan satu sama lain seolah berkata ini tempat yang damai. Iya, mungkin itulah bayangan kalian akan taman nasional, bukan?

Tapi, Taman nasional tidak terbatas akan tumbuhan atau pepohonan hijau saja traveller, contohnya saja seperti 7 Taman Nasional Indonesia yang menjadi world heritage site ini, yuk simak taman nasional apa saja yang masuk. 

Taman Nasional Komodo 

Kalian pasti tau Komodo, dong?? Iya spesies kadal terbesar di dunia dengan nama latin Varanus komodoensis yang cuma ada di Indonesia lebih tepatnya di Pulau Komodo. Meskipun baru menjadi keajaiban dunia pada tahun 2011 silam, ternyata Taman Nasional Komodo sudah menjadi world heritage site sejak tahun 1986 yang ditetapkan oleh UNESCO. 

Berbeda dengan kebanyakan taman nasional lain, Taman Nasional Komodo memiliki topografi wilayah yang berupa lereng bukit sabana kering yang sangat terjal, kantung-kantung vegetasi hijau, dan pantai pasir putih dengan air biru dipenuhi terumbu karang.

Tapi yang menjadi kawasan taman nasional Komodo tidak hanya Pulau Komodo saja, traveller Pulau Padar, Pulau Rinca, serta pulau-pulau kecil yang berada disekitarnya juga termasuk. Tentu saja pulau-pulau tersebut menjadi habitat asli para Komodo ini. 

Salah Satu Komodo Di Taman Nasional Komodo sebagai World Heritage Site dalam Masa konservasi
Salah Satu Komodo Di Taman Nasional Komodo sebagai World Heritage Site dalam Masa konservasi

Tidak hanya Komodo panorama keindahan alam lainnya juga bisa kalian nikmati, jadi tidak heran Taman Nasional Komodo menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Spesies hewan lain juga dapat kalian temui di Taman Nasional Komodo seperti tikus endemik (Rattus Unjukusus), monyet pemakan kepiting (Macaca fascicularis), bahkan ada 72 jenis burung karena laut pun masuk kedalam kawasan Taman Nasional Komodo ini traveller kalian bisa menemukan lima spesies Penyu, lumba-lumba, Paus Biru dan Sperma, dan juga Duyung. 

Informasi terakhir Taman Nasional Komodo sedang dilakukan konservasi oleh pemerintah guna menarik wisatawan lebih banyak lagi, tujuan konservasi ini tak lain dan tak bukan agar Taman Nasional Komodo untuk menjaga keseluruhan isi keanekaragaman hayati laut serta darat. 

Untuk mengunjungi Taman Nasional Komodo ini kalian perlu merogoh kocek Rp 150.000/orang dan biaya belum termasuk sewa perahu. Harganya juga berbeda ketika hari libur dan tanggal merah atau hari libur nasional nih traveller harga tiket menjadi Rp 225.000/orang.

Taman Nasional Berbak Sembilang

Kalau taman nasional Komodo sudah menjadi warisan dunia sejak lama, Taman Nasional Berbak Sembilang masih terbilang baru, nih karena UNESCO menetapkannya sebagai world heritage site pada tahun 2018. 

Jikalau tadi kita membahas hewan sekarang kita membahas hutan-hutanan nih traveller, karena Taman Nasional Berbak Sembilang ini merupakan taman nasional dengan 3 jenis hutan sekaligus yaitu hutan rawa air tawar, hutan rawa gambut, dan hutan tepian sungai Sumatera Selatan. 

Udah tau dong dimana letak Taman Nasional Berbak Sembilang. Iya! Sumatera Selatan dan juga Jambi, luas sekali bukan? Selain hutan, spesies burung unik juga dapat kalian temukan di taman nasional ini. 

Burung-burung Imigran di Taman Nasional Berbak Sembilang Salah Satu World Heritage Site
Burung-burung Imigran di Taman Nasional Berbak Sembilang salah satu World Heritage Site

Sebenarnya Taman Nasional Berbak Sembilang merupakan dua taman nasional yang berbeda namun lokasinya bersebelahan atau berdampingan. Topografi taman nasional sembilang Kondisi topografi taman nasional ini yaitu datar serta bergelombang berada di ketinggian yang bervariasi antara 0 sampai 500 meter diatas permukaan laut.

Kalian bisa menemukan beragam jenis pohon bakau di Taman Nasional Berbak Sembilang traveller seperti Avicennia, Kandelia, Sonneratia, dan lain-lainya. Tidak hanya tumbuhan kawasan Taman Nasional ini menjadi ikonik karena lokasi singgah migrasi burung-burung air yang mayoritas berasal dari Siberia, burung imigran ini bisa kalian saksikan pada bulan Oktober, traveller

Jadi, tidak heran salah satu kegiatan wisata yang bisa kalian lakukan adalah mengamati aktivitas burung, menarik sekali bukan. Kalian juga bisa menjumpai Harimau Sumatera, Buaya Muara, tak jarang kawanan lumba-lumba yang berada di perairan Sungsang yang berbatasan dengan Selat Bangka.

Taman Nasional Kerinci Seblat

Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki wilayah di empat provinsi antara lain Jambi, Bengkulu, Sumatera barat, dan Sumatera Selatan ini menjadi taman nasional terbesar di Pulau Sumatera. Tidak heran dong kalau Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki topografi serta keanekaragaman hayati yang bermacam-macam. Taman nasional ini sudah menjadi world heritage site sejak tahun 2004 silam. 

Sumatera terkenal dengan pegunungan bukit barisan dan Gunung Kerinci menjadi Gunung tertinggi di Pulau Sumatera. Kalau Taman Nasional lain ikonik dengan hewan ataupun tumbuhannya, taman nasional ini diketahui memiliki danau tertinggi se-Asia Tenggara yakni Danau Gunung Tujuh.

Tapir Hewan Endemik di Taman Nasional Kerinci Seblat sebagai wprld heritage site
Tapir Hewan Endemik di Taman Nasional Kerinci Seblat

Taman Nasional Kerinci Seblat dihuni oleh beberapa jenis hewan endemik seperti Tapir, Badak Sumatera, Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Kelinci Sumatera, Celepuk Kerinci, Kambing Hutan, dan Burung Kuau Kerdil Sumatera sedihnya beberapa hewan berstatus terancam punah, traveller. 

Ada juga tumbuhan endemik antara lain Pinus strain Kerinci, Kayu Pacet, Mersawa, Rafflesia Arnoldi yang menempati posisi bunga terbesar di dunia, lalu ada Rafflesia hasselti, dan terakhir bunga tertinggi di dunia yaitu Amorphophallus titanum. 

Tidak mau kalah dengan Taman Nasional Berbak Sembilang, taman nasional ini juga punya dua ekosistem rawa antara lain rawa ladeh dan rawa bento, lagi-lagi menjadi rawa tertinggi di pulau Sumatera, nih. 

Kesimpulannya Taman Nasional Kerinci Seblat ini merupakan taman nasional ter-ter-ter segalanya deh, traveller. 

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan ialah taman nasional sebagai tempat khusus untuk konservasi  serta pelindungan untuk badak, gajah, dan harimau Sumatera. Karena seperti yang kita ketahui ketiga spesies jumlahnya terus berkurang dan terancam punah. Taman Nasional ini terbentang dari Bengkulu hingga Lampung dan sama seperti Taman Nasional Kerinci Seblat taman nasional ini sudah sejak 2004 lalu menjadi world heritage site. 

Tumbuhan khas taman nasional ini ialah Anggrek Raksasa atau Tebu,  Amorphophallus decus-silvae, dan Amorphophallus Titanum. Sedangkan, hewan khas yang bisa kalian temui ialah Ungko, Simpai, dan Penyu Sisik.

Danau Suoh di salah satu world heritage site Indonesia
Danau Suoh Taman Nasional Bukit Barisan Selatan world heritage site Indonesia oleh travel.detik.com

Di taman nasional ini terdapat danau yang berbatas langsung dengan samudra Hindia bernama Danau Menjukut. Bukan hanya Danau Menjukut, ada juga destinasi wisata yang bisa kalian kunjungi traveller seperti Sukaraja Atas sebagai habitat bunga bangkai, Geo Heritage Suoh kalian bisa menemukan Danau Asam, Danau minyak, Danau Lebar, dan Danau belibis. Kubu perahu yang terdapat air terjun Sepapa Kanan dengan tinggi mencapai 20 m dan Sepapa kiri dengan tinggi mencapai 60m. Masih ada Tambling (Tampang-Belimbing), Keramat Menula, serta Muara Canguk-Pemerihan yang bisa menjadi destinasi wisata pilihan lainnya, traveller.

Untuk memasuki kawasan Taman Nasional Bukit Barisan selatan kalian perlu mengeluarkan Rp 65.000/orang untuk tiket masuknya.

Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional yang sudah tersohor sejak zaman sekolah dasar ini berlokasi di Provinsi Banten, semenanjung Ujung Kulon, sejak tahun 1991 taman nasional ini sudah menjadi world heritage site. Karena letaknya di Semenanjung sama seperti Taman Nasional Komodo Taman Nasional ini terdapat beberapa pulau di sekitarnya antara lain Pulau Panaitan yang merupakan habitat dari kera ekor panjang, kadal, kancil, aneka jenis burung, dan lain-lainnya di pulau ini juga terdapat arca Ganesha peninggalan dari zaman hindu, Pulau Handeleum yang dikelilingi pohon bakau atau mangrove merupakan habitat dari Rusa timorensis.

Lalu ada Pulau Peucang yang berhiaskan pantai pasir putih dan sering menjadi pilihan para penyelam karena terumbu karangnya, tak hanya itu di Pulau Peucang kalian juga bisa tracking ke Karang Copong bahkan wildlife viewing di Padang Cidaon melihat langsung kehidupan satwa liar seperti rusa, babi hutan, banteng, dan merak. 

Desain grafis Taman Nasional Ujung Kulon
Desain grafis Taman Nasional Ujung Kulon oleh indoesiabaik.id

Jadi selain dapat melihat kehidupan satwa liar secara langsung kalian disuguhkan pesona laut serta pantai dari pulau-pulau yang ada di sekitar taman nasional ini, traveller. 

Tentunya Taman Nasional ini juga terdapat hewan-hewan endemik yaitu Badak Jawa atau Badak bercula satu, Owa Jawa, Surili, dan Anjing Hutan. Batryohora geniculata  merupakan salah satu tumbuhan langka yang hanya terdapat di Taman  Nasional Ujung Kulon terutama di Pulau Jawa.  

Untuk memasuki kawasan Taman Nasional Ujung Kulon sendiri kalian hanya perlu mengeluarkan Rp  5000/orang untuk wisatawan lokal dan Rp 150.000/orang untuk wisatawan mancanegara. 

Baca juga: Keren! 5 Taman Nasional Berikut Bisa Dinikmati Keindahan Alamnya Hanya dengan Rp 100.000,00!

Taman Nasional Lorentz

Papua menjadi lokasi Taman Nasional Lorentz berada di ujung timur Indonesia. Taman Nasional ini juga merupakan pintu masuk menuju ke puncak Cartenz yang menempati posisi puncak tertinggi di Indonesia. Sebagai puncak tertinggi kalian bisa melihat salju abadi serta gletser tanpa perlu pergi keluar negeri traveller. Kalau Taman Nasional Kerinci sebagai Taman Nasional terbesar se-Sumatera. Kedudukan taman nasional terbesar se-Asia Tenggara dimiliki Taman Nasional Lorentz, loh. UNESCO menetapkan Taman Lorentz sebagai world heritage site pada tahun 1999. 

Taman Nasional Lorentz menjadi habitat hewan maupun tumbuhan unik, traveller. Kalian bisa menemukan satwa endemik seperti Kasuari, Kanguru Pohon, Kuskus, Walabi, Babi Duri Moncong Panjang dan Pendek, dan 9 spesies burung endemik lainnya salah satunya ialah Burung Cendrawasih. 

Desain grafis Taman Nasional Lorentz
Desain grafis Taman Nasional Lorentz Oleh indonesiabaik.id

Dengan luas 2.5 juta Ha Taman Nasional Lorentz memiliki setiap ekosistem yang ada di Pulau Papua mulai dari ekosistem laut hingga ekosistem pegunungan salju abadi. Tidak heran jika spesies tumbuhan yang ada juga bermacam-macam ada satu spesies yang diduga sudah ada sejak era paleozoic yaitu tumbuhan Pakis Purba (Cyathea atrox). Tumbuhan ini bisa ditemui di Danau Habema yang terletak di cekungan Pegunungan Jayawijaya, penyebaran Pakis Purba pun terbatas hanya di daerah rawa serta pinggiran sungai sekitar Danau Habema.

Taman Nasional Lorentz juga menjadi kawasan tempat tinggal Suku Asmat, Suku Nduga, Dani Barat, Suku sempan, dan Suku Amungme oleh karena itu bukan hanya dapat menikmati keindahan pesona alam, kalian juga bisa menikmati kebudayaan suku asli di Papua, traveller.

Taman Nasional Gunung Leuser

Bukit Lawang yang berlokasi di Taman Nasional Gunung Leuser ini  merupakan tempat wisata alam juga sebagai tempat pengamatan Orangutan Sumatera tidak hanya itu Taman Nasional Gunung Leuser juga habitat Gajah, kalian bisa ikut memandikan gajah sekaligus menaikinya sebab terdapat tempat pelatihan Gajah, traveller

Sumatera Utara dan Aceh merupakan dua wilayah yang diduduki Taman Nasional Gunung Leuser. Selain sudah menjadi world heritage site sejak tahun 2004 silam Taman Nasional Gunung Leuser juga ditetapkan sebagai Cagar Biosfer terlebih dahulu pada tahun 1981, ditambah lagi Taman Nasional Gunung Leuser mendapat status ASEAN Heritage Park pada tahun 2003. 

Ajag Spesies Anjing hutan Langka di Indonesia
Ajag Spesies Anjing hutan Langka di Indonesia oleh greeners.co

Rafflesia acehensis dan Rafflesia zippelnii merupakan spesies endemik dan langka dan salah dua dari 4.000 jenis flora. Terdapat juga berbagai macam jenis Anggrek di taman nasional ini.

Selain Orangutan Sumatera dan gajah Sumatera, terdapat juga satwa Asiatis antara lain Badak Sumatera, Harimau Sumatera, Siamang, Rangkong Papan, Ajag, dan Beruang Madu. Informasi baru dari Taman Nasional Gunung Leuser dimana ditemukannya Harimau Sumatera individu baru di sekitar kawasan ini.

Jadi, mau ke Taman Nasional yang mana dulu nih, traveller??

Baca juga: Keren! 5 Taman Nasional Berikut Bisa Dinikmati Keindahan Alamnya Hanya dengan Rp 100.000,00!