Liburan hemat tentu saja menjadi salah satu hal yang diinginkan oleh semua orang. Apalagi jika salah satu list liburan kamu adalah travelling ke Jepang, negara yang biasa dijuluki dengan Negeri Matahari Terbit ini memang dikenal sebagai destinasi wisata yang harus banget kamu kunjungi, setidaknya sekali seumur hidup.

Siapa yang tidak mengenal Jepang? Jepang merupakan negara kepulauan yang terletak di Asia Timur. Selain dikenal sebagai surga anime bagi animelovers, negara ini memiliki berbagai tempat wisata yang memukau, berbagai macam kuliner dan kebudayaan yang wajib kamu ketahui. Dengan pesonanya yang memukau, membuat negeri matahari terbit ini menjadi salah satu tempat impian untuk menghabiskan waktu bersama orang terkasih.

Namun, dibalik keindahan itu pasti ada harga yang harus dibayar. Yap benar, negara ini juga dikenal dengan biaya liburannya yang mahal. Bagaimana tidak? Hal ini disebabkan karena nilai tukar rupiah yang tidak pernah menguat. Jadi, seringkali biaya menghambat perjalanan kamu untuk berlibur ke negeri matahari terbit ini.

Tetapi tenang aja, kamu bisa menghemat biaya pengeluaran kamu saat travelling kok. Misalkan dengan cara membawa botol air minum sendiri, sehingga tidak perlu lagi untuk membeli air mineral. Kamu bisa mengisi ulang air di botol minum dengan air keran yang berada di seluruh penjuru Jepang, air ini tentunya memiliki kualitas yang tinggi sehingga dapat dikonsumsi. Namun di beberapa tempat, ada juga air keran yang tidak dapat dikonsumsi, yaitu dengan bertuliskan “tidak untuk diminum” atau semacamnya. Sehingga untuk air keran yang tidak dapat dikonsumsi, pasti terdapat tulisan atau pemberitahuan bahwa air tidak dapat diminum.

Buat kamu yang ingin liburan ke negeri matahari terbit tidak perlu khawatir, biaya tidak akan menjadi penghalang kamu untuk berkunjung ke negeri matahari terbit ini. Kamu tetap bisa menciptakan pengalaman yang menyenangkan dengan menyimak 5 tips liburan hemat ke Jepang yang wajib banget kamu coba menurut travel addict.

1. Siapkan E-paspor

Liburan hemat dengan menyiapkan e-paspor, pemegang E-paspor Indonesia memiliki keuntungan bebas visa di Jepang.
Pemegang E-paspor Indonesia memiliki keuntungan bebas visa.
Sumber: liburankejepang.com

Jika kamu pemegang E-paspor, kamu dapat mengajukan visa waiver atau bebas visa dengan biaya gratis loh. Visa waiver bisa kamu buat dengan mendaftarkan e-paspor di Kedutaan Besar Jepang atau Kantor Konsulat Jepang di Indonesia dengan membawa e-paspor dan mengisi formulir aplikasi di website ini.

Baca juga: So Easy ! 4 Hal yang Harus Kamu Tahu untuk Apply Visa Waiver Jepang Sebelum Berlibur ke Negeri Sakura Ini

Proses pembuatan visa waiver hanya akan memakan waktu 1-2 hari kerja. Visa ini berlaku selama 3 tahun dengan durasi menetap selama maksimal 15 hari. Jadi dengan memiliki e-paspor kamu dapat menghemat biaya visa senilai Rp390.000,00 untuk single entry dan Rp780.000,00 untuk multiple entry. Lumayan banget ga sih? yuk buruan siapin e-paspor kamu!

2. Membeli Tiket Pesawat Jauh-Jauh Hari

Penerbangan ke Jepang
Penerbangan Ke Negeri Sakura.
Sumber: tripjepang.co.id

Perjalanan ke Negeri Matahari Terbit menggunakan akomodasi pesawat memang membutuhkan biaya yang lumayan mahal. Solusinya adalah membeli atau booking tiket pesawat dari jauh-jauh hari. Semakin lama jarak pembelian tiket dengan jadwal keberangkatan, maka akan semakin murah harga yang akan kamu dapatkan.

Akan sangat baik jika kamu membeli tiket minimal 1-3 bulan sebelum jadwal keberangkatan. Biasanya ada berbagai promo di maskapai-maskapai tertentu, misalkan Air Asia yang mengadakan promo besar 2 kali dalam setahun. Jadi rajin-rajinlah mengecek harga tiket pesawat yang bisa dilakukan secara online. Harga normal tiket PP ke Negeri Matahari Terbit sekitar Rp 7-12 juta. Namun jika kamu memiliki promo, maka maksimal kamu akan dapat potongan sebesar 3 juta atau bahkan lebih. Jadi harga setelah diskon bisa mencapai sekitar Rp 4-9 juta. Nah manfaatkan promo-promo dari maskapai tersebut maka kamu dapat liburan hemat. Yuk bisa yuk berburu tiket.

3. Menginap di Hostel atau Warnet

Salah satu hostel murah di Tokyo.
Sumber: jalan2kejepang.com

Menginap di hostel tentunya akan jauh lebih murah dibandingkan dengan di hotel. Namun kamu tidak perlu khawatir, karena fasilitas yang diberikan tidak akan jauh berbeda. Untuk mendapatkan harga terbaik, travel addict menyarankan kamu untuk menyewa hostel langsung sekaligus selama seminggu. Dengan kisaran harga antara Rp 200-500 ribu per malam, maka jika ditotal selama seminggu, biaya yang akan dikeluarkan untuk menginap di hostel sekitar Rp. 3,5 juta.

Selain menginap di hostel, kamu juga bisa tinggal di warnet. Kamu bisa menghemat biaya dengan sangat ketat jika memilih untk menginap di warnet, karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan dengan hostel. Harga sewa warnet bisa mulai dari 1.200 yen atau setara dengan Rp. 153.600 untuk paket 12 jam hingga sekitar 2.000 yen atau setara dengan Rp. 256.000 untuk paket 24 jam. Tetapi jika kamu perlu menginap lebih dari 3 hari, menginap di warnet memerlukan pertimbangan kembali karena ruangan yang tidak terlalu besar sehingga mempengaruhi kenyamanan kamu. Dan kamu jangan khawatir, karena ada banyak warnet di Jepang yang menawarkan harga paket untuk mengakses internet, serta fasilitas kamar mandi dan tidur.

Ingat juga bahwa, sebaiknya kamu booking hostel atau warnet dari jauh-jauh hari pula. Karena jika kamu mengajukan visa jepang, terkadang kamu diharuskan menunjukan bukti booking hotel untuk meyakinkan Kedutaan Jepang. Jika visa tidak disetujui tetapi kamu sudah terlanjur untuk membooking hostel, tidak perlu khawatir karena sekarang banyak terdapat aplikasi travelling pencari hotel yang mempunyai fasilitas bayar ditempat atau booking cancellation sehingga uang kamu tidak akan hangus.

4. Makan dan Minum di Minimarket

salah satu makanan di minimarket Jepang.
Salah satu makanan di minimarket Jepang.
Sumber: food.detik.com

Jika kamu ingin menghemat budget, kamu dapat membeli makanan dan minuman di minimarket. Minimarket Negeri Matahari Terbit ini memiliki berbagai macam makanan yang enak dan tentunya murah. Makanan yang paling sering dicari wisatawan lokal maupun asing adalah mie ramen, kamu dapat membeli mie ramen di minimarket dan membuatnya di hostel. Untuk sarapan, kamu bisa membeli onigiri, selain murah dan enak, onigiri cukup untuk mengenyangkan perut selama perjalanan liburan kamu. Kamu juga bisa membeli makanan bento di minimarket, dengan harga sekitar Rp. 25-55 ribu.

Jika kamu ingin lebih menghemat uang lagi, kamu bisa membawa makanan kering dari Indonesia, sehingga kamu bisa membeli nasi saja di minimarket dan tinggal menghangatkannya di microwave. Harga untuk 3 pack nasi biasanya sekitar Rp. 28.160 atau 220 yen.

Kamu bisa mencatat apa saja kira kira yang bisa kamu makan dan minum selama liburan di Jepang dengan menyesuaikan budget yang kamu miliki.

5. Transportasi

Bus, salah satu transportasi umum di Jepang
Bus, salah satu transportasi umum di Jepang.
Sumber: jalan2kejepang.com

Biaya untuk transportasi di Jepang cukup terbilang mahal. Kamu dapat mengunjungi tempat wisata menggunakan bus. Bus memiliki tempat pemberhentian dan nomor bus yang jelas, sehingga memudahkan kamu selama perjalanan. Sebaiknya kamu sudah membaca atau memiliki informasi terkait nomor bus yang akan kamu naiki.

Transportasi lain yang bisa kamu gunakan adalah kereta Shinkansen jika ingin mengambil rute Tokyo-Osaka-Kyoto. Kamu dapat membeli Japan Rail Pass (JR Pass) dengan harga sekitar Rp. 3-3,6 juta untuk 7 hari masa pemakaian. Selain JR Pass, kamu dapat membeli paket per daerah seperti Tokyo Wide Pass dan masih banyak lagi.

Nah itu dia tips liburan hemat ke Jepang menurut travel addict. Jdi tunggu apalagi? Yuk rancang liburan kamu dan persiapkan tips di atas supaya liburan kamu lebih menyenangkan dan berkesan. Sampai jumpa dan ditunggu cerita tentang pengalaman kamu berlibur di Jepang!