“Today you have added another candle of knowledge and wisdom to your life. May it give you the power to enlighten the whole world. On your birthday, I wish you joy and happiness.

Debasish Mridha

Modern and Contemporary Art in Nusantara Museum atau yang lebih akrab disapa Museum MACAN, merupakan salah satu museum paling hits saat ini. Bagaimana tidak? Museum MACAN mengusung tema yang berbeda dari kebanyakan museum yang sudah berdiri. Anti-mainstream kalau bahasa anak sekarang. Jikalau umumnya museum memberi kesan horror yang lengkap mulai dari dinosaurus sampai manusia purba, museum ini justru memberi kita berjuta warna dan cahaya.

Museum Macan
(Sumber gambar: Flickr)

Belum lagi mengingat bahwa Musem MACAN ini memang mengusung konsep yang bisa dibilang kekinian. Dilengkapi dengan kafe berlatar pemandangan Jakarta dan seakan sengaja memberi spot pada pamerannya untuk berpose dengan kamera, museum seni modern dan kontemporer pertama di Indonesia ini seolah memanggil seluruh kawula muda untuk berkunjung. Liburan dengan harga terjangkau sambil mempercantik Instagram, siapa yang bisa menolak pesona sang museum Instagramable?

Tidak terasa, ternyata Museum MACAN genap berusia 3 tahun pada 7 November 2020 ini, lho! Banyak kesan yang sudah didapat dan pastinya museum ini siap memberikan pesan baru pada seluruh penikmatnya.

Berikut 3 fakta Museum MACAN yang bikin salut sekaligus penasaran!

1. Masuk dalam “World’s 100 Greatest Places” versi Time Magazine 2018

Museum Macan
Great Gigantic Pumpkin pada Museum MACAN, Jakarta, Indonesia
(Sumber gambar: Flickr)

Memulai debutnya pada 7 November 2017, museum ini langsung menarik perhatian tidak hanya rakyat Jakarta, tetapi juga dunia. Hal ini terbukti dengan, penghargaan yang dianugerahi langsung oleh Time Magazine pada tahun 2018.

Menggandeng banyak seniman kenamaan baik dari lokal maupun mancanegara, nyatanya berhasil mengguncang khalayak ramai khususnya pecinta seni kontemporer. Pameran pertama yang bertajuk “Art Turns. World Turns.” sukses membangkitkan jiwa penasaran publik dan kompak berbondong-bondong mengunjungi museum yang berlokasi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu.

2. Infinity Mirrored Room dari Yayoi Kusama Tenyata Beneran Infinity

Museum Macan
Kecantikan Infinity Mirrored Room
(Sumber gambar: Flickr)

Bila berkunjung ke Museum MACAN, tidak lepas dari yang namanya rencana, karena exhibition atau pameran yang dipamerkan tidak berlangsung selamanya. Memantau dari official website dan Instagram bisa menjadi alternatif bagi calon pengunjung. Salah satu pameran yang paling direncanakan atau dikejar oleh pengunjung adalah karya dari Yayoi Kusama dengan tema “Life Is the Heart of a Rainbow”. Bahkan, bisa dibilang bahwa titel museum Instagramble yang diperoleh Museum MACAN adalah berkat pameran Yayoi Kusama ini. Sebut saja Great Gigantic Pumpkin, Dots Obsession, Narcissus Garden, Love Forever, My Eternal Soul, Experiments in Japan, Flower that Bloom at Midnight dan Infinity Mirrored Room.

Semua karya dari Yayoi Kusama akan sangat mepercantik Instagram kamu, terlebih Infinity Mirrored Room. Lampu warna-warni yang bercahaya ditengah kegelapan dan direfleksikan dari cermin akan membuat takjub karena kecantikannya. Spot ini merupakan salah satu tempat wajib untuk berpose di Museum MACAN. Melalui penerangan yang remang-remang namun dieksekusi dengan manis, menghasilkan foto yang misterius dan romantis di saat yang bersamaan.

Ternyata, Museum MACAN memiliki kabar gembira dari Infinity Mirrored Room, yaitu bahwa pameran tersebut beneran infinity alias tidak musiman. Jadi, untuk yang kemarin belum sempat ke Museum MACAN atau belum puas berfoto karena hanya diberi kesempatan 20 detik per orang, jangan ragu untuk kembali. Museum MACAN sangat memfasilitasi untuk memanjakan hati dan jiwa kita bersama Infinity Mirrored Room.

3. Tidak Sabar Menanti The Soul Trembles dari Chihari Shiota

Sebelum memasuki tahun 2020 yang menyajikan pandemi ini, pada Desember 2019 Museum MACAN sudah mengumumkan Exhibition Line Up 2020 nya. Beberapa diantaranya sudah berhasil tampil, seperti Why Let the Chicken Run oleh Melati Suryodarmo dan Manifesto dari Julian Rosefeldt. Dua mahakarya tersebut juga menuai respon positif untuk Museum MACAN, tetapi masih ada satu lagi yang ditunggu oleh publik, yaitu The Soul Trembles dari Chihari Shiota.  

Museum Macan
The Soul Trembles Karya Chihari Shiota yang Tidak Sabar Dinanti di Museum MACAN
(Sumber gambar: Flickr)

Pameran tunggal terbesar oleh Chihari Shiota ini bermaksud menyampaikan “presence in absence” yang telah dieksplorasi Shiota sepanjang karirnya, dan berharap pengunjung pasti akan mendapatkan pemahaman tentang makna dan perjalanan hidup, serta bagaimana jiwa bekerja. Pameran ini akan mempertontonkan kekompleksan yang paripurna dengan bahan utama dari benang wol. Sungguh tidak sabar menyaksikan The Soul Trembles dari Chihari Shiota di Museum MACAN.

Itu dia tadi tiga fakta Museum MACAN yang pastinya bikin semangat ke sana, kan? Gimana? Pasti sudah tidak sabar untuk foto-foto di Infinity Mirrored Room atau termenung di The Soul Trembles, ya?

Sekali lagi, Selamat Ulang Tahun ke-3 Museum MACAN!

 A visit to a museum is a search for beauty, truth, and meaning in our lives. Go to museums as often as you can.

Maira KALman