Mali merupakan sebuah negara republik terbesar kedua yang terletak di Afrika Barat. Berbatasan langsung dengan Alajazair, Niger, Burkina Faso, Pantai Gading, Guinea, serta Mauritania. Selain itu, bagian utara dari negara ini memanjang hingga ke tengah Gurun Sahara.

Meskipun terletak di Afrika, namun bahasa resmi yang digunakan di sini adalah bahasa Prancis, hal ini disebabkan karena memang daerah ini dulunya merupakan jajahan Prancis. Setelah akhirnya terbebas dari masa penjajahan, perdagangan di negara ini semakin meningkat, khususnya di Kota Timbuktu.

Perdagangan emas terus menerus mengalami peningkatan di Kekaisaran Mali. Seiring berjalannya waktu, perdagangan di bidang lain juga semakin marak terjadi, seperti garam, gading, dan budak, serta masih banyak lagi. Bahkan, pada saat itu, Mansa Musa sebagai pemimpin daerah tersebut, sempat dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya dalam sejarah. Tidak hanya itu, Kota Timbuktu juga dikenal sebagai pusat penyebaran dan pendidikan Islam di daerah Afrika.

Selain menjadi pusat penyebaran Agama Islam, dan perdagangan emas yang ternama, Mali juga menawarkan destinasi-destinasi wisata yang tak kalah menarik untuk kamu kunjungi selama liburan. Berikut ini adalah pembahasan tour selama 6 hari di Mali, dan berlanjut ke Burkina Faso. Penasaran apa saja tempat-tempat yang dapat kamu kunjungi? Yuk, simak daftarnya berikut ini!

Baca juga : Wow Bak Menemukan Permata di Afrika ! 5 Destinasi Liburan di Guinea-Bissau Ini Bisa Menjadi Referensi Jalan-Jalan Kamu

Bamako – Sikasso

Sumber : Britannica

Dalam tour kali ini, pada hari pertama mengunjungi Mali, kamu akan singgah dan bermalam di Sikasso. Dalam kota ini, kamu dapat melihat peninggalan The Tata of Sikasso, atau Tata wall yang merupakan tembok peninggalan zaman dahulu, yang melindungi kota ini dari serangan tentara Prancis. Kamu juga dapat melihat Mamelon Sikasso, yang merupakan bukit buatan setinggi 30 meter. Bukit ini digunakan sebagai tempat para raja dan tempat terjadinya pengadilan tradisional.

Pada sore harinya, kamu akan mengunjungi gua Missirikoro, yang merupakan gua yang dijadikan sebagai tempat beribadah umat beragama Islam. Setelah itu, kamu akan melihat dan mempelajari warisan budaya dari kelompok etnis mayoritas Sikasso, di Senoufu Cultural Center. Kemudian, pada malam harinya, kamu akan beristirahat di salah satu penginapan indah di Sikasso, yaitu Hotel Du Cinquantenaire.

Sikasso – Bobo Dioulasso

Sumber : johangerrits.com

Pada hari kedua tour, kamu akan mengunjungi Bobo Dioulasso, yang terletak di perbatasan Mali. Bobo Dioulasso sendiri merupakan bekas ibu kota dari Burkina Faso. Di dalam kota ini, kamu dapat menemukan masjid dan alun-alun tua yang memiliki berbagai sejarah. Selain itu, kamu juga dapat melihat, mencoba, dan menikmati minuman lokal khas dari kota Bobo Dioulasso.

Pada sore harinya, kamu akan mengunjungi desa Koumi yang misterius, dan merupakan salah satu desa khas yang ada di Bobo Dioulasso. Di Koumi, kamu dapat berkunjung ke tempat-tempat menarik, salah satunya tempat inisiasi para wanita muda. Di mana, terdapat ritual yang menjadi simbol penerimaan para wanita muda tersebut, masuk dalam suatu kelompok tertentu. Kemudian, pada malam harinya, kamu akan beristirahat di Hotel Sissiman.

Bobo Dioulasso – Banfora

Sumber : Easyvoyage UK

Pada hari ketiga ini, kamu akan mengunjungi Banfora, yang terkenal sebagai “sugar district”. Di sini kamu dapat melihat ladang tebu, dan proses pembuatan tebu di pabriknya langsung. Terdapat juga kubah Fabedougou yang menawan. Tidak hanya itu, kamu juga merasakan segarnya air terjun di Karfiguela, yang dilengkapi pula dengan kolam dan area piknik yang luas. Pada malam harinya, kamu akan kembali ke Bobo Dioulasso, untuk bermalam di Hotel Sissiman.

Bobo Dioulasso – Ouagadougou

Sumber : Kayak

Berikutnya, tour kali ini akan mengajak kamu untuk berkunjung ke ibu kota Burkina Faso, yaitu Ouagadougou. Selama perjalanan, kamu dapat melihat monumen dan bangunan-bangunan penting, sekaligus mempelajari sejarah dari Burkina Faso itu sendiri. Kamu juga dapat melihat berbagai kerajinan tangan yang ada di Ouaga. Mulai dari penenun, pemahat, hingga pemerhati perhiasan.

Sebelum beristirahat, kamu juga akan mengunjungi pasar Roodwokho yang terkenal, untuk membeli souvenir dan juga oleh-oleh. Setelah itu, kamu dapat menikmati makan malam yang nikmat di salah satu restoran terbaik di Ouaga, lengkap dengan makanan lokal khas Ouaga dan live music. Kemudian, bermalam di penginapan terbaik di daerah ini, yaitu Bravia Ouagadougou.

Ouagadougou – Tiebele

Sumber : medium.com

Tiebele merupakan kubu atau benteng dari suku asli Kassena. Di sini kamu dapat melihat rumah-rumah dengan arsitektur yang unik sekaligus rumit, dengan desain tradisional yang dilakukan langsung oleh para perempuan di daerah tersebut. Nantinya, setiap simbol-simbol yang digunakan, akan dijelaskan lebih rinci selama tour berlangsung.

Tidak hanya melihat rumah-rumah yang unik, tetapi kamu juga dapat mengunjungi tempat tinggal dari kepala suku daerah ini. Tradisi sangat berlaku keras di Tiebele, maka kamu harus sangat berhati-hati apabila sedang berada di kediaman kepala suku. Salah satunya adalah, dilarang menggunakan pakaian bernuansa merah, termasuk topi, baju, celana, dan juga sepatu. Pada malam hari, kamu akan kembali ke penginapan sebelumnya, yaitu Bravia Ouagadougou, untuk beristirahat.

Ouagadougou – Airport

Sumber : Flickr

Pada hari terakhir dari tour ini, sebelum menuju ke bandara untuk keberangkatan kembali ke Indonesia, kamu dapat mengunjungi Moro Naba’s Palace, yang merupakan museum nasional, dengan berbagai koleksi pakaian, topeng, peralatan rumah tangga khas Ouaga. Selain itu, terdapat juga patung leluhur yang dapat kamu temukan di sini. Kemudian, kamu akan menuju ke Bandara Ouagadougou, untuk kembali ke Indonesia.

Baca juga : Pecinta Flora dan Fauna? 3 Taman Nasional di Burkina Faso ini wajib kalian kunjungi

Nah, itu dia tour yang akan kamu jalani selama 6 hari dari Mali ke Burkina Faso. Karena unsur-unsur adat yang masih sangat kental di sana, maka kamu harus tetap sopan dan menghargai selama berlibur di daerah-derah tersebut. Tetap utamakan kenyamanan dan keselamatan ya, happy traveling!