Yogyakarta bisa dibilang negeri museum, kurang lebih terdapat 30 museum di Yogyakarta dimana artinya 15% dari seluruh jumlah Museum di Indonesia ada di Yogyakarta. Museum Sonobudoyo, Museum Vredeburg, serta Museum Ulen Sentalu sebagai Museum terpopuler bagi wisatawan. Untuk kali ini traveladdict akan mengajak kalian mengenal Museum Sandi. 

LOKASI & WAKTU BUKA

Museum ini berlokasi di Kotabaru atau lebih tepatnya di Jl. Faridan M Noto No.21. Cara untuk ke Museum Sandi kalian bisa mulai dari Jl. Kaliurang terus berjalan ke arah selatan menuju Jl.C. Simanjuntak lalu kalian akan bertemu lampu merah belok kanan ke Jl. Jend. Sudirman terus berjalan sampai terlihat Mcdonald tampak jalan kecil di sebelahnya masuk ke jalan kecil tersebut atau belok kiri ke Jl. Faridan Muridan Noto terus berjalan seraya melihat kanan kalian dan kalian sudah sampai di Museum Sandi.  Untuk waktu bukanya sendiri kalian bisa datang pada: 

  • Senin – Kamis (08.30 -15.00 WIB)
  • Jumat (08.30 – 11.30 WIB)
  • Sabtu – MInggu (09.00 – 12.00 WIB)
  • Hari besar nasional atau tanggal merah (Tutup)

SEJARAH SINGKAT MUSEUM SANDI

Sejarah Museum Sandi

Seperti namanya Museum Sandi merupakan museum yang berisikan benda-benda bersejarah mengenai ilmu kriptografi. Perlu kalian ketahui Museum Sandi Yogyakarta merupakan satu-satunya museum kriptografi di Indonesia, loh… jadi sayang sekali kalau kalian di Yogyakarta tidak mampir ke museum satu-satunya di Indonesia. 

Sebelum masuk ke Museum yang diresmikan pada 29 Juli 2008 mari kita bahas sejarah dari museum kecil dengn dua lantai dan sembilan ruangan ini. Sebelum berada berlokasi di Kota baru yakni menempati gedung lama milik Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) sempat berbagi gedung dengan Museum Perjuangan yang berlokasi di Mergangsang hal ini disebabkan pembangunan Museum Sandi terhambat gempa pada tahun 2006. Kehadiran Museum ini merupakan ide dari Sri Sultan Hamengku Buwono X dan  Mayjen TNI Nachrowi Ramli. 

MASUK KEDALAM MUSEUM SANDI

Tampilan Depan Museum Sandi
Tampilan Depan Museum Sandi oleh krjogja.com

Selesai membahas sejarah museumnya mari kita lihat rupa dari Museum Sandi. Sampai di lokasi kita  akan langsung disambut dengan bangunan bergaya indis khas kolonial Belanda sejauh mata memandang, papan bertuliskan MUSEUM SANDI memperjelas lokasi yang kalian pijak. Masuk kedalam terdapat meja kecil dan resepsionis dan sebuah buku tamu yang meminta untuk diisi, tiket masuk?? Tidak ada, Museum Sandi bisa kalian tandangi dengan gratis, menyenangkan bukan. 

Tanpa membayar tiket pengunjung yang datang akan ditemani oleh seorang pemandu selama berkeliling di museum dan menjelaskan segala hal didalamnya. Ada sekitar 30-an lebih koleksi barang berupa peralatan sandi baik yang asli maupun tiruan koleksi tersebut terdiri atas dokumen lembaran atau gulungan kertas sandi seperti skystale, buku kode C, book cipher, Cardan Grille, foto tokoh-tokoh terkait sandi, dan lain sebagainya.

Contoh Bentuk Cardan Giller oleh amc.com
Contoh Bentuk Cardan Giller oleh amc.com

Berdasar dari cerita seorang pemandu, beliau mengatakan di masa awal kemerdekaan Indonesia kala itu masih sering diretas oleh para tentara Belanda karena penggunaan sandi lama dari masa kolonial. dr. Roebiono Kertopati seorang ahli sandi kode rahasia ini pun akhirnya berpikir serta tergerak untuk membentuk sandi baru yang hanya dimengerti serta digunakan oleh Republik Indonesia. Sandi baru itu kemudian tertulis dalam 6 buku yang disebut “Buku Code C” sebagai salah satu koleksi di museum, masing-masing buku berisikan 10.000 kata sandi menggunakan bahasa Belanda dan Inggris. 

Kalau itu sejarah dari salah satu koleksim museum berkaitan dengan Indonesia ada juga koleksi dari negara lain dari masa Yunani kuno yaitu sandi berbentuk gulungan yang disebut juga Skytale. Lalu ada Cardan Grille, sandi berupa tulisan panjang yang dipecahkan menggunakan kunci khusus berbentuk kertas berlubang. Book Cipher, sandi berbentuk tulisan panjang yang hampir sama dengan Cardan Grille bedanya kunci berupa urutan angka yang masing-masingnya memberitahu posisi huruf dalam paragraf. Contoh saja angka 51322, angka pertama ialah paragraf, angka kedua urutan kalimat dan seterusnya.

BERMAIN SAMBIL BELAJAR

Terdapat juga fasilitas menarik di dalam Museum sandi yaitu ruang bermain atau disebut Crypto Games menggunakan media touchscreen jadi pengunjung bisa belajar dan bermain secara langsung, menarik bukan?  Salah satu games yang dapat dicoba pengunjung yaitu memecahkan sandi vigenere, sistem sandi klasik yang merupakan dasar dari penyandian modern di berbagai dunia. Di salah satu ruangan museum ada sejumlah komputer yang dapat pengunjung pakai guna mencari atau mengetahui informasi lebih lengkap terkait ilmu kriptografi. Tentunya dengan kehadiran fasilitas seperti itu pengunjung dapat mengenal dunia kriptografi di Indonesia lebih dekat

Beberapa waktu lalu misalnya, Museum Sandi mengundang beberapa komunitas untuk berpartisipasi dalam lomba kecil yang diadakan museum, tentu saja lombanya tidak jauh-jauh dari sandi dong, benar, lomba memecahkan sandi. Tidak hanya fasilitas untuk pengunjung fasilitas seperti ruang perawatan juga ada guna menjaga koleksi barang tetap terjaga dan tidak rusak termakan zaman. 

Kalau masih penasaran dengan kegiatan Museum Sandi tapi belum bisa datang langsung ketempat, kalian bisa cek Instagram Museum Sandi di @museum.sandi jadi kalian tidak akan ketinggalan dengan informasi terbaru dari Museum Sandi jika kalian berada di Yogyakarta.

Eits… jangan beranjak dulu sebelum pergi mari kita latihan memecahkan sandi morse dibawah ini

.-.. .- – .. …. .- -. / … . -… . .-.. ..- –/ -.- . / — ..- … . ..- — / … .- -. -.. .. / …. . …. . …. .

Baca Juga : 5 Rekomendasi Tempat Nongki Pemandangan Alam di Yogyakarta