Negara Belanda memang tidak bisa dilewatkan ketika liburan tiba, banyak hal-hal menarik di dalamnya termasuk juga keberadaan desa-desa tradisionalnya yang indah dan bertabur bunga-bunga setiap musim seminya.

Oleh sebab itu, negara yang satu ini seringkali dijadikan pilihan destinasi wisata baik bagi warga lokal maupun mancanegara.Yup negara yang juga dikenal dengan nama negara Netherland ini menjadi salah satu negara dengan berbagai macam keindahan yang tentunya tidak bisa kita lewatkan begitu saja, terutama soal keindahan desa di setiap provinsinya. Sebelumnya Belanda sendiri terdiri dari dua belas provinsi yaitu  Eropa Barat serta tiga pulau teritori di Karibia. Belanda Eropa berbatasan dengan Belgia di selatan, Laut Utara di utara dan barat, dan Jerman di timur, serta berbagi perbatasan maritim[11] dengan negara  Jerman,Belgia,  dan Britania Raya

Dalam bidang sejarah, seperti yang kita tau, Belanda menjadi salah satu negara yang pernah singgah di negara kita dalam waktu yang cukup lama, hal tersebut membuat peninggalan-peninggalan bersejarah  negara  Indonesia banyak ditemukan di negara Belanda. Peninggalan ini tersimpan rapi di beberapa museum seperti Tropenmuseum, Amsterdam, Museum Volkenkunde, Leiden, Perpustakaan Leiden, Leiden.  Kamu harus menyempatkan waktu untuk  datang dan berkunjung di berbagai museum ini ketika berkunjung ke Belanda. 

Museum Volkenkunde

Sumber: wikimedia

Di perpustakaan-perpustakaan tersebut kamu dapat menemukan benda-benda bersejarah yang bahkah tidak bisa ditemukan di tanah air, seperti  patung arca dari kerajaan Singasari, kain dan pakaian adat dari suku khas Indonesia, senjata daerah seperti keris dan badik, dan masih banyak benda khas Indonesia lainnya di Museum Volkenkunde, Leiden. Bahkan koleksi-koleksi warisan Indonesia ini tersimpan di rak khusus dan berbeda dengan negara-negara lain.

Selain itu terdapat pula peninggalan bersejarah lain berupa warisan naskah dan manuskrip yang keberadaanya sangat sulit ditemukan di Indonesia, sekitar 10 ribu manuskrip ini terdapat di Perpustakaan Leiden kota Leiden, Belanda. Jumlah ini sendiri bahkan lebih banyak dari manuskrip yang tersimpan di perpustakaan nasional Indonesia. Beberapa judul manuskrip yang tersimpan di Perpustakaan Leiden adalah La Galigo dan Babad Diponegoro, dua naskah berbentuk buku ini merupakan dua koleksi paling berharga yang dimiliki oleh perpustakan ini. Kedua buku tersebut masuk ke dalam daftar warisan UNESCO. Hal ini tentunya akan sangat sayang untuk dilewatkan, kapan lagi kita dapat berlibur sembari belajar tentang sejarah tanah air di negara orang. 

Secara geografis, negara yang menjadikan Amsterdam sebagai kota terbesar sekaligus ibu kota ini merupakan negara dengan permukaan yang cenderung rendah, dengan kira-kira 30% wilayahnya, dimana 31% populasinya berada di bawah permukaan laut, dan 50% tanahnya kurang dari satu meter di atas permukaan laut. Fakta  unik ini kemudian terekam di dalam penggunaan nama  Nederland (bahasa Belanda) sendiri  yang berarti  “negeri-negeri berdataran rendah”; nama ini pun digunakan dengan beberapa variasi dalam bahasa-bahasa Eropa lainnya.

Sebagian besar daratan  Belanda dibentuk oleh adanya  estuaria tiga sungai penting Eropa, yang secara bersama-sama dengan anak-anak sungainya membentuk delta RheinMaasSchelde.Oleh sebab itu,  sebagian besar wilayah negara Belanda sangatlah datar, dengan perkecualian di kaki-kaki bukit di tenggara-jauh, dan beberapa deret perbukitan di bagian tengah. Di sana kamu dapat menemukan berbagai desa dengan pemandangan bukit dan pegunungan yang menakjubkan.

Netherland

Negara dengan julukan negara kincir angin ini sendiri memang terkenal dengan desa-desanya yang indah dan menakjubkan, kamu akan menemukan pemandangan  tanggul (dijk), kincir angin, terompa kayu, serta bunga  tulip yang menjadi salah satu icon dari negara Belanda ini. Bagaimana tertarik untuk mengunjungi desa-desa di Belanda?

5 Useful Tips Kereta Api Anti Bosan Selama Menjelajahi Mauritius Islandsnda? 

Yuk Simak Top 5 Desa Authentic di Belanda

Kinderdijk

Kinderjik

Sumber: Travelpassionate

Village atau desa pertama yang harus kamu kunjungi ketika berlibur ke belanda adalah Kinderdijk. Desa yang satu ini merupakan sebuah desa yang berada di bawah pemerintah kota Nieuw-Lekkerland (munisipaliteit Molenlanden), di provinsi Holland Selatan, tepatnya sekitar 15 km sebelah timur dari kota  Rotterdam, kota terbesar kedua di Belanda. Kinderdijk berada di antara pertemuan polder dari dua sungai yaitu Lek dan Noord

Di Kinderdijk sendiri terdapat polder  berbentuk kincir angin yang berfungsi untuk menguras air laut agar menjadi daratan , sistem dari 19 kincir angin ini  dibangun di Kinderdijk sekitar tahun 1740. Kelompok kincir angin ini lah yang  merupakan tempat pengurasan dengan menggunakan sistem polder berbentuk kincir angin terbesar dan tertua di Belanda. Jaringan kincir angin yang terdapat di Kinderdijk ini  merupakan salah satu tempat wisata terkenal di Belanda. Desa ini pun telah ditetapkan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1997

Seperti kita tau, Belanda sendiri merupakan negara yang dipenuhi oleh kincir angin dan bunga tulip, kedua hal ini lah yang menjadikan desa Kinderdijk terlihat lebih menarik untuk dikunjungi, di sini kamu tidak hanya diajak untuk melihat-lihat kincir angin dan bunga tulip saja, tetapi kamu juga akan diajak masuk ke dalam salah satu kincir angin yang difungsikan sebagai museum, kincir angin itu dulunya digunakan sebagai tempat tinggal oleh para warga setempat. 

Waktu terbaik untuk berkunjung ke desa ini adalah ketika musim semi, yaitu pada bulan Maret hingga April, ketika bunga tulip bermekaran di sepanjang jalan desa Kinderdijk. Namun, tetap perhatikan tanggal dan waktu yang kamu pilih, karena bunga tulip sendiri mekar dengan waktu yang sangat singkat yaitu sekitar 7 hari hingga 10 hari. 

Untuk bisa sampai ke Kinderdijk kamu  bisa menaiki kereta api  dari stasiun Rotterdam Central  ke stasiun Lombardijen dan naik bus 90 dari sana. Terdapat pula beberapa pilihan lain mulai dari naik perahu atau ‘bus air’ dari pusat Rotterdam dekat Jembatan Erasmus (lihat ‘Veer Erasmusbrug’ di Google Maps). Sekitar 30 menit kemudian Anda akan tiba di Kinderdijk. Jika kamu tertarik untuk melakukan road trip, kamu dapat berkendara sekitar 91 kilometer dan akan tiba 1 jam kemudian. 

Giethoorn

Giethoorn

Sumber: Kumparan Travel

Desa yang harus kamu kunjungi di Belanda selanjutnya adalah Giethoorn. Desa yang satu ini sering dijuluki sebagai Venice of North atau Venice of Netherland, desa dikelilingi oleh kanal-kanal yang indah dan bersih, hal tersebut membuat desa ini tidak memiliki jalan raya dan mengandalkan perahu atau gondola bagi para wisatawan yang berkunjung ke desa Giethoorn ini. 

Dipenuhi oleh pepohonan yang rindang  desa ini kamu dapat menikmati pemandangannya yang asri dan bersih dengan rumah-rumah unik berusia ratusan tahun dengan taman bunga yang indah di bagian depan rumahnya. Desa yang pernah menjadi latar untuk film fanfare ini memilih tatanan hidup serba bebas karbon dan kendaraan, sehingga membuat desa ini menyabet predikat sebagai desa terbersih di dunia oleh National Geographic di tahun 2019. Hampir seluruh kegiatan di Giethoorn tidak menggunakan kendaraan bermotor, termasuk juga kegiatan sehari-hari warga desanya.

Setiap hari 2600 warga Giethoorn melakukan aktivitas sehari-hari dengan mengendarai sepeda, berjalan kaki, dan menaiki perahu, nah kamu juga dapat menyewa sepeda dan perahu ini untuk berkeliling di sekitar desa Giethoorn. Selain itu, di desa ini juga terdapat berbagai macam restoran yang terdapat di tepi kanal, kamu dapat menikmati berbagai macam hidangan dengan pemandangan menakjubkan dari kanal-kanal tersebut.

Jika kamu kurang puas menjelajahi desa ini selama satu hari, kini terdapat berbagai macam penginapan yang bisa kamu jadikan pilihan tempat tinggal selama di Giethoorn, penginapan-penginapan di tempat ini akan sangat cocok bagi kamu yang ingin menghindari hiruk pikuk kota. Giethoorn sendiri  terletak  sekitar 5 km barat daya dari kota Steenwijk dan dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum. 

  1. Hollum
Hollum

Sumber: Tripadvisor

Desa yang harus kamu kunjungi selanjutnya adalah desa Hollum, Hollum merupakan desa terbesar di Ameland, Belanda, salah satu Kepulauan Frisia Barat. Desa ini  terletak di bagian paling barat pulau Frisia. 

Desa ini dipenuhi dengan rumah-rumah tua yang dibangun sebelum abad ke-18, rumah ini memberikan nuansa yang sangat tradisional. Kamu harus sangat berhati-hati yang ketika berada di desa ini, karena saat ini rumah-rumah di desa Hollum termasuk ke dalam warisan yang dilindungi karena nilai sejarah dan budayanya.

Selama di Hollum, Kamu berkesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat wisata menarik seperti Museum Sorga Drager dan gereja Reformed yang dibangun pada abad ke-12. Selain itu, kamu tidak boleh melewatkan Mercusuar Ameland yang terlihat indah bahkan dari kejauhan. 

Dibutuhkan 240 langkah untuk sampai ke puncak mercusuar, dari atas mercusuar kamu  dapat melihat panorama pulau dari udara. Tempat lain yang harus kamu kunjungi adalah rumah miliki komandan, yang digunakan oleh kapten kapal penangkap ikan paus. Mereka dapat diidentifikasi dengan langkan ganda unik mereka di bagian depan.

Selain berjalan-jalan menikmati pemandangan desa Hollum, kamu juga bisa melakukan berbagai macam olahraga air seperti kayaking, kiting, dan selancar. Desa ini hanya dapat diakses melalui jalur udara dengan menggunakan pesawat atau feri, dan penerbangan hanya tersedia dari bulan April hingga September. Jika kamu terbang ke sana, kamu dapat membuat perjalanan lebih menyenangkan dengan memesan lounge bandara, melalui Lounge Pass ini akan kamu dapat lebih  bersantai sebelum penerbangan atau setelah mendarat.

Zaanse Schans

Zaanse Schans

Di urutan selanjutnya terdapat desa Zaanse Schans,  Zaanse Schans merupakan  lingkungan Zaandam, yang berada di dekat Zaandijk, Belanda. Desa  ini terkenal dengan koleksi kincir anginnya yang  beragam dan berbagai rumah bersejarahnya yang terpelihara dengan baik. Dari tahun 1961 hingga 1974 bangunan-bangunan tua dari seluruh Zaanstreek dipindahkan menggunakan trailer lowboy ke daerah tersebut.

Desa Zaanse Schans sendiri sebenarnya merupakan desa buatan yang dirancang oleh arsitek Jaap Schiper pada tahun 1946. Desa ini terletaknya di Distrik Zaans, atau tepatnya di sebelah utara Amsterdam, dan termasuk dalam Kawasan Old Holland.Desa ini di bangun dengan tujuan untuk mengabadikan kehidupan masyarakat Zaans pada masa keemasannya sebagai area industri pada abad ke-17 hingga ke-18. Pada musim semi, desa ini dipenuhi oleh berbagai warna bunga tulip yang indah di sepanjang jalan. 

Kamu dapat melakukan berbagai macam kegiatan termasuk juga mengunjungi museum rempah-rempah yang dinamakan Specerijenmagazijn Indie’s Welvaren. Museum ini menjadi tempat wisata edukasi ketika  liburan di Belanda. Kamu dapat menikmati aroma berbagai jenis rempah begitu memasuki museum ini. 

Sementara itu, di bagian atas bangunan terdapat sebuah kincir angin yang dinamakan De Huisman. Kincir angin ini terhubung dengan sebuah alat yang  biasa digunakan untuk menggiling rempah-rempah di bawahnya. Selain menyaksikan proses pembuatan rempah, di sini kamu juga dapat  membeli berbagai macam produk yang dijajakan  untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Bagi kamu pecinta keju dan makanan manis, desa ini juga menyediakan berbagai macam tempat yang menarik untuk dikunjungi, Catharina Hoeve Cheese Farm, Bakery Museum, dan Cacaolab. Di tempat-tempat ini kamu bisa menyaksikan, mengonsumsi, hingga membuat langsung keju, roti, dan coklat yang kamu inginkan, seperti poffertjes,stroopwafel,  ginger bread, almond cookies, dan banyak lainnya.

Lisse

Belanda,
Lisse

Sumber: travelpassionate

Selanjutnya terdapat desa Lisse yang merupakan desa kecil di provinsi Holland Selatan yang populer dengan Taman Keukenhof. Setiap Musim Semi di bulan Maret hingga April, ribuan turis, serta penduduk setempat berdatangan  ke Taman Keukenhof untuk menikmati berbagai pertunjukan spektakuler bunga tulip berwarna-warni.  Lisse akan sangat menarik untuk dikunjungi bagi kamu pecinta bunga. 

Ketika berada di desa ini jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan parade bunga yang disebut Bollenstreek Bloemencorso, parade ini diadakan setiap musim semi melalui jalan-jalan di desa Lisse. Taman ini terletak sekitar 30 menit dengan  berkendara dari Amsterdam yang membuat perjalanan kamu menjadi semakin sempurna.

Taman ini hanya buka selama beberapa minggu dari akhir Maret hingga pertengahan Mei. Jadi jika kamu ingin berkunjung di bulan lain, ada Kastil Keukenhof abad ke-17 di area taman yang terbuka untuk umum sepanjang tahunnya. Kastil ini dapat dijelajahi melalui tur berpemandu. Salah satu atraksi yang unik dan menarik di kastil ini adalah Museum De Zwarte Tulip atau Museum Tulip Hitam.

Berkunjung ke museum De Zwarte Tulp adalah cara yang tepat untuk mempelajari lebih lanjut tentang sejarah daerah penanaman bunga di Belanda. Museum ini menampilkan gambar tulip yang menakjubkan bersama dengan artefak tentang budidaya umbi, asal-usulnya, dan perkembangannya. Selain itu terdapat pula Sint Agathakerk, sebuah gereja katolik romawi yang besar dengan interiornya memiliki beberapa jendela kaca patri, lukisan, dan karya seni yang luar biasa.